dr. Iman Widya Aminata, Sp.OT | ethicaldigest

dr. Iman Widya Aminata, Sp.OT

Sejak dulu, dr. Iman Widya Aminata, Sp.OT menyukai fisika, matematika, dan segala hal yang berhubungan dengan mekanik. “Suka bongkar-bongkar pasang. Akhirnya pilih spesialis ortopedi, yang paling sesuai dengan mekanik dan fisika. Ortopedi lebih banyak mengenai struktur dan biomekanik,” tuturnya saat diskusi seputar cedera, beberapa waktu lalu.

Bagi dokter yang praktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya ini, ortopedi memiliki keistimewaan tersendiri. “Tulang adalah organ yang bisa sembuh sempurna,” ujarnya. Saat tulang berhasil disambung, bisa sepenuhnya menyambung kembali. “Pasien yang tidak bisa lari akibat patah tulang, bisa lari lagi. Fungsi tulang bisa dikembalikan dengan baik, hampir seperti sebelumnya.” 

Ia melihat tren, cedera lebih banyak terjadi pada orang yang hanya sesekali berolahraga atau atlet rekreasional, ketimbang atlet profesional. “Orang yang latihan karate atau judo, harusnya lebih berisiko cedera punggung. Tapi malah jarang. Mungkin karena mereka sudah mempersiapkan diri untuk cedera. Relaksasi dan latihannya sudah OK.”

Tentu, ada atlet yang cedera. Yang pernah ditangani dr. Iman misalnya atlet sepeda, yang cedera bahu karena terjatuh saat bersepeda. Karena segera ditangani, cederanya bisa pulih dengan operasi. Apalagi, sang atlet menurut untuk istirahat dulu, tidak memaksakan diri ikut pertandingan selama masa penyembuhan. “Prinsip mengobati atlet adalah: lebih baik kehilangan satu game daripada kehilangan seluruh karirnya.”

Dr. Iman sendiri menekuni olahraga beladiri sejak kanak-kanak, “Bisanya itu. Mau main bola, tidak kuat lari, hahaha.” Waktu SD ia berlatih karate, saat kuliah latihan jujitsu. Beladiri dilakoni sekadar hobi, bukan untuk prestasi.

Karena kesibukannya, ia tak sempat latihan beladiri. “Jadi, sekarang, hobi saya menanam. Menanam mawar. Kalau mati, ya beli dan tanam lagi, hahaha.” Aktivitas  berkebun sedikit banyak merupakan olahraga juga, tentu. Ditambah lagi, sekarang ia menyibukkan diri bermain dengan anaknya yang berusia 5 tahun. “Ngejar-ngejar anak kecil itu capek lho. Apalagi kalau dia minta main kuda-kudaan,” dr. Iman tertawa. (nid)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.