Terapi Antiangiogenic untuk Kanker Ovarium 2 | ethicaldigest

Terapi Antiangiogenic untuk Kanker Ovarium 2

Dr. A: Makin rendah stadiumnya, makin tinggi kemungkinan hidup pasien. Tapi sangat jarang menemukan pasien dengan stadium 1; itu biasanya secara kebetulan.Tumor yang dikira jinak, ternyata ganas.

Pembedahan yang dilakukan harus bersih, jangan sampai ada yang tertinggal. Bila sel sisa (kanker)-nya besar, makin pendek usia pasien. Sebaliknya bila sisanya kecil, usia pasien makin panjang. Tumor sisa juga akan menimbulkan kekambuhan. Pada kanker ovarium stadium 3, rerata dalam waktu 3 tahun kambuh lagi. Karena itu, lebih bagus kalau tidak ada sisa. Dan meski pun secara makroskopik bersih, kita tidak tahu secara mikroskopik. Karenanya, setelah itu kita berikan kemoterapi. Sekarang ada terapi gen dengan antiangiogenik.

Bisa dijelaskan mengenai terapi antiangiogenik?

Dr. S: Kunci pembentukan pembuluh darah baru adalah neurotransmitter, yang disebut VEGF. Bayangkan, Anda adalah seorang sel kanker dan ingin mendapatkan infrastruktur; Anda membutuhkan pembentukan pembuluh darah.Sebagai sel yang tidak mandiri, sel kanker mengirimkan neurotransmitter sebagai informasi, kepada pembuluh darah besar di sekitarnya. Seperti ketika kita membangun rumah dan membutuhkan suplai air. Kita mengirim sinyal dengan menelepon tukang ledeng untuk membangun jaringan pipa. Mediator sinyal inilah VEGF; sel-sel endotel pada pembuluh darah, dapat membacanya kemudian bereaksi. Bila kita memblok VEGF, sinyal tersebut tidak akan ditransmisikan. Inhibisi VEGF sama halnya dengan memutus jaringan telepon. Beginilah cara kita memblok pembentukan pembuluh darah.

Pembentukan pembuluh darah adalah tahap penting, dalam pertumbuhan kanker sejak ukurannya kecil hingga besar; VEGF dikeluarkan di sepanjang pertumbuhan dan perkembangan tumor. Pembuluh darah berperan penting dalam kanker ovarium. Ekspresi VEGF berhubungan erat dengan penurunan survival. Bila VEGF tinggi, pasien tidak bertahan lama. Sebaliknya bila VEGF rendah, pasien hidup lebih lama.

Dr. A: Salah satu terapi gen adalah terapi yang mencegah angiogenesis. Bila angiogenesis diblok, sel kanker tidak bisa membuat pembuluh darah baru; lama kelamaan ia kekurangan makanan hingga kelaparan. Sel kanker bisa membuat pembuluh darah sendiri, tapi berbeda dengan pembuluh darah asli. Kalau pembuluh darah asli ada ototnya, sehingga ada hambatan dari gerakan otot. Pembuluh darah kanker tidak ada ototnya seperti pipa, sehingga darah mengalir lancar seperti di jalan tol. Dengan terapi target, pembentukan angiogenesis dihambat, sehingga kemungkinan hidup sel kanker ‘direm’ dan dapat memperpanjang hidup pasien.

Seperti apa penelitiannya?

Dr. S: Terdapat dua studi besar, GOG-0218 di Amerika Serikat (AS) dan ICON7 di Eropa. Keduanya menambahkan antibodi VEGF ke kemoterapi standar, dan membandingkan hasil kemoterapi dengan kemoterapi ditambah antiangiogenik. Pasien menjalani operasi, dilanjutkan dengan kemoterapi yang terdiri dari dua agen dan dilakukan tiap 3 minggu selama 6 siklus. Studi di Eropa memiliki dua lengan, sedangkan studi di Amerika lebih rumit dan besar dengan 3 lengan.

Studi di Amerika menunjukkan, dengan penambahan terapi yang menghambat VEGF, pasien hidup lebih lama tanpa kanker ovarium. Pasien berusia lebih tua mau pun yang lebih muda sama-sama mendapat manfaat, dari pengobatan tersebut. Ada pun pada studi di Eropa, pertumbuhan kanker bisa dihentikan dengan penambahan terapi antiangiogenik. Penyakit bisa dikontrol lebih rendah ketimbang dengan kemoterapi saja, dan ada sekelompok pasien yang pada akhirnya bisa hidup lebih lama.

Jadi bisa dikatakan, mungkin kita bisa mengobati lebih banyak pasien dengan terapi kombinasi ini. Yang juga menarik, kanker ovarium memiliki rekurensi sangat tinggi. Pasien dengan penyakit residual yang berarti berisiko tinggi terhadap rekurensi, memiliki survival yang lebih baik dengan penambahan antiangiogenik, ketimbang kelompok kontrol yang hanya mendapat kemoterapi.

Endpoint utama dari kedua studi menunjukkan bahwa penambahan terapi antiangiogenik dapat memperpanjang waktu kontrol penyakit (progression-free survival) dan memperbaiki rekurensi. Pengobatan ini telah disetujui di seluruh Eropa sebagai front line, dan di banyak negara Eropa anti-VEGF dimasukkan ke dalam pedoman nasional.

TERAPI ANTIANGIOGENIC UNTUK KANKER OVARIUM 1

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.