Pelopor Bayi Tabung | ethicaldigest

Pelopor Bayi Tabung

Sir Robert Geoffrey Edwards (27 September 1925 – 10 April 2013) adalah dokter berkebangsaan Inggris. Ia seorang pionir di bidang kedokteran reproduksi dan bayi tabung. Bersama dengan ahli bedah Patrick Steptoe, Edward adalah yang pertama berhasil melakukan konsepsi melalui in vitro fertilization (bayi tabung). Mereka membuat program IVF pertama untuk pasien infertile, dan melatih ilmuwan lain untuk menjalankan bayi tabung.

Edwards lahir di Batley, Yorkshire, Inggris. Dia mengenyam pendidikan di Henry Box School di Witney. Setelah menyelesaikan Manchester Central High Schoo di Whitworth Street di Manchester, dia bergabung dengan Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris, kemudian menyelesaikan S1 dalam bidang biologi di Bangor University. Dia belajar di Institute of Animal Genetics and Embryology di Universitas Edinburgh, di mana dia mendapat gelar PhD pada 1955.

Setelah setahun sebagai peneliti di California Institute of Technology, dia bergabung dengan National Institute for Medical Research di Mill Hill. Setelah satu tahun bekerja di Universitas Glasgow, pada 1963 dia pindah ke Universitas Cambridge sebagai Ford Foundation Research Fellow di Departemen Fisiologim dan anggota Churchill College, Cambridge.

Pada 1960, Edward mulai mempelajari fertilisasi pada manusia. Dia melanjutkan penelitiannya di Cambridge, yang menjadi fondasi keberhasilannya di kemudian hari. Pada 1968, dia mampu melakukan fertilisasi sel telur manusia di laboratorium dan mulai bekerja sama dengan Patrick Steptoe, seorang ahli bedah ginekologi dari Odham. Edwards mengembangkan media kultur untuk fertilisasi dan kultur embrio awal. Steptoe sendiri menggunakan laparoskopi untuk mengambil oosit dari pasien dengan infertilitas tubal.

Usaha mereka mendapat dukungan dan tentangan, termasuk penolakan dari konsil penelitian medis untuk mendanai penelitian mereka dan beberapa tuntutan hukum.

Kelahiran Louise Brown, bayi tabung pertama di dunia, pada jam 11:47 malam pada 25 JUli 1978 di RS Umum Odham, menjadi sejarah dalam dunia kedokteran. In vitro fertilisasi menjadi cara baru untuk membantu pasangan infertile, yang sebelumnya tidak mungkin memiliki keturunan.

Penemuan teknologi ini meningkatkan angka kehamilan. Diperkirakan sampai dengan 2010 ada skeitar 4 juta anak lahir dengan IVF, dengan sekitar 170.000 berasal dari oosit dan embrio donor. Terobosan mereka berdua meletakkan landasan inovasi berikutnya, seperti intracytoplasmatic sperm injection ICSI, embryo biopsy (PGD), dan penelitian stem cell.

Edwards dan Steptoe mendirikan klinik Bourn Hall Clinic, sebagai tempat untuk mengembangkan temuan mereka dan melatih para ahli baru. Steptoe meninggal pada 1988. Edwards melanjutkan karirnya sebagai ilmuwan dan editor sejumlah jurnal kedokteran.

Penghargaan:

  • Pada 1984, Edwards terpilih sebagai fellow dari Royal Society.
  • Pada 1994, mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Valencia, Spanyol.
  • Pada 2001, dia dianugerahi Albert Lasker Clinical Medical Research Award oleh Lasker Foundation untuk mengembangkan in vitro fertilization.
  • Pada 2007, di menduduki urutan ke 26 di daftar 100 orang genius terbesar oleh The Daily Telegraph.
  • Pada 2007, mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Huddersfield.
  • Pada  Oktober 2010 diumumkan bahwa Edward mendapat hadiah Nobel 2010 untuk pengembangan in-vitro fertilization. Komite Nobel memujinya karena usahanya mengembangkan pengobatan infertilitas dan melihat bahwa bayi yang lahir dari IVF memiliki status kesehatan yang sama dengan bayi biasa.
  • Mendapat gelar kesatria pada  2011.

Edward menikah dengan Ruth Fowler (1930-2013), yang juga seorang ilmuwan dengan prestasi yang luar biasa, pada 1956. Dia adalah cucu Ernest Rutherford, pemenang Nobel 1908 dan putri seorang dokter Ralph Fowler. Pasangan ini dianugerahi 5 anak dan 12 cucu.

Edwards meninggal pada 10 April 2013 setelah sakit paru berkepanjangan. Juru bicara untuk Universitas Cambridge mengatakan, ”Dia akan dirindukan keluarga, teman dan rekan-rekan kerjanya.” Harian Guardian menulis, saat Edward meninggal, lebih dari 4 juta anak lahir dari IVF. Sementara, Louise Brown mengatakan, "Penelitiannya bersama dengan Patrick Steptoe, membawa kebahagiaan pada jutaan orang di seluruh dunia, karena memungkinka mereka mempunyai anak."

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.