Dressing Interaksi Hidrofobik | ethicaldigest

Dressing Interaksi Hidrofobik

Bakteri memiliki pengaruh penting dalam kesembuhan luka. Luka yang terinfeksi menjadi sukar sembuh dan maturasi epiderma menjadi terhambat. Invasi mikroorganisma ke dalam lapisan jaringan di bawah dermis  menyebabkan bakteremia, sepsis dan multi organ dysfunction syndrome. Oleh karena itu, menurut dr. Yeva Rosana Sp.MK dari Departemen Mikrobiologi, FK Universitas Indonesia, untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas, infeksi pada luka harus diatasi.

 Satu paradigma baru penanganan luka yaitu dengan menggunakan pendekatan interaksi hidrofobik. Cutimed Sorbact adalah suatu dressing hidrofobik yang dapat mengikat dan menonaktifkan bakteri pada luka tanpa menggunakan antisepektik dan antibiotik. Dari penelitian yang dilakukan oleh dr. Yeva, dressing ini dapat mengikat bakteri lebih banyak dibanding dressing konvensional. Untuk mengetahui mengenai penelitian dan keuntungan metode interaksi hidrofobik, ETHICAL DIGEST mewawancarai dr. Yeva Rosana dan Dr. Suriadi, MSN, AWCS seorang pakar perawatan luka dari Klinik Luka dan Stoma RSUD dr. Soedarso, Pontianak. Berikut petikan wawancaranya:

  

Dr. Yeva

Bisa jelaskan mengenai penelitian yang anda lakukan?

Dari penelitian ini kita ingin melihat seberapa banyak Cutimed Sorbact bisa mengikat bakteri yang sudah kita atur dalam konsentrasi tertentu. Jadi kita ingin membandingkan dengan kasa steril yang biasa kita gunakan kemudian kita hitung berapa banyak sorbact bisa mengikat bakteri dibandingkan kasa steril. Kita hitung mulai dari setengah menit sampai empat jam. Kita lihat dan kemudian kita ukur bakteri yang terikat tersebut. Hasilnya, Cutimed Sorbact dapat mengikat bakteri pseudomonas aeruginosa dan MRSA lebih banyak daripada kasa steril. Dan ikatan paling besar adalah pada jam kedua.

Faktor apa yang menyebabkan pada jam kedua, Cutimed Sorbact mengikat bakteri paling banyak?

Faktor yang menyebabkan kita tidak tahu mengapa dan apa sebabnya. Di sini kan kita hanya melihat intesitas ikatan pada Sorbact.

Apakah semua bakteri memiliki sifat hidrofobik?

Setiap bakteri mempunyai sifat hidrofilik dan hidrofobik. Dan ekspresi hidrofobisitas ini berhubungan dengan dengan virulensi dari bakteri. Semakin virulen suatu bakteri, semakin tinggi ekspresi hidrofobisitasnya. Hidrofobisitas akan keluar pada saat bakteri akan menginfeksi atau mengekspresikan sifat virulensinya.

Apa peran hidrofobisitas bagi kelangsungan hidup bakteri?

Perannya supaya dia bisa masuk ke jaringan tempat yang akan dia infeksi. Dengan demikian, perannya supaya dia lebih bisa mempertahankan dirinya di lingkungan tempat dia menginfeksi. Sifat hidrofobik ini juga di miliki oleh jamur dan virus yang bisa juga mengkontaminasi luka.

Seberapa banyak Cutimed Sorbact bisa mengikat bakteri?

Jadi Cutimed Sorbact ini memiliki masa jenuhnya sendiri. Jadi kalau misalnya, cutimed sorbact sudah mencapai masa jenuh (jumlah bakteri yang berikatan sudah terlalu banyak), otomatis Cutimed Sorbact tidak bisa mengikat lagi bakteri. Oleh sebab itu dia musti diganti dengan yang baru. Itu tergantung dengan jumlah pus yang diproduksi luka yang terinfeksi. Dari penelitian kami, Cutimed Sorbact bisa mengikat MRSA di jam kedua sampai sekitar 6,5X1011/cm2. Sedangkan untuk pseudomonas aeruginosa, Cutimed Sorbact mengikat di jam kedua mencapai sekitar 4x 1011/cm2.

Bisakah bakteri terlepas dari Cutimed Sorbact?

Kalau dari penelitian yang kami lakukan, dalam kondisi bakteri kita hidupkan kembali di lokasi yang menguntungkan buat dia, bakteri bisa terlepas dari sorbact. Walau tidak semua bakteri lepas. Oleh karena itu saya pernah katakan di presentasi saya, limbah dari sorbact harus dibuang. Harus dimatikan, karena kalau tidak bakteri yang terikat ada kemungkinan lepas dan menyebabkan bahaya di lingkungan.

Apakah bakteri yang sudah terikat dengan Cutimed Sorbact masih bisa berreplikasi?

Bakteri kalau dalam keadaan terikat pada Sorbact otomastis dia dalam keadaan statis. Dalam keadaan statis, artinya potensi dia untuk berkembang biak tertekan. Sehingga bisa dibilang dia tidak berkembang biak. Tetapi tentunya, bakteri kemungkinan punya strategi untuk berreplikasi, tetapi dengan diikat oleh Sorbact, replikasi ini bisa ditekan.

Apakah Cutimed Sorbact bisa menekan angka kejadian MRSA?

Kalau dibilang bisa menekan kasus MRSA sih tidak. Tetapi kita bisa mencegah supaya bakteri-bakteri yang multiresisten tidak menyebar dari satu orang ke orang lain. Karena kan otomatis kalau kita hilangkan bakteri, risiko bakteri tersebut untuk menginfeksi orang lain menjadi berkurang. Bukan berarti bisa menekan kasus MRSA tetapi bisa mengurangi penyebaran MRSA.

 

Dr. Suriadi

Apa peran bakteri pada kesembuhan luka terinfeksi?

Sebenarnya bakteri merupakan suatu benda asing dalam tubuh, terutama untuk si luka. Sedangkan luka yang di dalamnya ada bakteri, dimana bakteri telah mengkolonisasi luka atau telah terjadi replikasi dalam luka,  justru akan menghambat proses penyembuhan. Bakteri akan membentuk biofilm. Memang di satu sisi adanya biofilm ini di permukaan luka melindungi permukaan luka dari masuknya kuman-kuman lainnya. Akan tetapi, di sisi lain, biofilm sangat berbahaya dapat mencegah antibiotika berpenetrasi ke bakteri. Seandaianya daya tahan tubuh pasien tidak adekwat, kemudian terjadi resistensi maka ini justru akan menjadi bahaya bagi luka.

Apa Cutimed Sorbact bisa mengurangi jumlah bakteri di luka?

Bisa mengurangi, kemudian memangkan dibutuhkan dressing yang memang bisa mengikat agar bakteri ini tidak mengalami perkembangbiakan di luka.

Bagaimana metode yang digunakan Cutimed Sorbact dalam menghilangkan bakteri dari luka?

Cutimed Sorbact mempunyai sifat hidrofobik, sama dengan sifat hidrofobik yang ada pada bakteri. interaksi hidrofobik ini menyebabkan ikatan antara Cutimed Sorbact dengan bakteri. Ikatan ini kemudian akan mengurangi proses perkembangbiakan dari kuman itu sendiri. Saat Cutimed Sorabct diangkat, bakteri juga terangkat dan tidak terjadi perkembangbiakan.

Apa yang membuat cutisorb sorbact memiliki sifat hidrofobik yang tinggi?

Cutisorb Sorbact mengandung  derivat asam lemak alami dialcylcarbamoylchloride (DACC) Gugus alkilnya yang panjang membentuk hidrofobisitas sangat  kuat oleh sebab itu   bakteri dengan  sifat hidrobofisitas kuat akan terikat pada saat terjadi kontak langsung dengan dressing tersebut.

Bagaimana penggunaan Cutimed Sorbact pada luka?

Kalau menurut saya produk ini pilihan tepat untuk penanganan luka. Berdasarkan evidence base saat ini dan pengalaman klinis memang terjadi penurunan jumlah eksudat. Pada beberapa bakteri yang memang sudah resistensi terhadap antibiotik, penggunaan cutimed sorbact dapat mengurangi jumlah bakteri dan eksudat. Maka berdasarkan penelitian klinis dan pengalaman klinis bisa dikatakan bahwa cutimed sorbact merupakan pilihan tepat untuk penanganan luka yang mengalami infeksi.

Apakah penggunaan antibiotic topical dan sistemik tetap diperlukan pada pasien yang menggunakan cutisorb sorbact?

Para klinisi biasanya mempertimbangkan penggunaan antibiotic pada luka. Kalau luka tampak infeksi antibiotik lokal  maupun sistemik dapat diberikan.  Cutisorb sorbact mempunyai sifat mengikat bakteri. Yang kita khawatirkan adalah kalau pengunaan antibiotic yang lama pada local luka akan menimbulkan resistensi. Pilihan terbaik  adalah sebaiknya tidak lagi menggunakan antibiotic local kalau Cutisorb sorbact digunakan

Dapatkan cutimed sorbact dikombinasikan dengan larutan pembersih, seperti rivanol dan sebagainya?

Saya tidak dapat mengatakan ya. Karena hal ini belum ada dasar bukti klinis. Rivanol adalah bahan antiseptic dapat meyerap eksudat berikut dengan kuman dengan menggunakan kasa balutan. Efektivitasnya terhadap penyembuhan luka dengan kombinasi penggunaan bahan yang dimaksudkan perlu diuji secara klinis. Tapi perlu diingat bahwa penggunaan antiseptik yang lama juga dapat menimbulkan resistensi.  

Bagaimana penggunaan Cutimed Sorbact pada luka dengan abses dan eksudat?

Kalau ada abses, itu berarti ada bakteri dan eksudat dalam jumlah banyak di dalam luka. Untuk penangannya, luka harus dibuka terlebih dahulu atau diinsisi. Kemudian perbannya di masukkan ke dalam luka. Abses kemudian akan terikat pada dressing. Kita perlakukan semua luka dengan abses seperti itu. Abses itukan berarti ada benda asing, dan ini harus diangkat atau dialirkan. Biasanya pada luka dengan abses dilakukan drainase, kemudian dimasukkan dressing yang bisa mengangkat benda asing tersebut.

Manakah yang bisa mengangkat bakteri lebih banyak, dressing konvensional atau Cutimed Sorbact?

Jelas yang cutimed sorbact, karena Cutimed Sorbact mengikat bakteri sedangkan untuk kasa biasa, walau bisa juga mengikat bakteri, tetapi tidak sebanyak Cutimed Sorbact, karena tidak memiliki sifat hidrofobik. Kemudian di penelitian, terbukti, penggunaan dressing konvensional seperti kasa biasa itu jumlah infeksi meningkat. Presentasinya sangat tinggi jika dibandingkan dengan advance dressing.

Berapa kali Cutimed Sorbact harus diganti?

Luka itu di bagi menjadi beberapa tingkatan; ringan, moderat dan berat. Kalau berat, penggantinya bisa sehari 2 sampai 3 kali. Sementara, kalau moderat bisa satu kali dalam satu hari. Kalau yang ringan, bisa 2 sampai 3 hari sekali.

Dalam penelitian yang dilakukan di FKUI, Cutimed Sorbact mengikat bakteri paling bnayk di jam kedua. Factor apa penyebabnya?

Memang mobilitas dari pada kuman ini dari waktu ke waktu berubah, begitu juga dengan suasana lingkungan bakteri dari waktu ke waktu berbeda. Kalau memang dilingkungan itu menunjang bakteri untuk tumbuh, maka bakteri tersebut dapat tumbuh dengan cepat. Tetapi kalau cairan itu lebih sedikit atau lebih banyak ini juga akan berpengaruhkan. Jadi yang mempengaruhi adalah suasan lingkungannya.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.