Gangguan peredaran darah pada orang mendengkur | ethicaldigest

Gangguan peredaran darah pada orang mendengkur

Ada banyak penelitian menyebutkan adanya hubungan antara OSA dan stroke. Penelitian Basseti tahun 1999, misalnya, menunjukkan, penderita sleep apnea berisiko terhadap stroke 7x lipat dibandingkan non penderita.

Hubungan kausal potensial antara OSA dan stroke, masih diteliti. Namun, diketahui, stroke pada area otak tertentu, dapat menyebabkan OSA. Sebaliknya, penelitian lain menunjukan, dalam beberapa kasus OSA merupakan faktor risiko penting untuk stroke.

Salah satu mekanisme yang diyakini menghubungkan antara OSA dan stroke adalah adanya gangguan pembuluh darah pada penderita OSA. Pasien OSA berat terlihat memiliki peningkatan kekakuan arteri, penebalan intima-media dan diameter karotid dibandingkan dengan kontrol. Gangguan vaskuler juga terkait secara langsung dengan keparahan OSA.

Akselerasi proses aterosklerosis, mungkin saja telibat pada pasien OSA lansia yang tidak diobati, meski belum ada studi yang secara prospektif mengevaluasi progresi aterosklerosis pada OSA.

Sangat mungkin, apnea yang berulang dalam semalam selama bertahun-tahun dapat menghidupkan mekanisme penting yang terkait dengan OSA, termasuk inflamasi, disfungsi endotelial dan naiknya produksi spesies oksigen reaktif. Selain itu, OSA juga berhubungan dengan osilasi tekanan darah di malam hari, yang bisa memberikan dampak langsung pada gangguan aliran darah serebral, dan meningkatkan risiko stroke.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.