dr. Yohanes W. H George, SpAn-KIC | ethicaldigest

dr. Yohanes W. H George, SpAn-KIC

Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit identik dengan tempat yang menakutkan dan dekat dengan kematian. “Sekarang tidak lagi,” ujar dr. Yohanes W. H George, SpAn-KIC, ahli anastesi dari RS Pondok Indah, Jakarta. “Teknologi di ruang ICU sekarang lebih mumpuni, dibandingkan 10 tahun lalu.”

Vice President Indonesian Society of Intensive Care Medicine ini mengatakan, banyaknya penelitian dalam bidang critical care medicine membuat keilmuan ini lebih maju dan lebih baik. Sebagai contoh, dulu tergadap pasien gagal ginjal yang mengalami kondisi kritis, tenaga kesehatan tidak mampu berbuat banyak. Dengan continuous renal replacement therapy, sekarang pasien gagal ginjal akut bisa terselamatkan. “Alat ini membantu ginjal pasien kritis mengeluarkan zat-zat peradangan yang dapat merusak organ tubuh lain.”

Pada kondisi tertentu, pasien ICU membutuhkan antibiotik yang diberikan secara intravena dengan berbagai masalah efek samping. Dengan bantuan teknologi terbaru di bidang ICU, penggunaan antibiotik sekarang bisa ditanamkan pada mesin. “Ketika darah dialirkan melalui mesin, bakteri-bateri dalam darah mati karena melewati antibiotik yang ditanam pada mesin. Teknologi ini dikenal dengan istilah extract corporeal blood purification (ECBP),” ujar dr. George. Layaknya mesin hemodialisa yang digunakan penderita gagal ginjal, alat ini mampu membunuh bakteri dalam darah, tanpa memberi efek samping berarti bagi pasien.

Teknologi ini juga mampu melakukan prosedur deresusitasi, atau menghilangkan cairan pada tubuh pasien dengan preeklamsi atau dengue shock syndrome (DSS). Juga bisa digunakan sebagai terapi plasma exchange, misalnya pada pasien dengan sindrome guilabere, myasteniagrafis. Ia berharap alat seperti ini bisa dibuat di Indonesia, sehingga bisa dimanfaatkan rumah sakit di seluruh penjuru Nusantara. “Butuh kerja sama yang baik antara insinyur dan dokter, untuk bisa membuat alat seperti ini.”

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.