Ethicaldigest

OA Bukan Penyakit Degeneratif 2

Diagnosis Osteoartirits

Diagnosis   OA   didasarkan   pada   gambaran   klinis    yang   dijumpai   dan   hasil radiografis.

Tanda dan Gejala Klinis

Umumnya, pasien OA mengatakan bahwa keluhan-keluhan yang dirasakan telah berlangsung lama, tetapi berkembang secara perlahan. Berikut adalah keluhan yang dapat dijumpai pada pasien OA, di antaranya:

  • Nyeri sendi

“Keluhan ini merupakan keluhan utama yang terjadi pada pasien OA. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan sedikit berkurang dengan istirahat,” jelasnya. Beberapa gerakan tertentu, terkadang dapat menimbulkan rasa nyeri teramat sangat, melebihi gerakan lainnya. Perubahan ini dapat ditemukan meski OA yang masih tergolong dini (secara radiologis). Kondisi umumnya bertambah berat dengan semakin beratnya penyakit, sampai sendi hanya bisa digoyangkan dan dapat pula menjadi kontraktur. Hambatan gerak dapat bersifat konsentris (seluruh arah gerakan) mau pun eksentris (salah satu arah gerakan saja).

Kartilago tidak mengandung serabut saraf, menjadikan hilangnya atau berkurangnya kartilago pada sendi tidak diikuti dengan timbulnya nyeri. Sehingga dapat diasumsikan bahwa nyeri yang timbul pada OA, berasal dari  luar kartilago.

Pada penelitian dengan menggunakan MRI, didapat bahwa sumber dari nyeri yang timbul diduga berasal dari peradangan sendi (sinovitis), efusi sendi, dan edema sumsum tulang.

Osteofit merupakan salah satu penyebab timbulnya nyeri. Ketika osteofit tumbuh, inervasi neurovascular menembus bagian dasar tulang hingga ke kartilago dan menuju ke osteofit yang sedang berkembang, dan diduga hal inilah yang menimbulkan nyeri.

Nyeri dapat timbul dari bagian di luar sendi, termasuk bursae di dekat sendi. Sumber nyeri yang umum terjadi di lutut, merupakan akibat dari anserine bursitis dan sindrom iliotibial band.

  • Hambatan gerakan sendi

Gangguan ini biasanya semakin bertambah berat secara perlahan, sejalan dengan pertambahan rasa nyeri.

  • Kaku pagi

Rasa kaku pada sendi, dapat timbul setelah pasien berdiam diri atau tidak melakukan  banyak gerakan. “Seperti contoh, duduk di kursi atau mobil dalam waktu yang cukup lama, bahkan setelah bangun tidur di pagi hari,” jelasnya.

  • Krepitasi

Krepitasi atau rasa gemeratak yang timbul pada sendi yang sakit. Gejala ini umum dijumpai pada pasien OA lutut. Pada awalnya, hanya berupa perasaan akan adanya sesuatu yang patah atau remuk oleh pasien atau dokter yang memeriksa. Seiring dengan perkembangan penyakit, krepitasi dapat terdengar hingga jarak tertentu.

  • Pembesaran sendi (deformitas)

Sendi yang terkena secara perlahan dapat membesar.

  • Pembengkakan sendi yang asimetris

Pembengkakan sendi dapat timbul, karena terjadi efusi pada sendi yang biasanya tidak banyak (<100 cc) atau karena adanya osteofit, sehingga bentuk permukaan sendi berubah.

  • Tanda – tanda peradangan

Tanda – tanda adanya peradangan pada sendi (nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata, dan warna kemerahan), dapat dijumpai pada OA karena adanya synovitis. Biasanya, tanda ini tidak menonjol dan timbul pada perkembangan penyakit yang lebih jauh. Gejala ini sering dijumpai pada OA lutut.

  • Perubahan gaya berjalan

Gejala ini merupakan gejala yang menyusahkan pasien, dan merupakan ancaman yang besar dalam mempengaruhi kemandirian pasien OA, terlebih pada pasien usia lanjut. Keadaan ini selalu berhubungan dengan nyeri karena menjadi tumpuan berat badan terutama pada OA lutut.

Pemeriksaan Diagnostik

Pada penderita OA, pemeriksaan radiografi pada sendi yang terkena sudah cukup untuk memberi gambaran diagnostic (Soeroso, 2006). Berikut adalah beberapa gambaran radiografi sendi yang menyokong diagnosis OA, yang meliputi:

  • Penyempitan celah sendi yang seringkali asimetris (lebih berat pada bagian yang menanggung beban seperti lutut).
  • Peningkatan densitas tulang subkondral (sklerosis).
  • Kista pada tulang.
  • Osteofit pada pinggir sendi.
  • Perubahan struktur anatomi sendi.

Berdasarkan temuan-temuan radiografis di atas, OA dapat diberikan suatu derajat. Kriteria OA berdasarkan temuan radiografis dikenal sebagai kriteria Kellgren dan Lawrence, yang membagi OA dimulai dari tingkat ringan hingga tingkat berat. Perlu diingat bahwa pada awal penyakit, gambaran radiografis sendi masih terlihat normal.

Pemeriksaan Laboratorium

Hasil pemeriksaan laboratorium pada OA, biasanya tidak banyak berguna. Pemeriksaan darah tepi masih dalam batas – batas normal. Pemeriksaan imunologi masih dalam batas – batas normal. Namun, pada OA yang disertai peradangan sendi, dapat dijumpai peningkatan ringan sel peradangan (< 8000 / m) dan peningkatan nilai protein.

OA Bukan Penyakit Degeneratif