Pengaruh Minum Susu Saat Hamil Pada Tinggi Badan Anak | ethicaldigest

Pengaruh Minum Susu Saat Hamil Pada Tinggi Badan Anak

Sebuah studi menunjukkan, konsumsi susu dalam jumlah tertentu selama hamil mungkin dapat mempengaruhi tinggi badan anak setelah dewasa. Studi prospektif ini dilakukan di Denmark selama 20 tahun, melibatkan 685 wanita dan keturunannya. Konsumsi susu selama kehamilan dicatat, beserta tinggi badan anak saat lahir dan saat berusia 20 tahun.

Setelah disesuaikan dengan tinggi badan, usia, IMT ibu, serta faktor-faktor lainnya, ditemukan bahwa ibu hamil yang meminum lebih dari 150 mL  susu setiap hari, umumnya susu rendah lemak, memiliki bayi rata-rata lebih besar dibanding mereka yang mengonsumsi susu kurang dari itu.

Pada usia 20 tahun, anak dari ibu yang minum susu lebih dari 150 mL sehari selama kehamilan, rata-rata memiliki tinggi badan sekitar setengah inchi lebih tinggi. Selain itu, kadar IGF-1 (insulin-like growth factor) yang mendukung pertumbuhan tulang, juga lebih tinggi. Meski demikian, hal ini belum terbukti bermakna secara statistik.

“Banyak faktor diet prenatal atau faktor lingkungan, yang mempengaruhi pertumbuhan anak,” ujar Thorhallur Halldorsson, peneliti dari Center for Fetal Programming di State Serum Institute di Copenhagen. “Susu bisa jadi salah satu di antaranya. Kebiasaan ini dapat meningkatkan berat badan dan tinggi badan saat lahir, dan bukan tidak mungkin berlanjut hingga anak beranjak dewasa.”

Studi ini dipublikasikan secara online, 4 September 2013, dalam The European Journal of Clinical Nutrition. Studi yang diawali pada tahun 1988-1989 ini, melibatkan 685 wanita hamil dengan usia kehamilan 30 minggu. Tinggi badan dan berat badan diukur berdasarkan prosedur standar sesaat setelah lahir, dan dikonversi ke dalam z-score khusus, disesuaikan dengan usia kehamilan dan jenis kelamin.

Dalam model yang disesuaikan, konsumsi susu > 150 mL/hari vs <150 mL/hari, berkaitan dengan z-score 0,32 lebih tinggi terhadap berat lahir (95% CI 0,06; 0,58) dan z-score 0,34 lebih tinggi terhadap panjang lahir (95% CI 0,04; 0,64). Pada follow-up 20 tahun kemudian, anak dari ibu yang mengonsumsi susu >150 mL/hari, cenderung memiliki z-score 0,19 lebih tinggi dalam hal tinggi badan (P= 0,16), kadar IGF-1 8% lebih tinggi (P=0,12), dan kadar insulin 14% lebih tinggi (P=0,11) dibanding anak dari ibu yang mengonsumsi <150 mL susu/hari.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.