Resiko Menindik Puting Pada Wanita | ethicaldigest

Resiko Menindik Puting Pada Wanita

Wanita perokok atau yang menindik putting, lebih cenderung mengalami abses payudara. Hal ini berdasarkan penelitian terbaru, yang dipublikasikan di edisi Juli 2010 Journal of American College of Surgeons. Para peneliti di University of Iowa, Amerika Serikat, menemukan kemungkinan berkembangnya abses payudara primer 6x lebih tinggi pada perokok, dibandingkan bukan perokok. Perokok juga 11x lebih mungkin untuk mengembangkan abses subareolar.

Ini adalah penelitian pertama, yang memberikan bukti klinis bahwa menindik puting juga merupakan faktor risiko untuk abses payudara subareolar. Onset abses terjadi 1 bulan hingga 7 tahun sejak melakukan piercing. Abses payudara merupakan lesi inflamasi dari payudara, sangat menyakitkan dan sulit diobati. Kecenderungan untuk kambuh sebesar 40-50%, menurut studi retrospektif sebelumnya.

“Hampir 60% dari pasien yang mengalami rekurensi abses payudara adalah perokok berat. Merokok tampaknya menjadi faktor risiko yang kuat munculnya abses payudara kedua. Kami menyarankan untuk memasukkan program henti merokok sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengobatan,” kata Vinod Gollapalli, MD, mahasiswa post-doktoral, Departemen Bedah University of Iowa Carver College of Medicine, Iowa, Amerika Serikat.

Menggunakan database pasien-pasien bedah dan radiologi di University of Iowa Hospitals and Clinics, peneliti mengidentifikasi 68% pasien yang berobat dari 1 Januari 2004-1 Nopember 2009, yang mengalami abses payudara. Mereka tidak memiliki riwayat kanker payudara, terapi radiasi payudara atau operasi payudara, dalam 12 bulan terakhir.

Dari 68 kasus yang dievaluasi, 53 pasien Kaukasia, 43 perokok dan 9 memiliki riwayat menindik puting. Sekitar 37 pasien (53%) memerlukan pengobatan melalui operasi. Dari jumlah ini, 22 perokok berat (mengisap lebih dari 10 batang /hari). Hasilnya, 5 pasien mengalami fistula susu dan semua pasien ini adalah perokok berat. Usia perokok dan operasi bisa meningkatnya risiko kekambuhan.

 Analisis univariat menunjukkan, merokok (rasio odds [OR] 8,0 [95% CI 3,4-19,4]), obesitas (OR 3,6 [95% CI 1,5-9,2]), diabetes mellitus (OR 5,7 [95% CI 1,1-54,9]) , dan piercing pada puting (OR 10,2 [95% CI 1.3-454.4]) merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berkembangnya abses payudara primer.

Analisis multivariat regresi logistik mengonfirmasi merokok sebagai faktor risiko yang signifikan untuk berkembangnya abses payudara primer (OR 6,15 [95% CI 2,65-14,29]), dan dalam subtipe abses payudara subareolar, menindik puting diidentifikasi sebagai faktor risiko (OR 20,26 [95% CI 2,01-204,28]) selain merokok (OR 11,49 [95% CI 4,41-29,94]).

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.