Terapi Suportif Pasien Kanker | ethicaldigest

Terapi Suportif Pasien Kanker

Terapi kanker telah menunjukkan kemajuan dengan ditemukannya berbagai obat baru, baik sebagai terapi utama atau sebagai terapi suportif, seperti Avemar. Pengembangan Avemar terinspirasi penelitian Dr. Albert SzentGyörgyi, pemenang Nobel pada 1937. Dia meneliti gandum sebagai pengobatan untuk kanker, karena gandum  kaya akan quinon dan asam askorbat (vitamin C).

Dia bekerja sama dengan Biropharma dalam melakukan penelitiannya. Ternyata, terapi dengan gandum menunjukkan hasil yang baik pada kanker. “Ada zat lain dalam gandum, selain quinon dan vitamin C yang berperan penting, dan zat itu belum diketahui sampai saat ini,” kata dr. Atilla Erdos.

Avemar bekerja dengan beberapa cara. Yang pertama dan paling utama adalah meningkatkan proses apoptosis sel kanker.  Avemar juga dapat menurunkan sintesis DNA, meningkatkan anti metastasis dan menurunkan angiogenesis. Avemar juga dapat bekerja sebagai imunomodulator dan menormalkan glukolisis.

Avemar menginduksi programmed cell death (apoptosis) dengan menurunkan produksi satu enzim bernama PARP, yang dihasilkan sel kanker secara berlebihan. PARP (poly-ADP-ribose) adalah sutau enzim yang pemecahan DNA sebelum terjadinya pembagian sel. Tanpa PARP yang adekwat, sel kanker tidak dapat menyelesaikan replikasi DNA.

Avemar juga menurunkan sintesa DNA di sel kanker, dengan menghambat konsumsi glukosa oleh sel kanker. Sebab, pada dasarnya, sel kanker membutuhkan glukosa untuk mensintesa ribose, bahan pembentuk DNA. “Sel kanker membutuhkan glukosa untuk mensintesa DNA, agar sel kanker dapat bereplikasi dengan cepat,” ucap dr. Atilla.

Namun, yang penting, Avemar meningkatkan respon imun seluler, yaitu dengan men-downregulate antigen MHC class I pada sel kanker. Akibatnya sel kanker menjadi lebih rentan terhadap sel-sel Natural Killer. Dia juga meningkatkan secara signifikan produksi TNF alfa, sehingga menginduksi nekrosis hemoragik pada tumor. Dan, melalui upregulasi molekul sel adhesi, Avemar membantu leukosit menginfiltrasi sel-sel tumor. 

Avemar tidak memiliki efek samping atau efek sampingnya kecil sekali, juga memiliki terapeutik window yang luas. “Avemar dianggap toksik jika diberikan dengan dosis 50 kali lebih tinggi dari dosis harian yang direkomendasikan,” ujar dr. Atilla. Dan penelitian jangka panjang tidak menunjukkan adanya efek hematologis. Avemar dapat diberikan selama dan setelah kemoterapi dan radioterapi.

Saat ini, sudah banyak penelitian yang mencoba melihat efikasi Avemar terhadap berbagai jenis kanker, seperti kanker kolorektal, melanoma malignant, kanker rongga mulut, kanker payudara, kanker paru dan kanker anak. Avemar juga sudah diujikan pada pasien dengan gangguan otoimun, seperti arthritis juvenile dan SLE.

Untuk kanker kolorektal, ada sebuah penelitian yang membagi pasien dalam dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 104 pasien kontrol (3,8% stadium IV) yang diberikan tindakan operasi dan kemoterapi. Kelompok lainnya terdiri dari 66 pasien (27,3% dalam stadium IV) yang diberikan operasi, kemoterapi dan Avemar. Follow up dilakukan selama 9 bulan. End pointnya adalah progresi tumor. Ternyata, ada 42% pada kelompok kontrol yang mengalami kejadian berhubungan dengan progresi kanker. Sedangkan, pada kelompok Avemar hanya 17%.

Penelitian lain mencoba mengujikan Avemar pada penderita melanoma malignan stadium 3. Ada dua kelompok pasien. Kelompok pertama terdiri dari 26 pasien yang diberi Dacarbazin saja, sementara 26 lainnya diberi Dacarbazin dan Avemar. Endpoinnya adalah harapan hidup tanpa pregresi penyakit dengan follow up selama 7 tahun. Ternyata, harapan hidup pasien lebih besar pada yang mendapatkan Avemar dibanding yang tidak.

Apakah Avemar bisa bermanfaat untuk semua jenis kanker? Kanker begitu kompleks dan tidak ada satu pun terapi yang efektif untuk semua kanker. Antara satu kanker dengan lainnya berbeda. Semua pengobatan untuk kanker hanya terfokus pada kankernya, lupa bahwa sebenarnya di dalam tubuh kita ada sistim kekebalan yang juga dapat melawan kanker.

Avemar memiliki tiga cara untuk melawan kanker. Kerja utamanya adalah memodulasi sistim kekebalan. Lalu, mempengaruhi metabolisme glukosa dan berefek secara langsung sebagai anti tumor. “Sistim kekebalan memiliki peran penting dalam melawan kanker dan Avemar membantu sistim kekebalan untuk melawan kanker,” ucap dr. Atilla.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.