MRI untuk Sendi Pergelangan | ethicaldigest

MRI untuk Sendi Pergelangan

MRI sudah lama dikenal. Namun, ada saja ide-ide baru untuk memanfaatkan MRI. Salah satunya dengan menggunakannya untuk melihat pergerakan di dalam sendi. Bagaimana bisa? Teknik noninvasif seperti MRI memang sangat bermanfaat dalam evaluasi anatomi tulang dan jaringan lunak, tanpa menggunakan radiasi pengion.

Namun, gangguan pada sendi umumnya sulit didiagnosis melalui pemeriksaan MRI, karena hasil pencitraannya hanya berupa gambaran statis anatomi tubuh yang bersangkutan alias tidak bergerak. Apalagi, sendi yang tidak stabil sering menimbulkan masalah. Berkat ide cemerlang para peneliti di Universitas Davis California, kita dapat menggunakan barang lama ini dengan teknik baru untuk menghasilkan video gerakan sendi pergelangan tangan.

Teknik ini menggunakan MRI aktif, untuk mengambil gambar dengan cepat pada resolusi temporal 475 ms. Pasien cuku melakukan gerakan pergelangan yang mencetuskan nyeri saat, masih di dalam pemindai. Akan timbul rangkaian gambar yang memungkinkan dokter melihat jelas, apa yang menyebabkan timbulnya nyeri. Tim peneliti menggunakan pemindai MRI 3 Tesla dan menunjukkan bahwa MRI rupanya juga bisa menghasilkan video, yang sangat berguna untuk mengukur berbagai karakteristik di dalam sendi.

Pemeriksaan MRI umumnya perlu waktu 30 - 45 menit. Tim peneliti berhasil mengembangkan protokol yang memungkinkan MRI untuk memotret setiap 0,5 detik, dan menghasilkan rangkaian gambar hanya dalam 30 detik. Terkadang, karena dilakukan pada sendi yang bergerak, timbul artifak pada gambar. Hal ini dicegah dengan bantalan dielektrik, yang menstabilkan medan magnet dan menggeser artifak dari daerah yang ingin dilihat.

Percobaan dilakukan tim peneliti terhadap 15 sendi pergelangan, pada 10 relawan yang tanpa gejala. Pengamatan dan pencitraan dilakukan pada sendi yang aktif melakukan manuver supinasi/pronasi, miring ke arah radial, mengepalkan tangan (clenched-fist), dan volarfleksi/dorsifleksi. Dari hasil gambar, diukur keharmonisan (congruity) articulatio radioulnaris distal, translasi tendon extensor carpi ulnaris, interval scapholunatum, dan sudut scapholunatum (SL), radiolunatum (RL), dan capitolunatum (CL).

Ke depan, teknik ini diharapkan dapat menegakkan diagnosis instabilitas pergelangan tangan, yang prognosisnya semakin baik jika didiagnosis lebih dini.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.