Simepravir, Terapi Baru Hepatitis C Kronik | ethicaldigest

Simepravir, Terapi Baru Hepatitis C Kronik

FDA menyetujui penggunaan simepravir (Olysio), obat baru untuk hepattitis C kronik, November 2013. Hepatitis C merupakan infeksi virus yang menyebabkan inflamasi hati, yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi hati hingga gagal hati. Kebanyakan penderitanya tidak mengalami gejala hingga kerusakan hati terlanjur berat, dan mengalami hepatitis C kronik. Timbul jaringan parut dan sirosis bertahun-tahun kemudian.

Simepravir merupakan protease inhibitor yang menghalangi protein tertentu yang dibutuhkan oleh virus hepatitis C dalam replikasi. Obat ini digunakan dalam kombinasi dengan terapi antivirus lainnya. Simepravir diindikasikan untuk pasien dewasa yang mengalami gangguan hati, termasuk sirosis, yang belum mendapat terapi sebelumnya (naïve) mau pun yang sudah, namun tidak efektif.

Simepravir merupakan protease inhibitor ke-tiga yang disetujui FDA, untuk pengobatan infeksi virus hepatitis C. Sebelumnya, FDA menyetujui boceprevir dan telaprevir. Simepravir diuji keamanan dan efektivitasnya melalui  lima buah studi terhadap 2.026 partisipan, baik yang sudah atau belum pernah mendapat terapi, yang dipilih secara acak untuk mendapat simepravir dengan peginterferon-alfa dan ribavirin, atau plasebo dengan peginterferon-alfa dan ribavirin.

Studi menunjukkan, 80% partisipan naïve yang mendapat simepravir plus interferon-alfa dan ribavirin, mencapai respon virologis yang baik. Sementara, pada kelompok plasebo hanya 50%. Pada studi yang melibatkan partisipan dengan hepatitis C relaps, 79% yang mendapat simepravir ditambah peginterferon-alfa dan ribavirin mencapai respon virologis yang baik, dibanding kelompok yang mendapat plasebo ditambah peginterferon-alfa dan ribavirin, yang hanya mencapai 37%.

Penurunan efektivitas simeprevir didapat pada partisipan yan terinfeksi virus hepatitis C genotip 1a dengan polimorfisme NS3 Q80, strain yang sering ditemukan di Amerika Serikat. Dalam label dicantumkan anjuran untuk melakukan skrining terhadap strain ini, sebelum memulai terapi dan menganjurkan terapi lain jika terdapat strain ini.

Efek samping simepravir dalam studi, antara lain ruam (termasuk fotosensitivitas), gatal (pruritus) dan mual. Pasien dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan tabir surya selama terapi. Obat dari Janssen Pharmaceutical ini tidak boleh digunakan secara tunggal untuk mengobati infeksi hepatitis C kronik.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.