Pelayanan rujuk balik stroke di era Jaminan Kesehatan Nasional

Pelayanan rujuk balik untuk stroke di era Jaminan Kesehatan Nasional

Stroke adalah penyebab kecacatan dan kematian yang utama di seluruh dunia. Laporan Riset Kesehatan Dasar di Indonesia (2013) menunjukkan bahwa stroke menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di RS.Prevalensi faktor risiko stroke yang utama hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan merokok juga dilaporkan meningkat. Bagi para stroke survivors (pasien yang selamat dari serangan stroke), maka pencegahan sekunder dengan mengendalikan faktor risiko adalah suatu keharusan untuk mencegah serangan ulang stroke.

Mulai tanggal 1 Januari 2014, system Jaminan Kesehatan Nasional diberlakukan di Indonesia.Suatu perubahan yang sangat luar biasa dalam system pembayaran kepada penyedia pelayanan kesehatan (termasuk RS).Pembayaran pelayanan kesehatan yang dulunya bersifat fee for services berubah menjadi system paket yang dikenal dengan nama Indonesia Case Based Group dan kapitasi. Pada sistem yang baru ini pasien-pasien akan dikelompokkan berdasar diagnosis dan prosedur tindakan yang dijalaninya selama di RS. Pasien-pasien dengan kondisi yang serupa akan dimasukkan dalam satu kelompok yang sama.

Universal Coverage (Jaminan Kesehatan Nasional) didefinisikan sebagai hak setiap warga Negara untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengankebutuhannya tanpa memandang tempat tinggal dan tingkat pendapatan.Definisi tersebut mengandung tiga pokok pikiran yang penting, yaitu: (1) pelayanan kesehatan yang diberikan harus berkualitas, artinya sesuai dengan standar yang ada, (2) harus sesuai dengan kebutuhan pasien, artinya tidak ada pemeriksaan yang tidak perlu atau pengobatan yang tidak sesuai indikasi, dan (3) pelayanan kesehatan tidak memandang asal dan tingkat pendapatan pasien, sehingga pasien dengan kondisi klinik yang serupa akan mendapatkan pelayanan yang sama.

Rumah sakit dan pelayanan kesehatan primer harus menjawab tantangan perubahan system pelayanan kesehatan nasional tersebut dengan memberikan pelayanan yang berkualitas, sesuai standar, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Dalam rangka menjamin hal-hal tersebut maka diperlukan perangkat untuk kendali mutu, Kendali biaya, dan mengurangi variasi dalam tindakan medis pada pasien.

Stroke adalah penyakit yang masuk dalam ruang lingkup peyakit rujuk balik. Program rujuk balik pada seorang penderita stroke pada umumnya ditetapkan bila kondisi medik  telah stabil.Apakah maksud kondisi stabil? Pada umumnya seseorang penderita stroke dikatakan stabil untuk diikutkan untuk program rujuk balik bila tidak ada komplikasi medis/neurologis yang memerlukan penanganan spesialistik, melewati masa emas pemulihan stroke dengan konsep neuroplastisitas, dan faktor risiko telah tekendali dengan baik.

Pemulihan kondisi pasca stroke pada umumnya tercapai di bulan pertama pasca serangan. Pada bulan ke 2 sampai ke 6 dapat ditemukan pemulihan dengan derajat yang bervariasi. Pada masa setelah 6 bulan sampai 1 tahun bila pun ada perbaikan tidaklah sangat signifikan. Pada masa setelah 12 bulan, tidak diperoleh perubahan kondisi neurologis lagi.Pada masa sampai 6 bulan program rehabilitasi (fisioterapi, terapi wicara, okupasi terapi) harus dijalankan secara optimal. Pada masa awal-awal pasca stroke umumnya diperlukan pengawasan spesialistik.

Padakondisipasienstabil, maka fokus utama adalah pengendalian faktor risiko dan mencegah kecacatan dan komplikasi akibati mobilisasi.Pengendalian faktor risiko optimal pada sebagian besar pasien umumnya mengacu pada clinical practice guideline, yaitu mempertahankan tekanan darah<130/ 80 mmHg, gula darah terkendali baik, dislipidemia terkendali baik (LDL < 100 mg/ dL), dan berhenti merokok. Pemberian anti platelet untuk kondisi stroke iskemik diberikan sesuai indikasi.

Pada pelayanan program rujukbalik,maka pengobatan menyesuaikan dengan resep spesilistik.Penyesuaian dosis dan pergantian obat dapat saja dilakukan bila ada indikasi yang kuat sesuai kewenangan pelayanan primer. Rujukan kembali kepelayanan spesialistik dapat dilakukan setiap 3 bulan untuk menilai perkembangan pasien, memantau hasil pengobatan, dan melakukan evaluasi terapi farmaka. Bila ada kedaruratan medic atau serangan ulang, maka rujukan kembali segera dilakukan.

 

 

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.