Komplikasi Varises Pada Jantung dan Pembuluh Darah | ethicaldigest

Komplikasi Varises Pada Jantung dan Pembuluh Darah

Dalam jurnal International Union of Angiology (2009), Mäkivaara LA, dari University of Tampere, Tampere School of Public Health, Finlandia, melakukan studi untuk mengetahui apakah pasien varises lebih berisiko mengalami gagal jantung kongestif (CHF), dibanding mereka yang tidak menderita varises.

Peneliti melibatkan 4903 penduduk Tampere, Finlandia, paruh baya yang menderita varises atau tidak selama 5 tahun. Didapati, marjinal prevalensi CHF lebih tinggi pada pasien varises, dibanding mereka tanpa varises (2,9% vs 1,9%) dengan nilai OR 1,6 (1,0 -2,3). Insidensi CHF lebih tinggi pada subyek dengan varises, dibanding yang lain (4,9 vs 2,6 per 1000 orang-tahun). 

“Pengamatan longitudinal kami konsisten dengan hipotesis bahwa mereka dengan varises, memiliki risiko CHF lebih tinggi yang tidak diperantarai jenis kelamin, usia, kelebihan berat badan, penyakit arteri atau hipertensi,” tulis peneliti.

Sebelumnya, tahun 2007 Mäkivaara melakukan riset untuk mengetahui, apakah pasien varises lebih berisiko pada penyakit arteri, seperti angina pektoris, infark miokardial, penyakit arteri perifer oklusif dan penyakit serebrovaskuler. Studi kohort dengan jumlah responden 6.874 orang, berusia 40-60 tahun, ini juga dilakukan selama 5 tahun.

Selama masa pengamatan, penyakit arteri baru secara signifikan lebih sering pada individu dengan varises. Insiden odds ratio (OR) adalah 2,0 (nilai confidence interval  95%, 1,5-2,7; n=3.032), tetapi nilai OR kejadian hipertensi baru adalah 1,0 (95% confidence interval, 0,8-1,3; n= 2.915). Disimpulkan, varises merupakan indikator risiko penyakit arteri, bukan hipertensi.   

Menurut dr. Achmad Faisal, SpBTKV, yang mengambil spesialis bedah toraks kardiak vaskular di University Hospitals of the Ruhr-University of Bochum, Jerman, ”Jika tidak tertangani dengan baik, varises berisiko pada penyakit jantung lewat tiga cara.”

Pertama, menyebabkan peningkatan rasa sakit (hilang –timbul), pembengkakan dan peradangan vena. Hal ini akan mengirimkan faktor peradangan ke seluruh pembuluh, termasuk di jantung.  Jurnal JAMA menyatakan, pada pasien varises terjadi peningkatan penanda inflammatory dan prothrombolitic marker.

Kedua, terjadi trombosis di vena dalam (deep vein thrombosis / DVT). Aliran darah yang tidak baik  akan berputar-putar (turbulence) dan menggumpal, menyebabkan aliran darah kembali ke jantung; mengganggu fungsi jantung. Studi dr. Shyue-Luen Chang, phlebologist dari Chang Gung Memorial Hospital in Taoyuan, Taiwan, pada 425.000 orang menyatakan penderita varises berisiko 5 x lipat menderita DVT.

Ketiga, gumpalan darah terlepas dan mengikuti aliran darah sampai ke vena pulmonalis, menyebabkan emboli paru. “Jika sudah demikian, angka mortalitasnya sampai 80%. Ini seperti buah simalakama, tidak dioperasi meninggal, dioperasi risiko hidup hanya 10%,” ujar dr. Achmad. “Operasi memakan waktu lama, karena kita harus ambil embolinya satu-satu, flushing di tiap cabang vena pulmonalis.”

Biasanya pasien yang berisiko mengalami emboli paru adalah mereka dengan riwayat DVT, terutama yang berhenti mengonsumsi antikoagulan. “Sebenarnya pada varises stadium C2 dengan gejala klinis, sudah berisiko menyebabkan serangan jantung,” katanya.

Riset oleh Seligsohn U, dan kawan-kawan  yang dipublikasikan dalam the New England Journal of Medicine (2001) menyatakan, pasien varises juga berisiko tinggi mengalami tromboemboli. Tingginya angka superficial tromboemboli vena (SVT) pada pasien varises, bisa menyebar menjadi DVT (pada 7-44% kasus), yang akhirnya menyebabkan emboli paru.

BACA BAHAYANYA VARISES PADA IBU HAMIL

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.