Pemberian nutrisi bayi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Panduan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), pemberian nutrisi bayi

Nutirisi Bayi 

Kebutuhan nutrisi pada bayi seharusnya mendapat prioritas, agar proses tumbuh kembangnya tetap terjaga baik, bayi tetap sehat, dan terlindungi dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya. Apa yang sebaiknya diketahui?

Menurut panduan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), pemberian nutrisi bayi dengan Makanan Pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) dilakukan apabila ibu yang sebelumnya tidak menyusui bayinya, tetap memutuskan untuk tidak atau tidak memungkinkan untuk menyusui kembali, karena alasan apapun. Ada juga bayi yang hanya memerlukan MP-ASI sementara, misalnya bayi saat jeda di antara jadwal rutin menyusu, ibu sakit, atau bahkan bayinya yang sakit. Jenis MP-ASI untuk bayi sampai 6 bulan adalah susu, sedangkan 6 bulan sampai 2 tahun adalah susu dan makanan pendamping. Sebelum usia 1 tahun, susu yang digunakan adalah susu formula. Apabila tidak ada susu formula, dapat diberikan susu hewan murni, fullcream, atau UHT (Ultra High Temperature) yang harus dimodifikasi. Susu UHT adalah susu yang disterilisasi dengan suhu tinggi (135-1450C) dalam waktu yang singkat selama 2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi ini bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisma (baik bakteri pembusuk maupun patogen) dan spora. Modifikasi yang dilakukan meliputi pencampuran 100 ml susu mendidih, 50 ml air mendidih dan 10 g gula (setara dengan 2 sendok teh peres). Untuk anak di atas 1 tahun, dapat diberikan susu hewan murni, fullcream atau UHT tanpa modifikasi.

Sebelum proses penyajian, periksalah secara cermat label susu formula komersial, terutama yang belum pernah digunakan bayi tersebut dan biasanya merupakan sumbangan para dermawan. Susu yang berbeda merek akan berbeda pula aturan penggunaan, baik dalam hal bahan, takaran maupun teknik pencampurannya. Apabila menggunakan cangkir, perlu disiapkan takaran untuk air atau dapat juga mengunakan botol susu yang bertanda ukuran isinya. Susu formula disiapkan dengan cara air dididihkan, kemudian dibiarkan beberapa saat sampai kira-kira 700C, dan bubuk formula dilarutkan dalam air tersebut. Sisa susu, apabila ada, setelah 2 jam harus dibuang, untuk mencegah proses pembusukan yang berbahaya bagi bayi.

 

Apabila tidak tersedia air mendidih, gunakanlah susu formula cair yang steril. Penggunaan jenis cairan lain sebagai alternatif adalah air jernih atau air mineral steril yang segar pada suhu kamar dan segera dikonsumsi, tidak boleh disimpan. Apabila kualitas air buruk, misalnya keruh dan berbau, setelah air dimasak mendidih, lakukan klorinasi dan filtrasi, agar air tersebut lebih aman digunakan. Untuk desinfeksi air, dapat dilakukan dengan cara memasak air sampai mendidih dan tambahkan 3-5 tetes klorin setiap 1 liter air atau menggunakan penyaring untuk menghilangkan secara fisik semua partikel dan kuman berbahaya.

Dalam situasi apapun, rekomendasi metode pemberian MP-ASI adalah menggunakan cangkir, bukan dot atau botol, karena tingginya risiko terkontaminasi dan wadahnya lebih sulit untuk dibersihkan. Ada 10 langkah menyiapkan MP-ASI yang sebaiknya dijelaskan, diajarkan dan dilatihkan untuk para ibu. Ke 10 langkah tersebut adalah : cuci, bersih, tanggal, didih, takar, campur, coba, pakai, buang, dan simpan.

Cucilah kedua tangan dan peralatan yang akan digunakan dengan sabun dan air mengalir. Jagalah kebersihan umum, tidak hanya mencakup bahan, tetapi juga alat, dengan selalu memasang penutup. Pastikan tanggal kadaluwarsa (ED), jangan menyimpan dan menyayangkan ('eman-eman') atas susu yang tanggal kadaluwarsanya sudah dekat, apalagi lewat. Didihkan air dan biarkan mendidih untuk beberapa saat. Jika air telah dimasak sebelumnya, simpanlah dalam wadah bersih berpenutup yang khusus dan hanya boleh dilakukan sampai 24 jam saja. Takar jumlah bubuk susu formula yang diperlukan dengan menggunakan sendok takar dari kaleng atau bungkusnya dan jangan menggunakan sendok takar dari merek susu yang berbeda. Ratakan bubuk dengan pegangan sendok atau pisau dalam gerakan lurus. Ikuti instruksi pencampuran pada label dengan hati-hati. Masukkan bubuk kering ke air yang telah diukur dan jika menggunakan cangkir, campur bubuk dan aduk dengan sendok. Jika menggunakan botol, tutup dan kocok untuk mencampurnya. Sebagai pegangan, jumlah susu formula yang akan dicampur sesuai instruksi kemasan, pasti akan sedikit lebih banyak dari air yang akan digunakan dan sebelumnya telah diukur dengan benar. Coba suhu dengan cara teteskan susu formula hangat ke pergelangan tangan bagian dalam, bukan telapak tangan, karena pada beberapa kasus kurang peka. Jika rasanya nyaman dan sedikit hangat, itu berarti aman untuk bayi.

MP-ASI dapat diberikan pada suhu kamar dan tidak perlu dihangatkan. Jika ada lemari pendingin, susu formula dapat disimpan di dalamnya sampai waktu akan makan, dan tahan sampai 24 jam. Jangan pernah menyimpan botol yang telah dihangatkan kembali dalam lemari pendingin. Berikan untuk bayi, susu yang telah disiapkan  paling lama 1 jam dari saat dicampur air, apabila tidak disimpan di lemari pendingan. Berikan sebanyak yang diinginkan bayi dan dengan pengamatan cermat, ibu akan mampu menentukan porsi susu yang dapat diterimanya, sehingga pembuatan selanjutnya tidak akan ada sisa susu. Setelah dicuci dan dibersihkan perlengkapan makan bayi disimpan dalam wadah khusus yang di atasnya ditutup dengan kain bersih dan siap untuk pemberian makan berikutnya dalam 3 atau 4 jam. Jika menggunakan cairan sterilisasi, tinggalkan botol, dot dan tutupnya, agar terendam semua sampai jadwal pemberian makan berikutnya, minimum 1 jam.

Dengan memberikan MP-ASI secara benar, proses tumbuh kembang bayi akan terjaga dan bayi terhidar dari berbagai macam penyakit yang berbahaya. (dr. fx. wikan indrarto, dr. Spesialis Anak di RS Bethesda Yogyakarta)

 

 

 

 

 

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.