Rumah Sakit Asri Kecil Tapi Indah | ethicaldigest

Rumah Sakit Asri Kecil Tapi Indah

“Mana surat-surat dari pasien yang jelek-jelek? Surat-surat yang bagus, memuji-muji, nggak usah.” Begitu kata Prof. dr. Hadiarto Mangunnegoro, Sp.P, FCCP, Kepala Rumah Sakit Asri, dalam setiap meeting yang diadakan. Masukan dari pasien dan keluarga, dinilai sebagai sesuatu yang sangat berharga. Rumah sakit ini diresmikan 8 Januari 2008 oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat waktu itu, Ir. Aburizal Bakrie.

Rumah sakit ingin memberikan pelayanan yang benar-benar memuaskan, sesuai mottonya yakni Your Home for Better Health. Antara lain berkat masukan dari pelanggan, maka RS ini perlahan tapi pasti terus berkembang dan semakin ramai oleh pengunjung.

RS Asri beralamat di Jalan Duren Tiga No.20, Jakarta Selatan. Bangunannya  4 lantai, berarsitektur modern, cat warna cerah dan lebih mirip hotel ketimbang rumah sakit. Di halaman depan terdapat taman kecil dan beberapa pohon palm. Begitu masuk ke dalam, di sisi kiri ada Asri Cafe, yang menyediakan hidangan lezat standar hotel bintang 5. Pengunjung bisa bersantap dengan santai. Bisa membuka laptop, karena di sini ada akses hotspot internet gratis. Bisa nonton TV sambil menghirup teh atau kopi sembari ngemil makanan kecil.

 Berdiri di atas areal seluas 3.550 m2 dengan kapasitas 39 tempat tidur, RS Asri masuk kategori boutique hospital, yang kini makin ngetrend di dunia. RS Asri memang tak hendak bersaing dengan rumahsakit besar, dengan peralatan serba lengkap, yang banyak bermunculan.

Menurut Prof. Hadiarto, di kalangan masyarakat ada kecenderungan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang “lebih” dan dilayani secara privat. Situasi di rumah sakit besar yang crowded, membuat pasien harus sabar dan harus berjalan cukup jauh untuk ketemu dokter, ke lab, menebus obat, melakukan pembayaran dan lain-lain.

Di RS Asri yang “Kecil Tapi Indah”, begitu datang pasien dapat segera dilayani. Dokter akan memeriksa secara detail, dilakukan tes-tes yang diperlukan termasuk laboratorium. Dipadu dengan pengalaman, dokter bisa melakukan diagnosa secara akurat. Terapi disesuaikan dengan kondisi penyakit: ringan, sedang atau berat. Juga diteliti, penyakit pasien itu murni atau penyakit yang menyertai.

Dokter-dokter spesialis di sini sudah berpengalaman, dan selalu mengacu pada guideline terbaru. Ditambah dukungan perawat yang terlatih dan selalu senyum. Meski di boutique hospital, pasien tidak harus merogoh kocek terlalu dalam.”Bagus tidak harus mahal,” ujar Prof. Hadiarto kepada Agung Sutopo dan Surasono dari Ethical Digest.

Menurut dr. Agustina Suhanuri, MARS, Manager Pelayana Medis, tarif termahal (kelas Super VIP) Rp. 1,5 juta dan termurah (Kelas 3) Rp.125 ribu. Dari pasien yang datang, 30% adalah pasien asuransi & perusahaan, sisanya (70%) pasien umum.

RS Asri melayani masyarakat dengan Care, Emphaty & Competence. Pasien yang datang bisa segera dilayani, karena di sini setidaknya ada 30 dokter spesialis dan 4 dokter umum dengan 10 poliklinik. Total karyawan sekitar 160 dan BOR 54%. Misi RS adalah: menjadi rumah sakit yang mampu menyelenggarakan pelayanan reproduksi pria dan wanita secara pariurna, dan mengutamakan kebutuhan pasien. Visinya: menjadi RS yang memberikan pelayanan reproduksi yang beretika dan terkemuka di Asia Tenggara pada 2012.

Sekarang tahun 2010. Tahun 2010 berarti 2 tahun lagi. “Sebenarnya, visi itu lebih pada harapan kami, yakni agar pasien tidak berobat ke luar negeri,” ujar dr. Agustina. Cukup menggembirakan; beberapa pasien yang berobat ke luar akhirnya kembali ke RS Asri, karena diagnosa dan terapinya sama. Dan, pelayanan di luar negeri, ternyata juga tidak selalu lebih baik.

Unggulan

Nama Asri diambil dari penggagas berdirinya RS, yaitu Ny. Asri Damayanti (almarhumah). Beliau istri Ir. H.  Suyadi Cakrawijaya, pimpinan Majelis Taklim Raudhatus Sholihin. Hj. Asri mengharapkan agar RS di bawah PT Rashal Siar Cakra Medika, mampu memberikan layanan kesehatan reproduksi pasangan suami istri (pasutri) yang efektif, aman dan efisien.

Sejak berdiri 2 tahun lalu, pusat fertilitas menjadi layanan unggulan. Menurut data, pada 85-90% pasutri yang sehat akan terjadi pembuahan dalam satu tahun. Ada sekitar 10-15% pasutri yang setahun setelah melakukan hubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi, pembuahan tidak terjadi. Padahal, pasutri umumnya sangat ingin punya momongan.

RS Asri menggabungkan layanan obstetri ginekologi bagi wanita dengan layanan urology bagi pria. Layanan fertilitas meliputi analisa hormon, laboratorium sperma, induksi ovulasi, inseminasi intrauretin dan in vitro fertilization.

Unggulan kedua, Centre of Urology. Seperti diketahui, urology adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus menangani bedah ginjal dan saluran kemih serta alat reproduksi pria. “Infertilitas bukan hanya masalah wanita. Suami perlu juga diperiksa,” ujar dr. Nur Rasyid, SpU(K). Secara garis besar masalah infertilitas 1/3 memang berasal dari wanita, 1/3 dari pria, bisa dari dua-duanya ,disamping ada yang belum diketahui peyebabnya. Berbeda dengan di sementara rumah sakit yang banyak melibatkan androlog, di sini urolog berperan penting dalam kasus infertilitas. Termasuk untuk gangguan ereksi, andropause, prostat jinak dan kanker prostat.

Asri Urology Center cukup dikenal di kalangan penderita batu ginjal dan saluran kemih; bukan hanya di Jakarta Selatan tapi juga di wilayah dan kota-kota lain. Belum lama ini, pasien dengan batu ginjal berukuran 6x4 cm sukses ditangani dengan tehnik PCNL (Per Cutaneous NephroLithotripsy). Yakni tindakan penghamcuran batu dengan membuat sayatan kecil (1,5 cm) pada kulit, untuk akses batu langsung di ginjal.

“Sesuai guideline terbaru, batu > 2 cm harus dengan PCNL. Batu ukuran 5 mm – 2 cm (di Indonesia toletansi sampai 3 cm) dengan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), bila fungsi ginjal pasien baik. Batu < 5 mm dengan obat,” ujar dr. Rasyid.

RS Asri memiliki mesin ESWL (Richard Wolf) dengan teknologi mutakhir, dilengkapi monitor USG Real Time yang dapat mengurangi radiasi (Fluoroskopi). Pasien yang tidak dibius, bisa menyaksikan langsung proses pemecahan batu di tubuhnya. Ada URS (Uretero Renoscopy), yakni alat endoskopi yang dimasukkan melalui saluran kemih ke saluran ginjal. Batu ureter dipecahkan dengan energi pneumatic menjadi mpecahan kecil dan dikeluarkan bersama air kemih.

Unggulan berikutnya, Obstetri & Ginekologi. Layanannya mulai pramarital, prakehamilan, kehamilan, persalinan dan pascapersalinan secara terpadu. “Kami juga menangani bermacam masalah kewanitaan lain, menggunakan peralatan dengan teknologi terkini. Kepada pasien kami berikan kenyamanan, pendekatan personal dan privacy,” ujar dr. Agustina.

Dengan 10 poliklinik yang ada, pasien dan keluarga dengan gangguan kesehatan berbeda, bisa dilayani. Misalnya THT, Pulmonologi, Kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Jantung, Gigi, Kulit & Kelamin, Orthopedi, Rehab Medik dan lain-lain. Di Klinik Paru, Prof. Hadiarto ikut melayani pasien. Ia melihat, anak penderita asma cenderung meningkat. Bukan hanya karena lingkungan yang terpolusi, tapi juga karena penggunaan AC. “Perbedaan suhu 6-7 derajat Celcius di dalam dan di luar ruangan, dapat memicu asma,” ujarnya.

Selain memanfaatkan internet, RS Asri percaya bahwa promo dari mulut ke mulut cukup ampuh. Pasien yang merasa puas akan berceritera kepada anggota keluarga yang lain, kerabat, tetangga dan sejawat. Tidak salah bila RS ini disebut sebagai “rumah sakit keluarga”.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.