Target Baru untuk Osteoporosis | ethicaldigest

Target Baru untuk Osteoporosis

Badan Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) telah menyetujui denosumab (Prolia, Amgen) untuk pengobatan osteoporosis yang diinduksi oleh glukokortikoid pada pria dan wanita yang berisiko tinggi mengalami patah tulang, yaitu mereka yang memiliki riwayat patah tulang osteoporosis, beberapa faktor risiko untuk fraktur, atau pasien yang gagal atau tidak toleran terhadap terapi osteoporosis lainnya.

Denosumab adalah terapi pertama yang disetujui untuk osteoporosis yang secara khusus menargetkan RANK Ligand, regulator penting osteoklas.

Committee for Medicinal Products for Human Use  (CHMP) dari European Medicines Agency (EMA) juga baru-baru ini mengadopsi pendapat positif pemasaran denosumab di Uni Eropa untuk pengobatan keropos tulang yang terkait dengan terapi glukokortikoid sistemik jangka panjang pada orang dewasa.

Ini adalah indikasi kelima untuk denosumab, yang sudah disetujui di Amerika Serikat untuk pengobatan wanita pascamenopause dengan osteoporosis yang berisiko tinggi untuk fraktur; laki-laki dengan osteoporosis berisiko tinggi untuk fraktur; wanita berisiko tinggi untuk menerima terapi rekombinan aromatase adjuvant untuk kanker payudara; dan laki-laki berisiko tinggi mengalami fraktur karena menjalani terapi penurunan androgen.

Persetujuan di Amerika dan Uni Eropa didasarkan pada data dari studi fase 3 yang menunjukkan, pasien yang menjalani terapi glukokortikoid, yang disertai  denosumab memiliki peningkatan kepadatan mineral tulang (BMD) yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang menerima obat pembanding, risedronat bifosfonat.

Hasil penelitian ini baru-baru ini diterbitkan di Lancet Diabetes & Endocrinology, seperti dilansir Medscape Medical News.

"Pasien yang menggunakan obat glukokortikoid sistemik jangka panjang dapat mengalami penurunan kepadatan tulang dengan cepat dalam beberapa bulan awal pengobatan," kata pimpinan studi Kenneth F. Saag, MD, profesor kedokteran di University of Alabama di Birmingham School of Medicine. "Dengan persetujuan ini, pasien yang menerima pengobatan glukokortikoid sekarang memiliki opsi baru untuk membantu meningkatkan kepadatan tulang mereka."

Dalam sebuah editorial yang menyertai publikasi penelitian ini, Elena Tsourdi, MD, PhD, dan Lorenz Hofbauer, MD, PhD, dari Technische Universitat Dresden Medical Center, Jerman setuju bahwa denosumab "merupakan langkah penting menuju pilihan pengobatan yang lebih baik untuk osteoporosis yang diinduksi glukokortikoid."

Tapi mereka menunjukkan bahwa BMD (bone mass density) "bukan penanda pengganti yang ideal untuk penelitian pada pasien dengan osteoporosis yang diinduksi oleh glukokortikoid, karena mengunderestimate peningkatan risiko fraktur dari efek ekstraskeletal glukokortikoid pada fungsi otot dan jatuh."

Dan dokter masih tidak tahu berapa lama untuk melanjutkan pengobatan dengan denosumab, karena para peneliti dalam percobaan ini hanya mampu melaporkan hasil hingga 12 bulan, tulis mereka. Dan, mungkin penghentian denosumab dapat menyebabkan penurunan cepat pada BMD, setidaknya di kalangan wanita pascamenopause.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.