Pemetaan Otak 3-D Untuk Operasi Tumor | ethicaldigest

Pemetaan Otak 3-D Untuk Operasi Tumor

Sebuah teknologi baru yang mengombinasikan 4 jenis hasil pencitraan berbeda menjadi  peta 3 dimensi otak pasien, membantu spesialis dari Universitas Cincinnati (UC), Amerika Serikat (AS), mengeluarkan tumor sebesar kepalan tangan dari otak seorang wanita asal  Indiana. Operasi dilakukan di rumah sakit universitas itu, oleh 8 anggota tim dari Brain Tumor Center UC Neuroscience Institute. "Ini menandai puncak dari salah satu perkembangan yang penting dalam operasi tumor otak, dalam 100 tahun terakhir," kata John Tew, MD, ahli bedah saraf dari Mayfield Clinic yang juga profesor bedah saraf dan direktur klinis UC Neuroscience Institute.

Scan otak multiple ini dipadukan dan diinstal ke komputer pemandu operasi, yang fungsinya serupa dengan global positioning system (GPS). Dengan mengungkapkan hubungan tumor ke semua pusat-pusat fungsional, jalur listrik, arteri serta vena di otak pasien, teknologi memungkinkan Tew dan timnya memetakan jalur yang aman untuk mengangkat tumor.

Proses dan penggabungan gambar dilakukan James Leach, MD, associate professor dari Neuroradiologi di UC, menggunakan sistem BrainLAB iPlan. “Perpaduan ini menghasilkan gambar menarik, yang memungkinkan kami memaksimalkan pengangkatan tumor sambil mempertahankan fungsi pasien," kata Leach. Sejak awal 2007, spesialis dari Brain Tumor Center telah menggunakan perpaduan dari tiga jenis pencitraan, sebagai panduan untuk pembedahan stereotaktik. Tiga jenis pencitaan tersebut meliputi:

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang menciptakan detil gambar tubuh dengan mendeteksi perbedaan dalam sinyal magnetis antara berbagai jenis jaringan berbeda.
  • Fungsional magnetic resonance imaging (fMRI), yang menciptakan serangkaian gambar yang menangkap kadar oksigen darah di bagian otak yang bertanggung jawab untuk pergerakan, persepsi dan kognisi.
  • Difusi tensor imaging (DTI), memberikan gambaran peta white matter  yang kritis, yang menfasilitasi hubungan elektrik antara berbagai bagian otak yang berbeda.

Dalam studi ini, Leach menambahkan penggabungan computed tomography angiography (CTA), yang memberi penggambaran peta pembuluh darah (arteri dan vena).

 “Dengan tambahan ini pemetaan otak sangat lengkap dan mudah dipahami, sebelum mengoperasi tumor yang terletak pada suatu struktur penting. Ini sejarah dalam penggunaan teknologi komputer digital untuk meningkatkan keselamatan pasien, dalam operasi tumor otak yang kompleks," ujar Tew.

Pemindaian CTA dilakukan di University Hospital. Leach memroses gambar, menyoroti lokasi daerah bicara dan pergerakan, melacak white matter, arteri dan vena. Dia juga menyoroti lokasi tumor. Semua informasi dimasukkan ke BrainLAB's, softwear navigasi yang ada di University Hospital.

Dibantu pemetaan otak tiga-dimensi, Tew dan timnya mampu menavigasi suatu rute pada otak pasien dan mengangkat 90% tumor ganas seperi Anaplastik astrocytoma, tanpa merusak jaringan otak yang sehat.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.