"Menormalkan Kortisol, Bukan Menekan Serendah Mungkin" | ethicaldigest

"Menormalkan Kortisol, Bukan Menekan Serendah Mungkin"

Sindrom Cushing bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya, produksi kortisol yang berlebihan karena berbagai hal. Pengobatannya adalah dengan menurunkan kadar kortisol. Tapi, apakah ada pengaruh terhadap kondisi psikiatri pasien? “Tidak,” jawab  dr. Tri Juli Edi Tarigan Sp.PD-KEMD. “Yang dilakukan adalah menormalkan kadar hormon ini,” ujar Staf Divisi Endokrin dan Metabolik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSCM-FKUI itu. Berikut petikan wawancara ETHICAL DIGEST dengannya. 

Apa yang dimaksud sindroma Cushing?

Sindroma Cushing adalah suatu keadaan, yang disebabkan oleh kelebihan hormon kortisol dengan segala manifestasi klinisnya. Secara umum, penyebab terbanyak adalah akibat penggunaan obat-obatan kortiksoteroid jangka panjang. Misalnya pada penderita asma, rheumatoid arthritis dan lupus , serta keadaan lain yang membutuhkan kortikosteroid.

Apa penyebabnya?

Meningkatnya produksi hormone kortisol yang berlebihan, bisa sebagai akibat rangsangan berlebihan terhadap pabrik kortisol, yaitu korteks adrenal. Kelenjar ini dikendalikan oleh sekresi Adrenocorticotropic hormone (ACTH). Mana kala terjadi kelebihan produksi ACTH, maka pabrik penghasil kortisol terpacu dan hormone kortisol meningkat kadarnya dalam darah. Kasus terbanyak saat ioni adalah akibat penggunaan kortikosteroid eksogen. Disusul oleh penyakit Cushing dan akibat penyebab lainnya.

Kelebihan ACTH bisa karena adanya gangguan hipofisis dan ekstra hipofisis. Juga pada kanker paru sel kecil, dihasilkan suatu zat yang menyerupai ACTH, sehingga pabrik kortisol bisa terstimulasi. Produksi kortisol yang berlebihan juga bisa terjadi secara mandiri atau otonom. Karena adanya tumor pada adrenal yang menyebabkan korteks adrenal memroduksi kortisol dalam jumlah besar. Produksi kortisol secara berlebihan yang disebabkan oleh meningkatnya produksi ACTH, disebut penyakit Cushing.

Apa gejala-gejala yang ditimbulkan sindroma Cushing?

Dampak sindrom Cushing sangat banyak. Antara lain kerontokan rambut, ada penumpukan lemak di wajah atau moon face, penumpukan lemak di perut atau obesitas visceral, terjadi striae di perut, paha dan bokong atau pantat. Pada wanita, tumbuh rambut di beberapa anggota tubuh yang disebut hirsutisme. Secara metabolik akan terjadi peningkatan tekanan darah, gula darah, dan keringat lebih banyak keluar.

Penggunaan kortiksoteroid seperti apa yang dapat menyebabkan sindroma Cushing?

Penggunaan kortikosteroid lebih dari 1 minggu dengan dosis setara prednisolon 7,5mg. Jika sindrom Cushing disebabkan penggunaan kortikosteroid, disebut sindrom Cushing eksogen. Jadi, jika kortiksoteroid diogunakan jangka panjang lebih dari 1 minggu akan bepotensi menyebabkan sindroma Cushing.

Bagaimana mencegah sindrom ini pada pengguna kortikosteroid?

Gunakan sesingkat mungkin dengan dosis seperlunya, sesuai tujuan penggunaannya, apakah untuk anti iflamasi, keadaan tertentu atau suplemen. Jika penggunanannya lebih dari 7 minggu, harus di-tapering off.

Komplikasi apa yang bisa terjadi, jika sindroma ini tidak mendapatkan penanganan?

Komplikasi secara kualitas hidup, jadi tidak baik. Misalnya berkeringat banyak. Pada wanita jadi hirsutisme, obesitas, banyak yang mengalami keropos tulang. Ada juga yang bisa infertilitas, hipertensi dan mudah terkena infeksi.

Bagaimana cara mendiagnosanya?

Kita lakukan anamnesis yang anamnesis yang baik dan pemeriksaan klinis yang teliti. Lalu, lakukan pemeriksaan kortisol, bisa melalui urin atau air liur di malam hari. Jika hasilnya kurang konklusif, lakukan tes dinamik. Untuk mengetahui ada tidaknya adenoma di adrenal, kita lakukan pencitraan. Untuk mengetahui adanya tumor di hipofisis, bisa kita lakukan pencitraan. 

Bagaimana pengobatannya?

Kalau penyebabnya adalah penggunaaan kortikosteroid, maka dosisnya diturunkan secara perlahan. Jika penyebabnya adalah tumor di hipofisis atau adanya adenoma di adrenal, kita angkat melalui operasi. Cara ini bisa menormalkan kadar kortisol dalam darah. Dan, kita berikan obat-obatan yang dapat menurunkan kortisol.

Dikatakan bahwa hormon kortisol disekresikan saat kita stress. Adakah pengaruh psikiatri ketika hormon ini diturunkan?

Iya. Kita sebenarnya menekan kortisol, tetapi tidak sampai rendah, tapi menormalkan. Hormon kortisol sebenarnya memiliki fungsi sendiri, tapi jika dalam kadar yang berlebihan dapat menyebabkan Cushing sindrom. Keluarnya kortisol ini mengikuti irama sirkadian. Pada jam 8 pagi, secara alami hormon ini dibutuhkan tetapi tidak boleh berlebihan dan tidak boleh kekurangan.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.