Sayuran Hijau Turunkanan Kognisi | ethicaldigest

Sayuran Hijau Turunkanan Kognisi

Mengonsumsi 1 porsi sayuran hijau dapat membantu memperlambat penurunan kognitif karena penuaan. Dalam sebuah penelitian prospektif populasi berusia tua di AS, konsumsi sayuran berdaun hijau secara linier dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih lambat.

“Tingkat penurunan pada mereka yang mengonsumsi 1 - 2 porsi sehari, setara dengan orang berusia 11 tahun lebih muda, dibanding mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi sayuran hijau,” tulis para peneliti dalam publikasi yang diterbitkan secara online di Neurologi, 20 Desember 2017.

Penelitian terhadap kandungan nutrisi menunjukkan, sayuran berdaun hijau kaya akan folat, phylloquinone dan lutein. Masing-masing nutrisi ini dikaitkan secara linier dengan penurunan kognitif yang lebih lambat. Dan, tampaknya, terkait dengan efek protektif sayuran berdaun hijau terhadap perubahan kognitif.

"Ini mendukung hasil penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa sayuran hijau dapat memperlambat penurunan kognitif. Kami mengambil langkah lebih jauh dengan menyelidiki, nutrisi mana dalam sayuran yang bertanggung jawab atas efek proteksi tersebut," kata penulis utama, Martha Clare Morris, ScD, dari Rush University, Chicago, Illinois, AS.

"Sayuran berdaun hijau mengandung banyak nutrisi yang baik, beberapa di antaranya terkait dengan fungsi kognitif yang lebih baik," katanya, "Ini adalah makanan yang pastinya harus merupakan makanan pokok bagi semua orang, terutama orang tua."

Penelitian ini melibatkan 960 individu yang ambil bagian dalam Rush Memory and Aging Project, yang menyertakan sukarelawan dari lebih dari 40 perhimpunan pensiunan, unit perumahan umum untuk orang usia lanjut, gereja dan kelompok-kelompok orang usia lanjut di Chicago. Peserta bebas dari demensia pada saat pendaftaran dan menjalani evaluasi klinis tahunan dan kuesioner frekuensi makanan.

Usia rata-rata peserta 81 tahun, 74% perempuan dan memiliki tingkat pendidikan rata-rata 14,9 tahun. Rata-rata follow up adalah 4,7 tahun. Rata-rata asupan sayuran berdaun hijau berkisar 0,09 porsi /hari untuk mereka yang berada di kuintil asupan terendah, sampai rata-rata 1,3 porsi/ hari untuk kuintil tertinggi. Rata-rata, sampel mengalami penurunan skor kognitif global 0,08 unit terstandar/tahun.

Dalam suatu model campuran linier, yang disesuaikan berdasar usia, jenis kelamin, pendidikan, partisipasi dalam kegiatan kognitif, aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi makanan laut dan alkohol, konsumsi sayuran berdaun hijau dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih lambat. Tingkat penurunan untuk mereka yang berada pada kuintil asupan tertinggi, lebih lambat β = 0,05 unit terstandar(P = .0001) dibandingkan dengan kuintil terendah.

Tidak ada bukti bahwa hubungan tersebut diperantarai oleh kondisi kardiovaskular. Dalam analisis lebih lanjut, yang disesuaikan dengan gejala depresi, berat badan rendah (indeks massa tubuh [BMI] ≤ 20) dan obesitas (BMI ≥ 30), kondisi yang mungkin merupakan penyebab dan efek dari proses demensia, perkiraan efek tetap tidak berubah dan signifikan secara statistik (β untuk Q5 vs Q1 = 0,04; P <.001).

Para peneliti juga menemukan, sumber makanan mengandung folat, phylloquinone, lutein, nitrat, α-tocopherol dan kaempferol masing-masing secara positif dan signifikan terkait dengan penurunan kognitif yang lebih lambat. Hubungan yang lebih lemah, teramati dengan asupan makanan β-karoten.

Analisis lain menunjukkan, efek perlindungan sayuran berdaun hijau terhadap penurunan kognitif berkurang dan tidak signifikan secara statistik setelah penyesuaian asupan phylloquinone, lutein, atau folat. Ini menunjukkan bahwa nutrisi ini merupakan sumber nutrisi yang memiliki efek proteksi, terhadap penurunan kognitif.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.