Aspirin dan Peluang Hidup Penderita Kanker Ovarium | ethicaldigest

Aspirin dan Peluang Hidup Penderita Kanker Ovarium

Penggunaan aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup pada wanita dengan kanker ovarium. Begitu hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan secara online di Lancet oncology pada 17 Juli 2018.

Pasien yang melaporkan penggunaan analgesik dalam 2 tahun setelah didiagnosis kanker ovarium telah mengalami peningkatan harapan hidup spesifik penyakit dengan aspirin (hazard ratio [HR], 0,68) dan NSAID nonaspirin (HR, 0,67) dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakannya.

Penelitian ini dikepalai Melissa A. Merritt, PhD, dari University of Hawaii Cancer Centre di Honolulu. Tim ini mengevaluasi data dari dua penelitian jangka panjang, yang dilakukan pada perawat AS: Nurses 'Health Study (NHS) dengan 121.700 peserta, yang dimulai pada tahun 1976, dan Nurses' Health Study II (NHSII) melibatkan 116.429 peserta, yang dimulai pada 1989.

Partisipan yang memenuhi syarat untuk analisis akhir telah mengkonfirmasi kanker ovarium epitel invasif, stadium I hingga III. Sebanyak 1143 (907 dari NHS; 236 dari NHSII) kasus kanker ovarium dimasukkan dalam analisis. Analisis premedikasi mencakup 1031 wanita, dan analisis penggunaan postdiagnosis mencakup 964 wanita.

Tujuan utamanya adalah untuk menentukan apakah penggunaan aspirin secara teratur (≥2 hari per minggu), OAINS, atau parasetamol sebelum dan sesudah diagnosis kanker ovarium dikaitkan dengan peningikatan peluang hidup spesifik kanker.

Para penulis tidak menemukan hubungan antara penggunaan aspirin sebelum diagnosis dan harapan hidup. Namun, sebaliknya, wanita yang menggunakan aspirin setelah diagnosis mengalmi peningkatan harapn hidup. Perbaikan ini sangat signifikan bagi mereka yang mengonsumsi satu sampai lima tablet per minggu (HR, 0,69) dan 2 hingga 5 hari per minggu (HR, 0,59) (pengguna saat ini, P untuk trend = .72).

Juga tidak ada hubungan antara harapan hidup spesifik kanker dan penggunaan OAINS nonaspirin prediagnosis atau parasetamol yang digunakan sebelum atau sesudah diagnosis.

Untuk pengguna OAINS nonaspirin setelah diagnosis, harapan hidup spesifik kanker ovarium meningkat dibandingkan dengan yang tidak pernah menggunakannya (HR, 0,67). Seperti aspirin, ini signifikan untuk penggunaan satu hingga lima tablet per minggu (HR, 0,62) dan 2 hingga 5 hari per minggu (HR, 0,63).

Para peneliti juga melakukan analisis perubahan penggunaan analgesik dari prediagnosis ke postdiagnosis. Mereka menemukan bahwa wanita yang mulai menggunakan aspirin secara teratur (HR, 0,44) atau OAINS nonaspirin (HR, 0,46) setelah diagnosis juga memiliki risiko lebih rendah untuk kematian spesifik kanker ovarium daripada tidak pernah menggunakannya.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.