Alat Canggih Pengontrol Kadar Gula Darah | ethicaldigest

Alat Canggih Pengontrol Kadar Gula Darah

Tahun 2007, sebanyak 23,6 juta penduduk Amerika Serika menderita diabetes. Tujuan dari pengobatan pada pasien diabetes yakni mengontrol gula darah, sehingga risiko komplikasi berkurang. Studi UKPDS (United Kingdom Prospective Diabetes Study) menunjukkan, kontrol kadar gula pada pasien diabetes tipe 2 sampai ke level yang mendekati normal, dapat menghambat dan memperlambat munculnya komplikasi mikrovaskular.

Bagi pasien yang mutlak menggunakan insulin, di banyak negara telah umum digunakan pompa insulin atau countinous subcutaneous insulin infusion (CSII). Berdasarkan data dari Medical News Today  edisi 19 November 2005, penggunaan pompa insulin di seluruh dunia sekitar 400.000. Sementara Diabetes Self Management edisi Januari/Februari menyebutkan, di Amerika diperkirakan 200.000 orang (10.000 di antaranya merupakan penderita diabetes melitus tipe 2) menggunakan alat ini. Pembelian alat dan perawatannya setiap bulan, ditanggung oleh asuransi.

Efikasi CSII telah didukung banyak studi. Studi di University of Michigan Medical School, Amerika Serikat, membandingkan CSII dengan MDI (multiple daily injection) pada 16 anak usia 3-5 tahun dengan diabetes mellitus tipe 1, selama 6 bulan. Mereka dipilih secara acak untuk mendapatkan terapi CSII atau MDI. HbA1c diukur setiap bulan, selama 6 bulan.

Hasilnya, rerata HbA1c stabil dan perbedaannya tidak signifikan pada kedua kelompok. Juga, tidak ada perbedaan signifikan dalam durasi kejadian hipo- dan/atau hiperglikemik, atau frekuensi efek samping. Namun, orangtua pada kelompok CSII melaporkan penurunan kekhawatiran mengenai diabetes, sedangkan orangtua dari kelompok MDI melaporkan peningkatan frekuensi stres yang berhubungan dengan perawatan medis anak mereka. Karenanya, penggunaan CSII bisa meningkatkan kepuasan pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup.

Studi lain yakni oleh Wainstein (2005) melaporkan efikasi terapi insulin dengan CSII vs. MDI (multiple daily injection). Studi melibatkan 40 pasien DM 2 obes yang kontrolnya sangat jelek. Hasilnya, pengobatan dengan CSII secara signifikan mengurangi kadar HbA1c, dibandingkan dengan pengobatan dengan MDI.

CSII terdiri dari serangkaian alat berupa cannula, yakni selang tipis dan pompa insulin. Cannula dipasangkan di subkutan, di bagian perut pasien. Cannula dapat digunakan selama 4 hari, dan kemudian diganti dengan yang baru. Setelah dipasang, cannula diplester dengan plester kedap air sehingga pasien bisa mandi bahkan berenang tanpa terganggu.

Cannula dihubungkan dengan selang tipis, yang di ujung lainnya tersambung dengan alat pompa insulin, di bagian kepala reservoir. Reservoir adalah tempat untuk menampung insulin, yang bisa diganti jika insulin habis. Dosis insulin diatur sendiri oleh pasien menggunakan alat pompa, sesuai kebutuhan. Alat pompa hanya sebesar pager atau sedikit lebih besar dari kotak korek api, bisa dijepitkan di pinggiran pinggang celana.

Rapid Acting Insulin

Jenis insulin yang digunakan pada CSII, yakni rapid acting insulin. Dengan pengaturan, alat ini seolah-olah memberikan regimen basal dan bolus. Regimen basal diatur dengan pemberian insulin secara berkelanjutan (continous) setiap 1 jam dalam dosis kecil, selama 24 jam.

Sementara regimen basal didapatkan dengan mengatur pemberian insulin sesaat sebelum makan, sesuai dosis yang dibutuhkan pasien. Jenis insulin yang digunakan sama, hanya waktu dan dosis pemberiannya yang diatur. Maka, bisa dikatakan, alat ini merupakan ’pengganti pankreas’, harapan baru bagi penderita diabetes yang tergantung pada insulin.

Penggunaan rapid acting insulin dengan bantuan CSII, memungkinkan dosis insulin yang dibutuhkan pasien turun. Insiden hiper atau hipoglikemi bisa ditekan, dengan catatan pasien menggunakan alat sesuai prosedur. Tidak lain karena penyerapan regimen basal lebih stabil dan kontinyu; fluktuasi glikemik lebih rendah.

Keuntungan lain menggunakan CSII, waktu makan dan mengudap lebih fleksibel, kemampuan pasien dalam mengontrol penyakitnya meningkat, dan ’fenomena fajar’ (defisiensi insulin di pagi hari) akan turun.

Pada dasarnya, pompa insulin dapat digunakan oleh semua pasien diabetes (tipe 1 dan 2), yang sudah menggunakan terapi insulin. Sejauh ini, belum ada kontraindikasi untuk penggunaan alat tersebut, dan dapat digunakan oleh pasien anak bahkan wanita hamil. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pasien agar terapi dengan pompa insulin berhasil baik. Yakni, pasien harus rajin memonitor gula darah (sedikitnya 4x/hari), belajar menghitung karbohidrat, memiliki ’algoritma pertolongan’ (misalnya faktor koreksi), bermotivasi, memiliki sistem pendukung yang tepat, dan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah. (nid)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.