Deteksi Diabetik Retinopati dengan AI | ethicaldigest

Deteksi Diabetik Retinopati dengan AI

Badan Obat dan Makanan Amerika (FDA) memberi persetujuan pada alat medis pertama, yang menggunakan perangkat lunak artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi diabetik retinopati stadium lebih dari ringan. Alat ini juga bisa digunakan oleh bukan spesialis mata.

Alat IDx-DR , dari IDx LLC, adalah yang pertama mendapat ijin untuk dipasarkan sebagai alat skrining retinopati pada penderita diabetes, tanpa klinisi perlu menginterpretasi gambar atau hasilnya. Alat ini bisa digunakan dokter, yang bukan ahli di bidang perawatan mata.

"Deteksi dini retinopati merupakan bagian penting, dalam mengelola orang dengan diabetes. Namun, banyak pasien dengan diabetes tidak diskrining dengan baik untuk retinopati diabetes, karena sekitar 50% dari mereka tidak konsultasi ke dokter mata," kata Malvina Eydelman, MD, Direktur Divisi Ophthalmic dan Peralatan Telinga, Hidung dan Tenggorokan di Pusat Alat dan Kesehatan Radiologi FDA.

Perangkat IDx-DR menganalisis gambar retina, yang diambil dengan kamera retina NW400 Topcon. Dokter mengunggah gambar digital retina pasien ke server cloud, dengan perangkat lunak IDx-DR.

Jika gambar memiliki kualitas yang baik, perangkat lunak memberi dokter satu dari dua hasil: (1) Lebih dari diabetik retinopati ringan: rujuk pada spesialis mata profesional" atau (2) Negatif untuk lebih dari retinopati diabetes ringan; skrining ulang dalam 12 bulan.

“Jika hasil positif terdeteksi, pasien harus menemui dokter mata untuk evaluasi diagnostik lebih lanjut dan kemungkinan pengobatan sesegera mungkin,” kata FDA.

Dalam menyetujui perangkat ini, FDA meninjau data penelitian-penelitian terhadap gambar-gambar retina yang diperoleh dari 900 pasien dengan diabetes di 10 klinik perawatan primer. Dalam penelitian ini, IDx-DR mengidentifikasi dengan tepat adanya diabetik retinopati ringan 87,4% dan mengidentifikasi pasien yang tidak memiliki diabetik retinopati 89,5%.

Menurut FDA, pasien dengan riwayat perawatan laser, operasi, atau suntikan di mata atau yang memiliki salah satu kondisi berikut tidak boleh diskrining diabetik retinopati, dengan IDx-DR: kehilangan penglihatan yang persisten, penglihatan kabur, floaters, sebelumnya mengalami edema makula, retinopati nonproliferatif berat, retinopati proliferatif, retinopati radiasi, atau oklusi vena retina.

Selain itu, IDX-DR tidak boleh digunakan pada pasien dengan diabetes yang hamil. Diabetik retinopati dapat berkembang dengan cepat selama kehamilan, sedangkan IDX-DR tidak dimaksudkan untuk mengevaluasi diabetik retinopati yang berkembang cepat.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.