“Sinusitis bisa Menyebabkan Asma” | ethicaldigest

“Sinusitis bisa Menyebabkan Asma”

Rhinosinusitis terjadi karena ada pembengkakan di rongga sinus. Pengobatan ditujukan untuk memperbesar rongga sinus yang menyempit. “Tergantung penyebabnya, jika karena infeksi bakteri, diberi antibiotik,” ujar dr. Damayanti Sutjipto, Sp.THT, dari RS Metropolitan Medical Center, Jakarta.

Ada beberapa hal yang membedakan rhinosinustis akibat infeksi virus dengan bakteri. Apakah itu? Ikuti wawancara Vitra Hutomo dari ETHICAL DIGEST dengan dr. Damayanti. 

Apakah rhinosinusitis dan sinusitis merupakan istilah yang sama?

Sebetulnya sama, rinosinusitis adalah istilah panjangnya. Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus. Sedangkan rhinitis merupakan  radang di rongga hidung. Sinusitis tidak akan terjadi kalau tidak ada radang di rongga hidung. Dari mana kumannya, pastinya melewati rongga hidung lebih dulu. Jadi, boleh kalau mau  sebut sinusitis.

Bagaimana rinosinusitis disebut akut dan kronis?

Yang akut tentu serangannya bersifat akut, dalam waktu beberapa hari dan sembuh dalam beberapa hari. Kalau kronis berlanjut dalam jangka waktu lama, bisa lebih dari 12 minggu. Sebenarnya masih ada pertengahan, yaitu sub akut, antara akut dan kronis.

Ada perbedaan penyebab yang akut dan kronis?

Kalau akut biasanya disebabkan oleh virus, seperti influenza, yang sifatnya self limiting disease. Biasanya dalam 5 hari akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Tapi kalau dalam 5 hari tidak sembuh, berarti ada infeksi bakteri. Karena ada infeksi virus, bakteri ikut dompleng. Enak dapat makanan dan segala macam.

Pada yang kronis, juga sama akibat infeksi virus atau bakteri, tapi lebih disebabkan organnya. Misalnya tulangnya bengkok, yang biasa disebut septum deviasi. Atau, mungkin ada pembengkakan di rongga hidung, yang biasanya pada konka atau turbinate. Pada anak-anak biasanya ada hipertrofi adenoid. Seperti tonsil, kelenjar yang letaknya di belakang hidung. Alergi bisa memicu pembengkakan. Jadi pada yang kronis, ketika mau sembuh kena alergi lagi.

Bagaimana membedakan infeksi karena virus dengan bakteri?

Pada infeksi virus, lendirnya tidak berwarna. Pada yang infeksi bakteri ingus bisa berwarna kekuningan. Bahkan, yang kronis bisa berwarna hijau. Keluhannya, kalau yang virus ada yang demam. Bakteri juga ada demam. Tapi kalau yang kronis tidak ada demam, lebih banyak keluhan hidung mampet, beringus, pusing dan rasa tekanan di wajah.

Infeksi yang terjadi pada rinosinusitis bersifat lokal atau sistemik?

Infeksinya lokal pada sinus. Jadi anggota badan yang lain normal-normal aja. Tapi pada yang selesma karena virus bisa disertai demam, pegal-pegal dan rasa sakit pada tulang.

Pemberian antibiotik oral apakah bermanfaat?

Kalau ada bakteri, mungkin perlu menggunakan antibiotik oral. Pada yang disebabkan virus tidak usah, tidak dikasih obat juga sembuh. Pada yang kronis, karena ada infeksi bakteri sekunder biasanya langsung diberikan. Kalau kita anggap perlu, kita kasih. Tapi, kalau nanti tidak sembuh setelah dikasih antibiotik, perlu dilakukan kultur. Kalau sudah keluar hasil kultur, kita berikan antibiotik yang lebih spesifik untuk bakteri tersebut.

Kuman apa yang paling sering ditemukan pada kasus rhinosinusitis?

Sterptokokus pneumonia dan jenis Stafilokokus. Pada anak-anak biasanya moraxella catharralis. Juga sering ditemukan hemofillus influenza.

Benarkah rhinosinusitis bisa menyebabkan asma?

Pada kasus sinusitis, lendir dapat masuk tenggorokan. Lalu, dengan reflex, melalui pembuluh saraf dapat memicu terjadinya asma. Sering dokter paru mengirim pasien asma ke dokter THT, karena tidak kunjung sembuh. Setelah diperiksa, ternyata ada sinusitis. Nah, pada pasien-pasien ini biasanya, kalau sinusnya diobati, asmanya sembuh. Banyak kasus  asma berasal dari sinusitis.

Bagaimana pengobatnnya?

Pada rinosinusitis, terjadi pembengkakan pada saluran sinus. Saluran sinus sangat sempit. Sehingga pembengkakan dapat menyebabkan saluran sinus menyempit bahkan menutup. Kalau menutupnya tidak diobati dan lama, dapat menyebabkan sinusitis. Jadi pengobaannya adalah, bagaimana memperbesar saluran sinus.

Kita membuat ventilasi, supaya pengeluaran lendir baik. Kita upayakan ventilasi dan drainase dari rongga sinusitis. Kalau pembengkakan karena infeksi kita kasih antibiotik, kalau karena alergi kita kasih antialergi. Tergantung penyebabnya. Kalau tertekan karena tulang bengkok, tulangnya diluruskan. Kemudian kita kasih dekongestan, yang dapat mengurangi pembengkakan. Kalau ada tulang bengkok dan ada polip, tidak bisa diobati dengan obat, harus dioperasi. Yang penting membuka lobang dalam sinus supaya menjadi besar.

Bagaimana peran kortiksoteroid dalam pengobatan rhinosinusitis?

Penggunaan kortiksoteroid dibenarkan karena anti inflamasi dan anti pembengkakan. Pada sinusitis akut di mana terjadi pembengkakan, bisa diberikan. Bisa berupa semprot, topikal atau oral.

Bagaimana dengan penggunaaan irigasi nasal?

Irigasi nasal isinya air garam. Preparatnya ada yang air garam biasa atau yang berasal dari laut. Ada yang hipertonik, artinya garamnya lebih banyak, maka bisa menghilangkan pembengkakan. Juga bersifat antispetik. Jadi kalau habis dipakai, hidung terasa lebih longgar. Di sini sudah  banyak yang menggunakan, sudah sangat popular. Bahkan orang yang tidak sakit pun menggunakan itu.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.