Penyebab Nyeri Dada2 | ethicaldigest

Penyebab Nyeri Dada2

Hipertropic cardiomyopathy. Terjadi akibat penebalan pada otot jantung. Kondisi ini mengakibatkan jantung bekerja lebih keras, untuk memompa darah. Alhasil, kondisi ini lama kelamaan akan mengakibatkan rasa nyeri di dada. Bahkan, beberapa jenis cardiomyopathy dapat mengakibatkan pusing, sesak nafas dan beberapa gejala lainnya.

Prolaps katup mitral. Merupakan suatu kondisi di mana katup jantung gagal menutup dengan baik dan benar. Beberapa gejala terkait kondisi ini yang muncul pada pasien adalah nyeri dada, jantung berdebar dan juga pusing. Prolaps katup mitral kadang tidak ditemukan adanya gejala, terutama jika prolaps masih kategori ringan.

Cononary artery dissection, atau disebut juga diseksi aorta, merupakan salah satu penyebab munculnya nyeri dada. Nyeri yang timbul umumnya berat dengan sensasi seperti terkoyak. Nyeri yang muncul bisa mulai dari leher, punggung dan perut. Berbagai factor yang menjadi penyebab terjadinya robekan aorta, salah satunya adalah tekanan darah tinggi, yang kemudian menyebabkan rusak/robeknya dinding aorta.

Nyeri dada akibat masalah sistim pencernaan

Masalah pada sistim pencernaan, dapat menyebabkan nyeri dada layaknya yang disebabkan oleh penyakit jantung. Berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkanya:

Gastroesophageal reflux disease (GERD). Dikenal sebagai reflux asam, terjadi ketika isi perut bergerak kembali atau berbalik ke tenggorokan. Kondisi ini  mengakibatkan munculnya rasa pahit di mulut, juga muncul sensasi nyeri dada seperti rasa terbakar di dada mau pun tengorokan. Terdapat beberapa pemicu terjadinya GERD, di antaranya: obesitas, merokok, hormonal selama kehamilan, dan makanan pedas dan berlemak. Nyeri dada yang diakibatkan dari reflux asam, hampir sama dengan yang diakibatkan oleh penyakit jantung. Tak lain karena letak jantung dan esophagus berdekatan dan berbagi jaringan saraf.

Kontraksi esophagus. Terjadi karena otot esopaghus mengalami spasm, dapat juga karena tekanan yang tinggi dari esopaghus yang berkontraksi. Kondisi ini selanjutnya dapat mengakibatkan nyeri dada pada pasien.

Esophageal hypersensitivity. Terjadi ketika esophagus menjadi nyeri, ketika terpapar asam atau ketika terjadi tekanan pada esophagus. Penyebab hipersinsitivitas ini belum diketahui pasti, namun kondisi ini bisa mengakibatkan nyeri dada pada pasien.

Rupture esophagus. Nyeri dada yang cukup parah, diikuti dengan muntah dan  bisa menjadi tanda terjadinya rupture esophagus.

Pepticulcers atau yang dikenal sebagai tukak lambung, biasa ditandai dengan ketidaknyamanan pada lambung. Ini terjadi karena dinding lambung mengalami luka. Tukak lambung bisa terjadi pada mereka yang merokok, pengonsumsi alcohol, atau mereka yang sering menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin atau NSAIDs. Umumnya, rasa nyeri di dada akan hilang ketika penderita mengonsumsi antacid.

Hiatal hernia. Kondisi ini terjadi ketika perut bagian atas mendorong dada bagian bawah, terutama setelah makan. Nyeri dada ini terasa lebih parah, ketika seseorang berbaring.

Masalah kandung empedu. Jika seorang pasien mengeluh sakit di bagian dada kanan bawah, terutama setelah makan-makanan yang mengandung lemak, mungkin pasien mengalami masalah pada kandung empedunya.

Potensi lain penyebab nyeri dada

Tenaga medis perlu menyadari bahwa anxiety, juga dapat memicu terjadinya nyeri dada pada pasien. Beberapa gejala yang bersamaan muncul dari nyeri dada,  meliputi pusing, sesak nafas, jantung berdebar, kesemutan dan gemetar.

Menurut dr. Daniel, penting mengedukasi pasien tentang nyeri dada. Terutama mereka yang memang memiliki factor risiko. Atau, mereka yang sebelumnya pernah mengalami riwayat penyakit jantung, atau memiliki kondisi kesehatan lain yang dapat memicu nyeri dada.

Perlu diinformasikan kepada pasien untuk jangan ragu menghubungi dokter, ketika nyeri dada muncul. Terutama nyeri dada yang datang secara tiba-tiba atau nyeri dada yang tidak berkurang, meski pasien sudah mengonsumsi obat penghilang nyeri atau melakukan perawatan lainnya.

BACA PENYEBAB NYERI DADA1

 

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.