Terapi Primadona pada Varises | ethicaldigest

Terapi Primadona pada Varises

Metode primadona dalam penanganan varises, adalah endovenous radiofrequensi ablation (RFA) dan endovenous laser therapy (EVLT). “Teknik ablasi menggunakan gelombang ultrasound atau sinar laser, untuk mematikan vena di atas dengkul. Kateter dimasukkan sampai sepertiga paha atas, kemudian vena dilengketkan dari dalam. Vena di bawah (dengkul) akan mati dengan sendirinya karena tidak mendapat aliran darah,” urai dr. Achmad Faisal, SpBTKV .

Terapi ini bisa dipakai untuk semua derajat varises. Pemakaian terapi laser memberi hasil yang jauh lebih baik, dibanding ultrasound. “Setahun pascatindakan RFA pasien datang kembali, masih ada varises. Tapi, tidak jika memakai EVLT,” katanya. 

Studi perbandingan antara kedua prosedur tersebut untuk kasus gangguan vena safena besar (GSV), pernah dilakukan Puggioni A, dari Division of Vascular Surgery, Mayo Clinic, Amerika Serikat. Riset dilakukan antara Juni 2001 - Juni 2004, terhadap 130 tungkai (92 pasien);  RFA dilakukan pada 53 tungkai & EVLT di 77 tungkai. Di samping itu, dilakukan prosedur bersama, termasuk phlebectomy pada 126 tungkai, operasi endoskopi perforator subfascial (10 tungkai) dan ablasi vena safena kecil untuk 4 tungkai.

Didapati, oklusi GSV terjadi pada 93,9% tungkai dengan EVLT, dibanding 90,9% pada kelompok RFA.  Terjadi 3 kasus penonjolan akibat trombus di vena femoral (common femoral vein / CFV), setelah dilakukan prosedur EVLT; kemudian mendapat terapi antikoagulan. USG dulplex direkomendasikan pada semua pasien, setelah dilakukan prosedur ablasi. Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Vascular Surgery 2005.

Terapi phlebectomy, menurut dr. Achmad, dilakukan dengan memasukkan vein stripper dari bawah sampai paha atas, kemudian menarik putus vena. ”Pasien akan merasa nyeri luar biasa dan kaki bengkak pascaprosedur, sehingga teknik ini sudah mulai ditinggalkan,” katanya.

Pada sebagian kecil kasus, setelah dilakukan terapi ablasi tetap terjadi rekurensi. Dalam hal ini,. dapat ditatalaksana menggunakan terapi kompresi atau sclerotherapy.

BACA SCLEROTHERAPY, TERAPI SUNTIK PADA VARISES

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.