Jenis-jenis Total Knee Replacement | ethicaldigest

Jenis-jenis Total Knee Replacement

Akhir-akhir ini, alternatif baru total knee replacement mucul – Zimmer Minimally Invasive Solution TM (MISTM) Quad-Sparing TM Total Knee Arthroplasty (TKA). Ini sering disebut “mini total knee replacement.” Teknik ini menggunakan implant yang sama dengan total knee replacement konvensional, hanya saja invasinya lebih sedikit.

Keuntungan Zimmer MIS Quad Sparing Total Knee

  • Lebih sedikit trauma pada otot dan tendon dan otot quadriceps, dapat dihindarkan dari pemotongan atau manipulasi.
  • Lebih kecil, insisi yang tidak terlalu kelihatan – 3 sampai 5 inci vs 8 sampai 12 inci.
  • Total rehabilitasi lebih cepat.
  • Lebih sedikit kehilangan darah.
  • Lebih tidak menyakitkan.
  • Lebih singkat waktu tinggal di rumah sakit.

Sama seperti setiap operasi, hasil mini total knee replacement tergantung  keadaan perorangan pasien. Termasuk, faktor-faktor yang bervariasi seperti tinggi badan, tingkat aktivitas, kualitas tulang, dan kesediaan pasien mengikuti program terapi fisik.

Sebelum operasi, pasien mungkin membutuhkan satu atau dua unit darah. Meski pun prosedur mini total knee secara umum sedikit kehilangan darah, dibandingkan dengan knee replacement tradisional, transfusi darah tetap dibutuhkan selama operasi.

Operasi dilakukan dalam anastesi umum atau anestesi epidural regional. Teknik dan alat khusus, memungkinkan prosedur tersebut dilakukan dengan insisi yang lebih kecil. Kerusakan pada permukaan lutut dibuang dan ujung tulang dibentuk ulang, untuk memungkinkan peletakan implant. Implant tersebut aman untuk tulang dan jika diperlukan, operator menyesuaikan ligament yang berada di sekeliling lutut, untuk melindungi fungsi lutut yang tidak rusak. Sewaktu operator selesai dengan prosedur ini, insisi ditutup.

Operasi biasanya memakan waktu 1-3 jam. Drain dimasukkan ke dalam luka, untuk mengurangi cairan yang terkumpul di daerah operasi, kemudian insisi dibungkus dengan perban steril.

Post-operasi, lutut akan membengkak dan nyeri untuk beberapa hari. Program rehabilitasi dimulai di rumah sakit sesegera mungkin setelah operasi. Sekitar empat sampai enam jam setelah operasi, pasien dibantu untuk berdiri. Dalam 24 jam pertama, pasien mulai bisa berjalan, biasanya menggunakan alat bantu. Segera setelah fisikal terapis memastikan pasien dapat berjalan dan dapat memanjangkan lutut dengan leluasa, pasien dibolehkan pulang. Ini biasanya terjadi dalam 24 - 48 jam sejak waktu operasi. Pasien diberi program latihan di rumah dan fisikal terapi. Kunjungan oleh operator diloakukan 1-2 setelah operasi.

Dalam minggu-minggu selanjutnya, kebanyakan pasien akan dapat berjalan menggunakan tongkat atau tanpa bantuan alat apa pun. Beberapa pasien bahkan dapat kembali melakukan rutinitas, dalam 7-10 hari setelah operasi. Tentu saja waktu pemulihan akan berbeda, tergantung individu masing-masing.

Tujuan dari total knee replacement adalah untuk mengurangi rasa sakit dan kekakuan, dan memungkinkan untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Tetapi, masih ada beberapa larangan seperti olah raga berat, dan aktivitas yang mengakibatkan lutut menegang secara berlebihan tidak dirbolehkan.

Unicondilar Knee Replacement

Ketika cartilago pada satu bagian lutut mengalami kerusakan, ahli bedah mungkin dapat mengganti hanya bagian yang rusak dari sendi tersebut. Prosedur ini disebut partial atau unicompartmental, atau unicondylar knee replacement.

Implant untuk operasi unicondylar knee replacement meningkat pesat sejak  tahun 1970-an. Hasilnya, operasi partial knee replacement semakin popular. “Sekitar 7500 unicondylar knee replacement dilakukan setiap tahunnya di Amerika Serikat,” jelas Chew.

Meski pun insisinya lebih kecil dengan unicondylar knee replacement dan perawatan biasanya hanya 1 hari, hasil jangka panjang mungkin tidak sebagus total knee replacement. Sebagai tambahan, prosedur operasi ke depan mungkin lebih susah ketika sudah melakukan operasi partial replacement. Pasien yang ideal untuk operasi partial knee replacement, adalah seseorang yang mempunyai arthritis hanya pada satu bagian dari lutut dan tidak lebih. Pasien dengan usia di bawah 60 tahun, dengan gaya hidup terlalu lama duduk juga bisa menjadi kandidat.

Teknik Operasi

  • Pada prosedur ini hanya bagian yang rusak dari sendi lutut yang diganti melalui insisi yang lebih kecil, daripada total knee replacement normal yang biasa digunakan.
  • Operator membuat insisi kecil sepanjang lutut yang luka untuk membuka sendi lutut.
  • Sebagian kecil tulang dapat dilepas untuk membuat ruangan, untuk komponen tibia yang baru.
  • Meniscus yang rusak dilepas dan terkadang sedikit tulang, juga dapat dilepas untuk menyesuaikan komponen plastic yang baru.
  • Komponen plastic dimasukkan ke area yang disediakan. Dapat dilakukan penekanan atau semen, dapat digunakan untuk memfixasi pada tempatnya.
  • Operator berkonsentrasi pada femur dan luka pada femur dibuang.
  • Condylus femoral dipersiapkan dengan membuang bagian yang rusak. Bagian dari tulang juga bisa dibuang, untuk membuat jalan untuk komponen femoral yang baru.
  • Komponen dari metal yang baru dipasang pada tempatnya. Semen bisa ditambahkan untuk memfixasi komponen tersebut.
  • Komponen femoral dan tibial difixasi pada tempatnya dan lutut ditaruh pada batas pergerakan.
  • Otot dan tendon kemudian diperiksa kembali.
  • Drain dapat diletakkan ditempatnya.

MAKOplasty®

Teknologi minimal invasive surgery untuk mengatasi osteoarthritis, yang saat ini sedang menjadi trend adalah MAKOplasty®. Ini merupakan perawatan bedah minimal invasive, yang dirancang untuk menghilangkan rasa sakit pada lutut yang disebabkan oleh OA. Dalam prosedur ini, dokter bedah akan dibantu menggunakan lengan robot, yang memungkinkan ahli bedah merawat hanya pada bagian dalam lutut, dalam hal ini tulang rawan sendi yang mengalami kerusakan. “Dokter akan dibantu monitor untuk melakukan perawatan, sehingga perawatan tulang sendi yang mengalami kerusakan akan menjadi lebih presisi,” jelasnya.

MAKOplasty® paling cocok dilakukan untuk orang dewasa, yang menderita osteoarthritis. Perawatan ini dilakukan terhadap salah satu dari tiga kompartemen lutut pasien, yang tidak memiliki indikasi untuk melakukan prosedur total knee replacement (TKR).

Prosedur ini melibatkan penggantian bagian permukaan lutut yang sakit, dengan cara menargetkan tepat pada bagian lutut yang akan dioperasi (dalam 0,5mm akurasi), sehingga tulang yang sehat dan jaringan di sekitarnya tak tersentuh.

Implant selanjutnya ditanamkan pada sendi lutut pasien, sehingga memungkinkan untuk bergerak dengan lancar kembali. Prosedur ini memungkinkan pasien mendapatkan hasil yang lebih baik, dan waktu pemulihan yang lebih singkat. “Pasien juga bisa kembali keesokan harinya, karena selama procedure makoplasty dilakukan, pasien hanya mendapat anastesi/bius lokal,” jelasnya.

Waktu perawatan yang singkat, karena hanya berada di rumah sakit selama 3 hari, menjadikan prosedur bedah minimal invasive banyak diminati pasien osteoartritis. “Harga juga lebih murah, hanya 1/3 dari harga jika kita harus melakukan total knee replacement,” katanya.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.