Bahaya Penggumpalan Darah pada Obat Leukemia | ethicaldigest

Bahaya Penggumpalan Darah pada Obat Leukemia

Penjualan obat leukemia, Iclusig, dihentikan oleh the Food and Drug Administration (FDA), karena berisiko menyebabkan penggumpalan darah dan penyempitan pembuluh darah yang parah. Obat yang juga dikenal sebagai Ponatinib ini, dihubungkan dengan serangan jantung yang fatal, stroke, kebutaan dan hilangnya aliran darah di extremities yang cukup serius sehingga membutuhkan amputasi. Pada beberapa kasus, bahkan terjadi kematian dua minggu setelah penderita mengonsumsi obat tersebut.

Iclusig disetujui Desember 2012, sebagai obat myeloid leukemia kronik. Risiko penggumpalan darah telah diketahui, bahkan dicantumkan dalam label. Seiring waktu, masalahnya lebih parah dari yang muncul dalam penelitian sebelum obat disetujui. Dalam penelitian tersebut, 8 persen responden yang mengonsumsi Iclusig mengalami penggumpalan darah serius di arteri; 3 persen terjadi di pembuluh vena.

Baru-baru ini FDA melaporkan, 24 persen responden yang diteliti setelah sekitar 1,3 tahun dan 48 persen setelah 2,7 tahun mengalami masalah vascular serius. “Itu adalah jumlah yang cukup signifikan,” ujar Stephanie Yao, juru bicara FDA.

FDA menganjurkan, pasien yang mengonsumsi Iclusig harus segera mencari bantuan jika mengalami gejala serangan jantung, seperti sakit atau sesak di dada, sakit di lengan, punggung, leher atau rahang. Juga, bila tiba-tiba nafas pendek/tersengal. Atau mengalami gejala stroke seperti kebas atau lemah di salah satu sisi tubuh, kesulitan berjalan, sakit kepala dan pusing yang hebat.

Yao menjelaskan obat tersebut ditarik secara permanen dari peredaran. FDA akan bekerjasama dengan perusahaan produsen obat Iclusig, untuk mengidentifikasi tipe responden yang masih selamat setelah mengonsumsi obat tersebut. Myeloid leukemia kronik dapat menjadi fatal, dan Iclusig mungkin dapat membuat penderita tetap hidup ketika obat lain tidak berfungsi. “Untuk sekarang, pasien yang masih ingin mengonsumsi obat tersebut masih dibolehkan,” ujar Yao.

Ada sekitar 5000 kasus myeloid leukemia kronik baru di Amerika Serikat tiap tahun, dan 600-nya meninggal. Iclusig sempat memberi secercah harapan bagi penderita myeloid leukemia kronik. Itu merupakan bagian dari revolusi yang mengubah penyakit dengan vonis mati, menjadi penyakit kronis. Revolusi dimulai dari penemuan obat lain, Gleevec, yang dimaksudkan untuk melawan kegagalan genetik tertentu. Iclusig dimaksudkan untuk pasien dengan mutasi yang dibuat oleh sel kanker, yang resisten pada Gleevec dan obat sejenis.  (jie)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.