Penggunaan Stoking Kompresi pada Varises | ethicaldigest

Penggunaan Stoking Kompresi pada Varises

Ada 3 tujuan terapi varises. Pertama, mengurangi rasa ketidaknyamanan atau nyeri. Kedua, menangani komplikasi, seperti pembengkakan, perubahan warna kulit atau ulkus. Ketiga, untuk tujuan kosmetik.

Metode kompresi adalah terapi yang paling lama masih digunakan. Menurut catatan, prajurit Romawi kuno membebat kaki mereka dengan tali dari kulit untuk meningkatkan sirkulasi darah kaki selama berbaris. Adapun terapi kompresi modern, meliputi perban elastis atau stoking kompresi.

“Memakai perban agak merepotkan pasien, kalau harus pasang-lepas tiap hari,” katah dr. Achmad Faisal, SpBTKV. “Lebih praktis dengan stoking kompresi.”

Stoking kompresi dirancang khusus untuk meningkatkan sirkulasi dan membantu aliran darah balik ke jantung. Tingkat keketatan kompresi secara bertahap ; area betis adalah yang paling longgar (penekanan 50%) dan pergelangan kaki adalah yang paling ketat (penekanan 100%).

European Journal of Vascular and Endovascular Surgery edisi Januari 2018 menyatakan, memakai stoking kompresi dengan daya tekan 18-21 mmHg selama 1 minggu, membantu mengurangi gejala gatal dan nyeri karena varises, dibanding pemakaian stoking biasa.

The National Institute for Health and Care Excellence (NICE), Inggris, juga merekomendasikan pemakaian stoking pada kasus varises selama kehamilan. Sedangkan International Journal of Angiolgy (2017) mencatat, memakai stoking kompresi 22 mgHg selama 6 bulan membantu mengontrol pembengkakan pada pasien varises yang hamil.

“Pada wanita hamil volume plasma meningkat, tapi juga ada kebocoran kapiler dan bisa diperparah dengan varises. Terapi kompresi akan memadatkannya. Pembuluh darah menyempit lagi dan katup kembali bagus, sehingga aliran darah lebih lancar. Ini juga untuk mencegah thrombus,” papar Dr. dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (K), dari RS Ibu dan Anak Brawijaya, Jakarta.

Ibu hamil dianjurkan menggunakan stoking kompresi ukuran 15-20 mmHg. Dr. Damar menambahkan, jika varises menjadi lebih berat dianjurkan memakai stoking dengan ukuran kompresi  >20 mmHg. “Makin berat derajat varises, makin besar kompresinya; >36 mmHg,” urainya. “Ini seperti kalau bepergian ke luar negeri, duduk di pesawat sampai 12 jam dianjurkan memakai stoking kompresi dan menggerakkan kaki. Tujuannya supaya tidak statis dan terbentuk trombosis.”

Stoking dianjurkan dipakai segera setelah bangun tidur (pagi) dan melepasnya saat akan tidur (malam). Pasien mungkin merasa tidak nyaman, terutama pada cuaca panas. Penting untuk memakai stoking dengan benar (untuk mendapat manfaat optimal), dan segera perbaiki jika stoking melorot, atau menggulung.

Pemakaian stoking kompresi juga berisiko menyebabkan kulit kaki menjadi kering, sehingga disarankan mengoleskan emollient (pelembab) sebelumnya. NICE merekomendasikan pemakaian terapi kompresi sebagai perawatan jangka panjang, jika terapi lain tidak cocok.

BACA KOMPLIKASI VARISES PADA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.