Mikroskop Lipat Praktis dan Murah | ethicaldigest

Mikroskop Lipat Praktis dan Murah

Origami, seni lipat kertas dari Jepang, digemari banyak kalangan. Manu Prakash membawa origami ke level baru. Origami yang dirancangnya bukan berfungsi sebagai hiasan, melainkan sebagai mikroskop.

Foldscope, nama mikroskop lipat ini, dikembangkan Prakash di laboratoriumnya sendiri di Universitas Stanford. Tercipta mikroskop dengan kekuatan pembesaran 2.000 kali dengan resolusi submikron. Mikroskop ini cukup dilipat-lipat sedemikian rupa sebelum digunakan. Hebatnya lagi, Foldscope memiliki ukuran super kecil sehingga mudah dibawa di kantong, beratnya hanya 8,8 gram, dilengkapi baterai yang tahan hingga 50 jam.

Setelah dirangkai, Foldscope dapat digunakan dengan menyisipkan slide mikroskop standar, menyalakan LED, dan mengintip sambil mengarahkan dan memfokuskan pembesaran dengan satu jari saja. Komponen-komponen dalam mikroskop lipat ini dapat disusun sesuai kebutuhan. Mulai sebagai mikroskop cahaya, lapangan gelap, fluoresen, atau lens-array.

Mengingat cara kerjanya yang sederhana dan modalnya yang murah, Foldscope diharapkan dapat digunakan di seluruh dunia, terutama di negara-negara miskin dan berkembang. Alat ini dapat sangat bermanfaat untuk mengenali malaria, penyebab kematian utama di beberapa negara di Afrika dan Asia. Selain malaria, alat ini telah didemonstrasikan efektif untuk mencari parasit dan bakteri seperti Giardia lamblia, Leishmania donovani, Trypanosoma cruzi (penyebab penyakit Chagas), Eschericia coli, Bacillus cereus, Schistosoma haematobium, dan lain-lain.

Selain digunakan oleh petugas-petugas kesehatan di daerah terpencil, mikroskop mini ini diharapkan dapat menggugah rasa ingin tahu anak-anak dan mencetuskan naluri peneliti mereka. (eva)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.