Penyebab Nyeri Dada1 | ethicaldigest

Penyebab Nyeri Dada1

Selain karena penyakit jantung, nyeri dada bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lain meliputi paru-paru, sistim pencernaan, otot, tulang rusuk, dan saraf.

Ketika seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada, banyak dokter yang mengira bahwa pasien mengalami serangan jantung. Jika ini terjadi di klinik dokter umum, dokter yang bersangkutan akan segera merujuk pasien kepada ahli cardiology.

Dokter umum memang tidak bisa melakukan penanganan, tetapi juga tidak bisa mengabaikan kejadian nyeri dada yang dialami pasien. Masalahnya, nyeri dada tidak selalu berhubungan dengan serangan jantung. Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan lain yang dialami penderita.

Data yang ada menyebutan, sekitar ¼ penduduk Amerika Serikat mengalami nyeri dada, namun nyeri itu tidak semuanya berhubungan dengan penyakit jantung. Nyeri dada juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan organ tubuh yang lain seperti paru-paru, kerongkongan, otot, tulang rusuk, atau saraf. Berbagai kondisi ini,  memang, ada yang dapat mengancam nyawa penderita. Tetapi sebagain yang lain tidaklah terlalu membahayakan. Satu-satunya cara untuk mengevaluasi penyebab nyeri dada, adalah dengan melakukan diagnosis lanjutan yang dilakukan oleh pakar, atau melalui bantuan alat diagnosis untuk memastikan penyebab nyeri dada.

Nyeri dada ang dirasakan oleh pasien, bisa bermacam-macam. Ada rasa nyeri yang dimulai dari leher, kemudian menjalar hingga perut bagian atas. Atau, nyeri tajam di dada sampai menembus ke belakang (punggung), dan masih banyak lagi yang lainnya. Pasien bisa mengalami rasa nyeri yang bermacam-macam,. Seperti, nyeri yang tajam atau tumpul, rasa nyeri disertai rasa terbakar dan nyeri seperti tertusuk benda tajam. Atau, bisa juga nyeri dada yang mengikat layaknya diremas, yang mengakibatkan sensasi nyeri yang teramat sakit.

Nyeri dada karena penyakit jantung

Menurut dr. Daniel PL Tobing, SpJP, Staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vascular FKUI/Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, dalam diskusi SOHO#BeterU bertajuk “Waspada Serangan Jantung Mendadak,” meski bukan satu-satunya penyebab nyeri dada, masalah kesehatan jantung merupakan penyebab paling sering dari nyeri dada. Beberapa kondisi berikut ini merupakan penyebab, di antaranya:

Angina. Kondisi ini terjadi karena terjadi sumbatan ke pembuluh darah jantung, yang selanjutnya mengakibatkan menurunnya aliran darah dan suply oksigen ke otot-otot jantung. Inilah yang selanjutnya mengakibatkan munculnya rasa nyeri yang teramat sangat, meski umumnya tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan jantung permanen. Nyeri yang ditimbulkan berupa nyeri dada yang menyebar ke lengan, bahu, rahang, dan menyebar hingga ke punggung. Mungkin juga, penderita akan merasakan sensasi nyeri seperti ditekan atau seperti diremas-remas. Nyeri dada yang disebabkan angina, mungkin dipicu oleh beberapa hal. Di antarnya olahraga secara berlebihan, kegembiraan yang meluap-luap, dan gangguan emosional. Biasanya akan hilang sendiri jika penderita beristirahat.

Nyeri dada karena infark miokard atau yang orang awam menuebutnya sebagai serangan jantung. “Kondisi ini  karena terjadi penurunan aliran darah yang melalui pembuluh darah jantung, kemudian menyebabkan kematian sell dan otot jantung,” jelas dr. Daniel. Hal ini mirip dengan nyeri dada yang disebabkan angina. Bedanya, nyeri dada karena serangan jantung biasanya serangannya akan lebih parah. Nyeri yang dirasakan juga sangat menyiksa dan umumnya tidak hilang hanya dengan beristirahat. Disertai dengan rasa mual, keluar keringat dingin, dan pasien bisa jadi tidak sadarkan diri karena rasa nyeri yang sangat menyiksa.

Selanjutnya miokarditis. Ini merupakan kondisi, di mana terjadi peradangan pada otot jantung. Kondisi ini dapat mengakibatkan nyeri dada. Selain itu, tubuh pasien akan mengalami demam, lemas atau terasa lelah dan kesulitan dalam bernafas. Meski tidak terjadi penyumbatan pada pembuluh darah jantung, gejala miokarditis mirip dengan serangan jantung.

Perikarditis. Ini merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi di sekitar katup jantung. Kondisi ini jdapat menyebabkan rasa sakit yang mirip dengan yang disebabkan oleh angina. Namun seringkali nyeri yang dirasakan lebih tajam dan menetap, di sekitar leher bagian atas dan di sekitar otot-otot bahu. Kadang-kadang pasien merasakan perburukan nyeri ketika sedang bernafas, menelan makanan, atau dalam posisi berbaring atau terlentang.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.