Vaksin Baru Pneumonia | ethicaldigest

Vaksin Baru Pneumonia

 

 

Pneumonia, otitis media, meningitis dan sepsis, merupakan penyakit yang disebabkan infeksi S.pneumoniae, dengan insiden dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Data dari Lancet 2009 menunjukkan, sekitar 55% penyakit pneumokokus dan 28% kematian akibat pneumokokus terjadi di Asia Pasifik. “Ini merupakan kejadian yang luar biasa dan dapat dikatakan insidennya sangat tinggi” ujar Prof. Dr. dr. Cissy B kartasasmita SpA(K) MSc Guru Besar FK Universitas Pajajaran, Bandung.

Pneumonia menyebabkan 19% kematian anak usia kurang dari 5 tahun, di mana Afrika dan Asia Tenggara menyumbang sekitar 70%, dengan angka kurang lebih 2 juta kematian pertahunnya. Sementara data di Indonesia, berdasarkan survey mortalitas subdit ISPA tahun 2005, menunjukkan bahwa pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak berusia di bawah lima tahun sebesar 23,6%.

Penyebabnya bervariasi. Bisa berasal dari bakteri, virus atau keduanya. Namun patogen spesifik yang hingga kini menyebabkan pneumonia dan bisa menjadi berat, adalah S.pneumoniae sebesar 50%. Disusul H.influenzae sebesar 20% di beberapa negara, yang hingga kini belum menyertakan imunisasi Hib sebagai program imunisasi wajib.

S.pneumonia sendiri terdiri dari beberapa serotype. Dari beberapa penelitian di Columbia, Brasil, Belgia, Amerika Serikat, Rusia dan Taiwan terdapat variasi serotipe penyebab pneumonia. Tapi, serotipe utama yang mendominasi adalah 14, 16 dan 19. Sementara pada pneumonia yang complicated, jumlah serotype yang ditemukan lebih banyak seperti serotipe 1, 3, 5, 6, 14, 19 dan 23. Namun, yang terbanyak adalah serotipe 1, 3 dan 5.

Studi Surveils IPD yang dilakukan di 3 kota di Indonesia, yakni Bandung, Surabaya dan Denpasar menunjukkan, serotipe 5, 14 dan 23F ditemukan di Indonesia. Ini merupakan gambaran bahwa kita membutuhkan vaksin yang memiliki cakupan yang lebih luas dari sebelumnya.

 

Perkembangan Vaksin

PVC7 (Pneumococcal conjugate vaccine 7) merupakan vaksin PVC yang pertama kali di pasarkan, pada akhir tahun 2000 di Amerika Serikat. Setelah 8 tahun PVC7 diluncurkan, kini hadir vaksin PVC baru yang mengandung 10 serotype (PVC7+3 serotipe lain, yaitu 1, 5 dan 7F) dengan nama dagang SynflorixTM.

Menurut dr. Camen B Nievera, vaksin ini dibuat dengan mengkonyugasikan serotipe pneumococcal dengan protein D dari non-typeable H.influenzae (NTH1). Sehingga, vaksin ini memberikan perlindungan yang lebih dari sekedar melindungi terhadap penyakit pneumonia.

Ada beberapa kelebihan dari penggunaan protein D sebagai carrier, yaitu dapat memacu respon imun yang konsisten terhadap serotipe S. pneumonia, meminimalkan risiko interferensi respon imun terhadap vaksin lain dan memberikan perlindungan terhadap NTHi.

Beberapa studi terhadap PHiD-CV (PVC10), telah dilakukan di beberapa negara  Asia, seperti Korea, Taiwan, Filipina, Malaysia dan Singapura.  Penelitian di Filipina, misalnya, didisain secara buta ganda untuk membandingkan imunogenisitas PHid-CV dengan 7vCRM, yang diberikan secara bersamaan dengan DTPw-HBV/Hib dan OPV pada 400 bayi saat berusia 6, 10 dan 14 minggu.

Pada pemeriksaan ELISA terlihat bahwa untuk serotipe yang umum, seperti serotipe 2, 8B, 9V 14, 18C, 19F dan 23F, persentase subyek yang mencapai konsentrasi antibodi >0,2 μg/ml menunjukkan kisaran yang sama pada kedua kelompok. Dan, untuk serotipe lainnya, yakni serotipe 1, 5 dan 7F di mana PCV-7 tidak memilikinya, respon immune yang baik ditunjukkan pada kelompok bayi yang diberi PHiD-CV. Hasil pemeriksaan OPA, juga menujukkan hasil yang sama.

Ada penelitian oleh Vesikari T dan kawan-kawan, yang membandingkan pemberian PHiD-CV+ booster PHiD-CV dengan 7vCRM+ booster 7vCRM dan 7vCRM + booster PHiD-CV. Hasilnya, respon OPA untuk 7 serotipe adalah sama. Tapi, untuk 3 serotipe lainnya, yakni 1, 5 dan 7F ada perbedaan bermakna. Pada kelompok yang hanya diberi PHiD-CV, ternyata hasilnya lebih baik dibandingkan pasien yang diberi 7vCRM dengan atau tanpa booster PHiD-CV.

Namun, kelompok yang diberi 7vCRM dengan booster PHiD-CV, ternyata memiliki respon yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang murni hanya diberi 7vCRM dengan booster 7vCRM. “Ini menujukkan ada peningkatan respon imunitas pada kelompok yang diberi booster PHiD-CV,” ujar dr. Camen.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.