drg. Felicia Melati, SpKGA | ethicaldigest

drg. Felicia Melati, SpKGA

Lulus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung, drg. Felicia Melati, SpKGA yang akrab disapa drg. Mela tertarik mendalami kedokteran gigi anak. Ia tertarik menjadi dokter gigi, “Karena dulu sering ikut papa periksa ke dokter gigi, saat pulang sekolah.” Sering menemani sang papa, membuat Mela yang duduk di bangku SMA akrab dengan dokter gigi. “Beliau sangat komunikatif dengan pasien dan keluarga. Ternyata profesi dokter gigi sangat menarik.”

Bagi Mela, dokter gigi layaknya seorang seniman. Selain mengatasi penyakit, kasus tertentu membuhtuhkan keterampilan tangan dalam menambal atau memperindah tampilan gigi pasien. Ibu satu anak ini tertarik menjadi spesialis kedokteran gigi anak karena sering bertemu dengan anak-anak. “Dunia anak unik, menyenangkan. Perlu pendekatan berbeda kalau mereka datang ke dokter gigi. Ini yang membuat saya tertantang.”

Banyak menangani pasien anak, ia yakin anak lebih tahan sakit bila sebelum terapi dilakukan pendekatan sehingga anak merasa nyaman. Belakang ia tertarik menangani anak-anak berkebutuhan khusus, yang dalam menjaga kesehatan gigi kurang mendapat perhatian dari orangtua atau dokter. “Ada kepuasan dan kebahagian tersendiri bisa merawat mereka. Tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata.”

Kelahiran Jakarta 3 November 1985 ini hoby crafting, tepatnya membuat aksesoris seperti kalung berbahan kain dengan berbagai model. Karena hobinya ini ia beberapa kali diundang untuk memberikan tutorial pembuatan pernak-pernik baju. Ia membuat kerajinan tangan seperti kalung atau gelang tidak untuk dijual, karena lebih sebagai hobi dan memanfaatkan waktu luang. Waktu paling cepat membuat kalung dari bahan kain sekitar satu hari. “Tapi kalau lagi  nggak mood bisa dua 2 minggu baru selesai.”

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.