Tempe, Cegah Diare

Tempe, Cegah Diare

Diare di Indonesia, angkanya masih cukup tinggi, terutama di daerah-daerah perifer. Penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus, karena penggunaan antibiotik (antibiotic associated diarrhea [AAD], dan beberapa penyebab lainnya. Secara garis besar, diare dibagi menjadi 3 jenis: diare akut, diare berdarah atau disentri dan diare presisten.

 “Masing-masing kondisi tersebut memerlukan pengobatan yang berbeda-beda,” kata Prof Dr. dr. Agus Firmansyah, SpA(K), dari FK Universitas Indonesia. Ia menjelaskan, pada kasus diare akut rehidrasi pasien merupakan hal terpenting yang harus dilakukan. “Tujuannya untuk mencegah kematian pada penderita,” tambahnya. Sementara pemberian nutrisi, bertujuan untuk mencegah terjadinya malnutrisi pada anak yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Diare akut dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, seperti  rotavirus, adenovirus, norovirus dan juga E. coli atau salmonella. “Dari sekitar 60% diare akut, 70-80% di antaranya disebabkan oleh virus. Hanya 20% yang disebabkan E. coli dan salmonella,” tambah Prof. Agus.

Pada pasien disentri, antibiotik berperan penting dalam pengobatan. Karena, disentri terutama disebabkan oleh shigella, campylobacter, yersinia, enterobacter dan entamoeba. Sementara untuk diare presisten, harus dicari lebih dulu apa penyebabnya, sebelum memberi pengobatan.

Menurut Prof. Agus, pada diare akut, disentri mau pun diare presisten, selain memberikan terapi terhadap masing-masing penyebabnya, penting untuk melakukan rehabilitasi mukosa lambung. “Karena, penderita diare umumnya mengalami kerusakan mukosa lambung,” jelasnya. Rehabilitasi bisa dilakukan dengan pemberian nutrisi.

Diare juga dapat mencetuskan terjadinya malnutrisi, karena pasien umumnya akan mengalami anoreksia. Terhentinya asupan nutrisi, kemudian akan menyebabkan mal absorbsi yang dapat menyebabkan terjadinya enteropati yang menyebabkan hilangnya protein (protein losing enteropathy). Sebuah penelitian memperlihatkan, 75% diare akut dapat menyebabkan protein losing enteropathy. “Di sinilah pentingnya pemberian makanan tinggi protein. Jika tidak, dalam 14 hari kemungkinan untuk terjadinya hipoalbuminemia akan sangat tinggi,” kata Prof. Agus.

Untuk mencegah terjadinya malnutrisi dan malabsorbsi, sangat dianjurkan memberikan elemental formula, seperti pregestimil, nutrilon pepti dan alvare. Atau designed formula, seperti chicken based formula atau tempeh based formula.  Jika diperlukan, penderita juga bisa diberikan TPN (Total Parenteral Nutrition) selama 14 hari untuk membantu regenerasi mukosa usus halus.

Tempeh Base Formula

Penelitian mengenai manfaat formula berbasis tempe untuk mengatasi diare, sudah banyak dilakukan. Salah satunya oleh Mien Mahmud di Bogor tahun 1987, I. Sudigbia di Semarang tahun 1990, Yati Soenarto di Yogyakarta tahun 2001, Erniza di Semarang tahun 2002, Budiwiarti di Jakarta tahun 2008, dan Sri Y Hartatiningrum di Jepara pada tahun 2010.

Menurut Prof. Agus, tempe secara menyeluruh memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Karena terbuat dari kedelai utuh melalui proses fermentasi. Ini menjadikan tempe mudah dicerna. Selain itu, tempe juga memiliki kandungan serat atau fiber yang cukup tinggi, sehingga baik untuk kolon, dengan rasa yang enak, serta rendah sodium.

Tempe merupakan protein terhidrolasi yang mengandung banyak sekali asam amino, tinggi akan zink dan fiber. Sebuah studi pada binatang membuktikan bahwa formula berbasis tempe, mampu mengurangi hilangnya cairan akibat diare, menghambat adhesi dari ETEC pada sel usus,  meningkatkan berat badan dan asupan makanan pada binatang penelitian.

Penelitian juga membuktikan, pemberian bubur berbahan dasar tempe pada pasien diare akut dapat mencegah penurunan berat badan. Sehingga, pemberian bubur berbahan tempeh mampu mencegah terjadinya malnutrisi dan malabsorbsi pada penderita diare. “Tapi, jangan dianggap bahwa tempe bisa mempersingkat masa diare,” tambah Prof. Agus. Bisa dikatakan, makanan dengan bahan dasar tempe dapat digunakan sebagai salah satu nutritional support pada anak yang mengalami diare akut.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.