Tatalaksana PJB Tanpa Operasi | ethicaldigest

Tatalaksana PJB Tanpa Operasi

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan yang sering ditemukan pada anak baru lahir. Prosedur operasi terbuka berhasil menyelamatkan banyak nyawa anak dengan penyakit jantung bawaan. Penggunaan mesin pitas jantung pada prosedur operasi terbuka, dapat menimbulkan risiko sindrom curah jantung rendah, yang dapat mempengarui tumbuh kembang anak di kemudian hari.

Berkembangnya kardiologi intervensi, memungkinkan PJB ditatalaksana tanpa operasi. Dibandingkan dengan prosedur operasi terbuka, kardiologi intervensi umumnya tidak memerlukan perawatan intensif, sehingga dapat dilakukan di RS Provinsi. Di Indonesia, kardiologi intervensi sudah dapat dilakukan di 13 rumah sakit. ”Hampir semua tindakan bisa dilakukan dengan kardiologi intervensi,” ucap Prof. DR. dr. Mulyadi M. Djer, Sp.A, Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Indonesia.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai kardiologi intervensi pada PJB, berikut petikan wawancara Vitra Hutomo dari Ethical Digest dengan Prof. Mulyadi.

Sepertiga dari kelainan bawaan adalah penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan seperti apa yang banyak ditemukan?

Penyakit jantung bawaan yang paling sering ditemukan adalah defek septum ventrikel, yaitu terdapat lubang antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan. Defek septum ventrikel 25-30% dari semua PJB. Defek septum atrium, duktus arteriosus persisten, stenosis pulmoner, stenosis aorta, koarktasio aorta, tetralogi fallot, atresia pulmoner, trunkus arteriosus, transposisi arteri besar, dll.

PJB  dipengaruhi faktor turunan, atau karena pola hidup ibu hamil?

Penyebab PJB sebagian besar (90%) multifactor, atau belum diketahui penyebabnya secara pasti. Faktor turunan berperan 7%. Pola hidup ibu hamil berperan hanya 3%. Ibu yang merokok waktu hamil, minum obat di luar resep dokter, menggunakan obat-obatan atau narkoba, terkena penyakit seperti Rubella atau mengidap penyakit seperti kencing manis,/diabetes, berisiko memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan

Diagnosis bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan. Pada usia kandungan berapa bisa dilakukan?

Dengan menggunakan ekokardiografi janin, penyakit jantung sudah dapat dideteksi pada usia kehamilan 17-18 minggu.

Siapa yang mendiagnosis, dokter kebidanan atau dokter anak?

Dokter kebidanan subspesialis fetomaternal dapat mendeteksi adanya kelainan jantung pada janin. Diagnosis pasti ditegakkan oleh dokter spesialis anak, subspesialis jantung anak.

Temuan apa yang bisa mengidentifikasi adanya penyakit jantung bawaan

Yang jelas, jika ruang jantung tidak sama ukurannya.

Seberapa besar perkembangan kardiologi intervensi di Indonesia?

Kardiologi intervensi di Indonesia dimulai tahun 1998 di PJN Harapan Kita, berupa penutupan DAP dengan koil. RSCM memulai kardiologi intervensi tahun 1998, berupa septostomi balon pada pasien transposisi arteri besar.Saat ini, ada 13 RS di Indonesia yang sudah melakukan kardiologi intervensi.

Apakah semua tindakan sudah dilakukan di Indonesia?

Ya. Ada beberapa jenis tindakan yang terkendala, karena harga alat dan prosedurnya mahal, seperti penggantian katup pulmoner transkateter.

Kapan kardiologi intervensi mulai dikenal sebagai alternative operasi  terbuka?

Kardiologi intervensi berkembang pesat, sejak dua dekade terakhir

Bisah dijelaskan keuntungan dan kerugian kardiologi tervensi, dibanding operasi terbuka?

Keuntungannya, prosedur ini tidak menggunakan mesin jantung paru (by pass), lama rawat singkat, bebas sternotomi atau torakotomi, tidak memerlukan perawatan pasca-bedah di ICU, tidak ada jaringan parut bekas sayatan di dada pasien. Kerugiannya,  harganya sedikit lebih mahal.

Indonesia sudah menghasilkan ahli-ahli kardiolog intervensi?

 Ya. Ahli kardiologi intervensi di Indonesia berasal dari 2 lulusan berbeda, yaitu lulusan program pendidikan subspesialis ilmu kesehatan anak bidang peminatan kardiologi FKUI/RSCM atau FK-Unair/RS Soetomo Surabaya, dan lulusan program pendidikan Ilmu Penyakit jantung danPembuluhDarah FKUI-PJN Harapan Kita, DivisiPediatrik.

Berapa jumlah ahli kardiologi intervensi di Indonesia?

Seluruhnya 49 orang. Jumlah tersebut masih kurang. Distribusi juga belum merata. Di Indonesia timur, belum ada dokter subspesialis /konsultan jantung anak

Bisa sebutkan 13 RS yang sudah dapat melakukan kardiologi intervensi pada PJB?

RSCM, PJN Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Dr. Kariadi Semarang, RS Dr. Moewardi Surakarta, RS Dr. Sardjito Yogyakarta, RS Dr. Soetomo Surabaya, RS Adam Malik Medan, RS Eka Pekanbaru, RS M Hoesin Palembang, RS Sanglah Denpasar, RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

 

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.