Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, MSc, Ph.D, Sp.A(K) | ethicaldigest

Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, MSc, Ph.D, Sp.A(K)

Suatu kali, Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, MSc, Ph.D, Sp.A(K), tiba di Amerika Serikat menjelang musim dingin. “Di mana-mana, terpampang tulisan: Stop Flu!,” ujarnya. Begitu tiba, setiap pelancong yang masuk ke Negeri Paman Sam akan ditanya, apakah sudah vaksinasi flu. "Kita bisa suntik di mana saja. Termasuk di supermarket. Ada konter khusus perawat yang akan mewawancara,” ujar Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran, Bandung, saat dijumpai dalam diskusi Ayo #StopFlu, Kenali Tipe Vaksin Flu yang Sesuai di Jakarta beberapa waktu lalu.

Setelah disuntik, kita diminta menanti selama 30 menit. “Untuk melihat apakah ada efek yang tidak diinginkan,” ujar Prof. Cissy. Salah satu yang paling dikhawatirkan misalnya syok anafilaksis atau reaksi alergi berat.

Di Indonesia, vaksinasi flu belum dianggap penting. Masih banyak masyarakat yang mengganggap, flu sama dengan selesma biasa sehingga tidak perlu khawatir. “Padahal bila menjangkiti anak-anak dan kelompok geriatri, influenza bisa menyebabkan berbagai komplikasi, bahkan kematian.”

Apalagi, vaksin flu belum menjadi program pemerintah sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri. Belum lagi kendala teknis. “Tidak semua dokter yang praktik pribadi selalu siap sedia vaksin flu. Vaksin kan harus dibeli dulu, dan belinya tidak bisa cuma satu.”

Ia mengapresiasi klinik-klinik vaksinasi yang kini mulai bermunculan. Ini akan sangat memudahkan pasien mengakses vaksin flu. “Di Indonesia, virus influenza ada sepanjang tahun, sehingga vaksinasi bisa kapan saja. Berbeda dengan di negara empat musim, di mana influenza hanya menjadi ancaman saat musim dingin.”

Bagi Prof Cissy, influenza ibarat puncak gunung es. Di bawahnya, terdapat masalah yang jauh lebih besar. Mulai dari eksaserbasi penyakit kronik, infeksi sekunder, dan lain-lain. Vaksinasi rutin setiap tahun bisa memberi perlindungan silang. “Yang kita berikan hari ini manfaatnya bisa terasa di masa mendatang.” (nid)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.