Super Antioksidan Dengan Teknologi Aktifasi Molekuler | ethicaldigest

Super Antioksidan Dengan Teknologi Aktifasi Molekuler

Selama puluhan tahun, para ahli terus mencari obat untuk berbagai penyakit infeksi karena virus, seperti HIV/AIDS, demam berdarah, flu babi dan sebagainya. Ketika sebagian besar peneliti terfokus mencari antibiotik, antiinflamasi, obat antiretroviral dan vaksin, kita lupa bahwa sebenarnya pengobatan terbaik sudah ada dalam tubuh, yaitu sistim kekebalan tubuh kita sendiri.

Luc Montagnier, seorang pemenang Nobel bidang Medicine tahun 2008, ikut mencari pengobatan untuk penyakit infeksi ini. Sampai akhirnya, dia mengunjungi Catalysis untuk mengetahui lebih banyak mengenai VIUSID, suatu formula dengan khasiat anti-inflamasi, antiviral dan satu-satunya super antioksidan.

Setiap bahan aktif dalam formula, terlebih dulu diaktifkan melalui teknologi aktivasi molekuler (molecular activation). Ini adalah teknologi yang ditemukan pada 1986 dan terus dikembangkan oleh The Spanish Council for Scientific Investigator Center (CSIS) milik pemerintah Spanyol, yang digunakan dalam pembuatan VIUSID dan produk-produk Catalysis lainnya.

Aktivasi molekuler adalah suatu proses tehnologi memperkuat “struktur” suatu molekul senyawaan, tanpa mengubah “bentuk” molekul itu sendiri. Proses aktivasi molekuler mampu meningkatkan kapasitas suatu antioksidan ke titik paling maksimal, di atas kapasitas “asli.” Proses ini dilakukan berdasarkan kalkulasi matematis yang tepat, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya proses aktivasi molekuler suatu jenis antioksidan.

Prinsipnya, secara alamiah, setiap antioksidan memiliki kapasitas antioksidan optimal tetapi terbatas, bergantung pada jenis antioksidannya. Dan setiap antioksidan yang masuk ke dalam tubuh, berada di tengah-tengah molekul-molekul radikal

bebas, akan mengalami penurunan kapasitas. Karena itu, aktivasi molekuler sangat penting untuk meningkatkan kapasitas suatu antioksidan, sebelum dijadikan produk siap pakai.

Perlu diketahui, setiap formula yang mengandung lebih dari 1 macam antioksidan, kapasitas antioksidan yang berlaku adalah antioksidan dengan kapasitas tertinggi. Sama sekali bukan jumlah total kapasitas antioksidan dari beberapa antioksidan yang dikombinasikan. (Dr. A. Gonzalez, ANTIOXIDANTS Study and Application).

VIUSID Teraktivasi

Hasil ini menunjukkan bahwa aktivasi molekuler adalah teknologi yang penting. Ia perlu mendapatkan aktivitas biologis terbaik dan, secara konsisten, efektivitas yang lebih baik untuk digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit yang secara langsung atau tidak langsung menghasilkan radikal bebas, dan akhirnya menyebabkan stress oksidatif.

Teknologi ini berhasil membuat VIUSID sebagai antioksidan terkuat di dunia (9.600 x Vit E /atau C ) dengan aktivitas biologis terbaik, yang secara otomatis sangat efektif dalam pengobatan penyakit, yang secara lagsung atau tidak langsung, menghasilkan radikal bebas dalam tubuh manusia.

Cara Kerja Virus

Proses kinase P (fosforilasi) dimulai dari masuknya virus ke dalam sel CD 4. Virus melepaskan RNA virus dan masuk ke dalam sitoplasma sel, yang kemudian ditranslasikan menjadi DNA, suatu proses yang dimediasi oleh reverse transcriptase. Genome virus (dalam bentuk DNA) masuk ke dalam genom sel. Karena virus menginfeksi sel CD 4, maka sistim kekebalan menjadi lemah. Respon sistim kekebalan terhadap kemunculan partikel virus dalam médium ekstraseluler, menjadi tidak efektif.

Di dalam sel CD 4, virus berreplikasi dengan membentuk RNA dan kapsul protein baru. Dalam kondisi stress oksidatif, faktor transkripsi NFkB membangunkan virus latent dalam sel. Sehingga, RNA dan kapsul terlepaskan dari sel dan mencari rumah baru untuk berreplikasi. Proses ini berlangsung secara terus menerus, hingga akhirnya tubuh mengalami penurunan jumlah sel CD 4, yang mati karena terinfeksi virus. Padahal, CD 4 berperan penting dalam mempertahankan tubuh dari serangan infeksi.

Cara Kerja VIUSID

VIUSID memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kadar CD4. VIUSID yang kapasitas antioksidannya ditingkatkan dengan aktivasi molekuler, bekerja dengan mencegah sel virus menggunakan sel CD 4 sebagai pabrik untuk bereplikasi, dengan mencegah intercellular – uncoating dari virus dan lapisan atau membran eksternal sel. Dengan demikian, sel virus tidak bisa masuk ke dalam sel CD4.

VIUSID meningkatkan sistim kekebalan, sehingga dapat merespon keberadaan partikel virus dalam medium ekstraseluler dan mengeliminasi sejumlah besar partikel virus, dengan cara alamiah. Memang, kapsul protein dan RNA tetap terbentuk, tetapi aktivasi yang rendah membuat kapsul protein dan RNA yang terbentuk, hanya dalam jumlah kecil. Sebagai antioksidan, VIUSID menurunkan stress oksidatif, sehingga transcription factor NFkB tidak cukup terstimulasi dan, karenanya, virus laten yang “dibangunkan” hanya sedikit.

VIUSID mampu menghambat secara cepat replikasi sel virus, menurunkan secara cepat viral load dan meningkatkan secara cepat sel CD4. Dalam beberapa penelitian, VIUSID digunakan sebagai monoterapi pada pasien HIV-AIDS. Digunakan dalam jangka pendek atau panjang tanpa efek samping, dan tidak menyebabkan resistensi. Tidak seperti ARV yang harus diminum setiap hari, pemberian VIUSID bisa dihentikan sementara (bagi orang yang sehat maksimal pemberian VIUSID adalah 6 minggu, bisa diteruskan 1-2 bulan kemudian).

VIUSID juga mencegah infeksi oportunistik pada pasien HIV-AIDS, dan memberikan hasil positif pada lebih dari 10 Multi Ethnic Medical Centers Clinical Trials. Pasien memiliki angka harapan hidup >62% setelah 8 tahun (96 bulan).

Untuk demam berdarah dengue, berdasar laporan-laporan yang masuk ke Scientific Medical Observation (waktu terlalu sempit untuk melakukan penelitian klinis pada DBD sebagaimana dengan SARS) mengenai penggunaan VIUSID yang diterima dari CUBA , Afrika Barat (Togo, Benin, Ghana) dan Cina sewaktu wabah SARS 2003, menunjukkan hal sebagai berikut: Pemberian VIUSID 3 sachet/hari atau 3 x 10 ml VIUSID Liquid (dewasa) / 3 x 5 ml (anakanak) selama 3 hari pada penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD), dapat menyembuhkan pasien secara klinis. Hal ini disebabkan peningkatan sistim kekebalan pasien secara mencolok, dan kemampuan antiviral dari produk ini.

Info Produk Hubungi:
Solusi Farma Indonesia : 021 860 8786
Anton : 0822 4567 7577

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.