Dampak Hipertensi | ethicaldigest

Dampak Hipertensi

Hipertensi ternyata memiliki hubungan dengan kemampuan daya ingat, pada orang yang berumur di atas 45 tahun. Hal ini terungkap pada penelitian yang dipublikasikan 25 Agustus 2009 di jurnal Neurology, jurnal medis dari American Academy of Neurology. Penelitian ini menemukan, orang dengan tekanan darah diastolik tinggi lebih cenderung mengalami kerusakan kognitif atau masalah pada kemampuan daya ingat dan kemampuan berpikir, daripada orang dengan diastolik normal.

 Untuk setiap peningkatan 10 poin tekanan darah, kemungkinan seseorang mengalami masalah kognitif adalah 7% lebih tinggi. Hasil ini berlaku setelah dilakukan penyesuain faktor-faktor risiko lain, yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, seperti usia, merokok, olah raga, pendidikan, diabetes atau kolesterol tinggi.

Penelitian ini melibatkan hampir 20.000 orang berumur 45 tahun atau lebih, yang berpartisipasi dalam Studi Reasons for Geographic And Racial Differences in Stroke (REGARDS). Mereka tidak pernah mengalami stroke atau mini-stroke. Sebanyak 1.505 peserta, atau 7,6%n memiliki masalah kognitif, dan 9.844, atau 49,6% sedang menjalani pengobatan untuk hipertensi.

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sebesar atau lebih dari 140/90, atau menjalani pengobatan untuk tekanan darah tinggi. “Mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi berpotensi mencegah kerusakan kognitif, yang dapat menjadi awal dari demensia,” kata Georgios Tsivgoulis, MD, dari University of Alabama di Birmingham dan anggota American Academy of Neurology, Amerika Serikat (AS).

Penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah diastolik yang tinggi mengakibatkan melemahnya arteri kecil di otak, yang dapat mengakibatkan kerusakan kecil di otak. Tsivgoulis mengatakan, butuh lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi hubungan antara tekanan darah tinggi dan kerusakan kognitif.

“Studi REGARDS ini adalah salah satu penelitian berbasis populasi terbesar, untuk faktor risiko stroke. Ini data terbaru yang menunjukkan, tekanan darah tinggi dapat menjadi faktor risiko penurunan kognitif. Perlu penelitian lebih lanjut, untuk memahami hubungan sebab-akibatnya,” kata Walter J. Koroshetz, MD, wakil direktur NINDS dan anggota American Academy of Neurology.

“The National Institutes of Health sekarang sedang melakukan uji klinis yang besar, untuk mengevaluasi apakah penurunan tekanan darah yang agresif dapat menurunkan sejumlah outcome, termasuk penurunan kognitif." katanya. Studi ini didukung National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), AS.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.