Addyi Obat Kuat Perempuan | ethicaldigest

Addyi Obat Kuat Perempuan

Badan Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui "Female Viagra",   obat kuat untuk perempuan, 4 Juni 2015. Obat dengan kandungan kimia flibanserin ini dianggap aman. Flibanserin awalnya dapat menyebabkan penurunan kesadaran, pusing, mual, mengantuk, dan penurunan tekanan darah. Beberapa organisasi masyarakat di Amerika Serikat mendesak pengesahan produksi obat ini, dengan alasan tidak ada pengobatan medis yang dapat meningkatkan libido perempuan, terutama saat mengalami menopause.

“Kajian terhadap flibanserin menjadi tonggak penting dalam dunia medis,  bagi berjuta pasangan yang mengalami stres akibat kendala kehidupan seksual,” ujar Cindy Whitehead, seperti  dikutip dari situs Kantor Radio Berita AS, NPR, 8 Juni 2015.

Flibanserin dijual dengan merek dagang Addyi, dalam bentuk pil. Obat kuat perempuan ini bekerja dengan cara menyeimbangkan produksi tiga jenis zat kimia otak dophamine, norepinephrine, dan serotonin, untuk menyembuhkan kelainan berupa hasrat dan aktivitas seksual yang menurun; dikenal dengan Hipoactive Sexual Desire Disorder (HSDD).

Viagra untuk perempuan ini bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke daerah genital. Dalam penelitian medis yang dilakukan Lembaga Farmasi Sprout terhadap perempuan berusia 36 tahun selama 5 bulan, flibanserin terbukti mampu meningkatkan gairah seksual, mengurangi stres dan menambah intensitas kepuasan seksual. Hasil yang ditimbulkan Flibanserin jauh lebih baik dibanding penggunaan Placebo.

Sejak penolakan pengesahan tahun 2010 dan 2013 oleh FDA, produksi flibanserin oleh Sprout Pharmaceuticals terus mengalami perombakan dan perbaikan. Sprout berhasil mengurangi efek samping pada pil berwarna pink tersebut.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.