Neuroimunobioseismologi, Perspektif Baru Gempa Bumi | ethicaldigest

Neuroimunobioseismologi, Perspektif Baru Gempa Bumi

Dito Anurogo*

*Dokter digital, pemerhati bencana, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM

Gempa bumi yang terjadi pukul 05.03 WIB menyebabkan jalan raya retak, ratusan bangunan (rumah, rumah sakit, masjid, ruko) runtuh dan rusak. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun amat berpotensi menyebabkan para korban menderita berbagai penyakit, salah satunya gangguan stres paskatrauma (GSP).

GSP adalah gangguan mental/kejiwaan yang dialami oleh korban bencana,  orang yang mengalami langsung kejadian berbahaya, peristiwa yang sadis, traumatis, mengerikan, menakutkan. Istilah traumatis disini bukanlah kejadian keseharian, seperti: kehilangan pekerjaan, perceraian, gagal ujian, putus cinta. GSP diderita semua usia, baik pria maupun wanita. Sekitar 25-30% orang dengan kejadian traumatis berpotensi besar GSP. Pada anak-anak, GSP umum (30%) dijumpai di unit gawat-darurat dengan dugaan awal cedera traumatis.

Penderita GSP mengalami gejala re-experiencing (terbayang kejadian saat gempa, mimpi buruk, jantung berdebar kencang, sering berkeringat dingin), avoidance (menghindari semua hal terkait gempa), arousal-reactivity (mudah kaget/marah, sulit tidur), cognition-mood (depresi, merasa bersalah, berpikir negatif, pelupa) minimal satu bulan.

Terapi obat hendaklah tidak digunakan sebagai tatalaksana lini pertama GSP. Penderita GSP dewasa diberi obat (paroxetine, mirtazapine, amitriptyline,  phenelzine) sesuai indikasi-rekomendasi dokter/psikiater.

Neuroimunobioseismologi

Neuroimunobioseismologi (NiBS) adalah multiperspektif-paradigma baru yang mempelajari seluk-beluk gempa bumi ditinjau dari multi-lintasdisipliner ilmu, meliputi: neurologi, neurosains, imunologi, biologi seluler-molekuler, neurobiologi, genetika, seismologi. Bila disederhanakan, NiBS adalah hibridisasi antara ilmu kedokteran dan geofisika.

Menurut perspektif neurosains-neurologi, ada tiga aspek karakteristik neurobiologis GSP, yakni neuroendokrin, neurokimiawi, dan neuroanatomi. Neuroendokrin melibatkan aksis hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) yang menyebabkan kortisol turun dan corticotropin-releasing hormone (CRH) naik, aksis hypothalamic-pituitary-thyroid (HPT) yang mengakibatkan rasio T3:T4 abnormal. Neurokimiawi melibatkan katekolamin (penyebab kadar dopamin dan aktivitas norepinefrin meningkat), serotonin (penyebab turunnya konsentrasi 5HT di bagian raphe dorsal dan/atau median), asam-asam amino (penyebab aktivitas GABA/gamma-aminobutyric acid menurun dan glutamat meningkat), peptida (penyebab konsentrasi plasma NPY/neuropeptide Y turun dan kadar endorfin beta di cairan serebrospinal naik). Neuroanatomi melibatkan otak bagian hipokampus [aktivitas dan volume berkurang], amigdala [aktivitas meningkat], korteks [volume prefrontal berkurang, volume cingulate anterior berkurang, aktivasi prefrontal medial menurun].

Aksis HPA merupakan sistem respon utama tubuh terhadap stres. Hipotalamus mensekresikan CRH, terikat ke reseptor-reseptor di sel-sel pituitari, memproduksi/membebaskan adrenocorticotropin (ACTH), ditransportasikan ke kelenjar adrenal dimana hormon-hormon adrenal seperti kortisol diproduksi/dilepaskan. Pelepasan kortisol mengaktivasi jalur saraf simpatis dan menghasilkan umpan-balik (feedback) negatif baik di hipotalamus maupun di pituitari anterior. Sistem umpan-balik negatif ini tampaknya dikompromikan pada penderita GSP.

Imunologi

Disfungsi imunologi terjadi pada GSP. Pada penderita GSP dijumpai penurunan kortisol, peningkatan kadar dehydroepiandrosterone (DHEA) dan produksi tumor necrosis factor-αlpha (TNF-α) dan interleukin-6 (IL-6). Zhou dkk (2011) membuktikan bahwa sel-sel T CD4+, sel mononuklear di darah tepi (PBMC), persentase IFN-gamma yang memproduksi sel-sel Th1 meningkat secara signifikan. Asai sitokin mengindikasikan bahwa PBMC penderita GSP memproduksi interleukin (IL-1beta, IL-2, IL-17), G-CSF dan interferon-gamma (IFN-γ) lebih tinggi dibandingkan orang normal. Hal ini menunjukkan GSP terkait dengan respon proinflamasi (peradangan). Peningkatan sitokin-sitokin proinflamasi pada penderita GSP diregulasi oleh pelbagai mekanisme epigenetik dan miRNA.

MikroRNA (miRNA) juga berperan dalam GSP. Analisis hibridisasi array miRNA membuktikan bahwa beberapa miRNA (miR-664, miR-1291)  regulasinya meningkat secara signifikan, sedangkan miR-125a dan miR-181c regulasinya turun secara dramatis pada penderita GSP. Pemeriksaan menggunakan PCR real-time berhasil mengungkapkan bahwa beberapa miRNA (miR-125a dan miR-181c) secara signifikan turun pada penderita GSP. Penurunan regulasi miR-125a bertanggung-jawab terhadap naiknya produksi IFN-γ pada penderita GSP. Analisis marker metilasi DNA dan histon membuktikan bahwa ekspresi IL-12 juga diaktivasi melalui modifikasi epigenetik. Knockdown lysine (K)-specific demethylase 5B (KDM5B), atau inhibisi DNA (Cytosine-5-)-methyltransferase 1 (DNMT1) menyebabkan peningkatan regulasi IL-12. Jelaslah bahwa miRNA berperan dalam disfungsi imunologi terkait GSP dan beberapa miRNA dapat digunakan sebagai biomarker untuk teranostik (terapi-diagnostik) GSP.

Perspektif genetika menunjukkan bahwa studi polimorfisme di gen transporter DA merupakan salah satu risiko GSP. Dijumpai pula kelebihan alel SLC6A39 berulang pada studi ini. Studi lain menyebutkan; polimorfisme di reseptor D2 berisiko GSP.

Perspektif seismologi menyebutkan bahwa gempa bumi Aceh yang berpusat di kedalaman 15 kilometer ini disebabkan oleh pergerakan sesar aktif yang disebut Samalanga-Sipopok, cabang sesar Sumatera utara, bergerak mendatar di kedalaman yang dangkal, bersifat dekstral dan merusak, namun tidak berpotensi tsunami.

Diharapkan di masa mendatang, kajian NiBS ini dapat menjadi solusi efektif, preventif, dan komprehensif bagi kalangan medis, pemerintah, pembuat kebijakan-kurikulum, politisi, akademisi, LSM, masyarakat untuk mengatasi problematika korban gempa bumi, terutama bagi penderita GSP.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.