Pentingnya Menjaga Kadar Kalium | ethicaldigest

Pentingnya Menjaga Kadar Kalium

Penelitian dari Universitas Alabama di Birmingham (UAB), Amerika Serikat, menyimpulkan kadar kalium yang rendah pada pasien dengan gagal jantung dan penyakit ginjal kronis (CKD), bisa meningkatkan risiko kematian. Temuan ini dipublikasikan di Circulation: Heart Failure, jurnal dari American Heart Association. Para peneliti mengatakan, penurunan ringan kadar serum potasium ternyata meningkatkan risiko kematian pada kelompok pasien tersebut.

"Hipokalemia atau rendahnya kadar kalium, adalah kondisi yang umum dialami pasien dengan gagal jantung, dan berhubungan dengan buruknya outcome penyakit ginjal kronis. Tapi, hanya sedikit yang diketahui mengenai prevalensinya dan efek hipokalemia pada pasien gagal jantung yang juga memiliki CKD,” kata C. Barrett Bowling, MD., dari Divisi UAB Gerontology, Geriartrik dan Perawatan Paliatif.

Menurut Bowling, temuan ini menunjukkan bahwa pasien dengan gagal jantung dan CKD harus memonitor kadar kalium serumnya secara rutin, dan dipertahankan secara hati-hati dalam kisaran yang aman. Para peneliti UAB mempelajari data dari 1.044 pasien dengan gagal jantung dan CKD dalam studi Digitalis Investigation Group, yang disponsori National Heart, Lung and Blood Institute, salah satu cabang National Institutes of Health. Nilai kadar kalium normal adalah antara 4 dan 4,9 mEq / L.  Hipokalemia ringan didefinisikan antara 3,5-3,9 mEq / L, dan hipokalemia rendah kurang dari 3,5 mEq / L.

Kematian terjadi pada 48% pasien dengan hipokalemia selama 57-bulan dalam masa follow up, dibandingkan dengan 36% pasien dengan kalium normal. Sebagian besar subjek, 87%, menderita hipokalemia ringan. Rawat inap juga sedikit lebih tinggi untuk subjek dengan kalium rendah, yaitu 59%  dibandingkan dengan 53% bagi mereka yang memiliki kadar kalium normal.

“Sudah lama ada anggapan kadar kalium yang tinggi, lebih sering terjadi pada pasien gagal jantung dengan CKD. Temuan kami menunjukkan bahwa kadar potasium yang rendah lebih sering terjadi pada pasien-pasien ini, dan dokter perlu menyadari risiko yang terkait dengan rendahnya kadar kalium, serta memonitor dan mengobati kondisi tersebut.” kata Prof. Ali Ahmed, MD., penulis senior studi dari Divisi UAB Gerontology, Geriatri dan Perawatan Paliatif serta Penyakit Kardiovaskuler.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.