Pokok Tokoh | ethicaldigest - Semijurnal Farmasi & Kedokteran

Infeksi terkait pelayanan kesehatan yang tersebar melalui kuman, menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian. Menurut WHO, secara global 10% pasien rawat inap menderita infeksi ini dan menyebabkan 1,4 juta kematian di seluruh dunia. Di Indonesia angkanya 9,8%.

Peminatnya jarang, sementara kasus penyakit jantung cukup banyak. Itulah alasan untuk mendalami kardiologi. Lulus menjadi dokter spesialis jantung, “Kalau tidak salah jumlah spesialis jantung sekitar 80 orang,” jelas Prof. dr. Harmani Kalim, MPH, SpJP(K), FIHA.

“Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan Khusus Kebersihan Tangan”. Buku karangan Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Dr. dr. Sutoto, MKes, ini rencanannya akan didistribusikan ke rumah-rumah sakit di Indonesia.

Ketertarikannya dalam bidang ilmu kedokteran, karena saat ia kecil dulu melihat sosok ayahnya yang saat itu bekerja sebagai perawat kesehatan angkatan darat. “Dimasanya, ketika melihat ayah  saya nyuntik dan mengobati orang sakit dan bisa sembuh itu rasanya sangat luar biasa,” jelas dr. Ponco Agus Prasojo, SpB-KBD.

Bagi pria satu ini, sebelumnya tidak terbayangkan akan menjadi seorang dokter. “Jadi semua itu tiba-tiba saya, tanpa ada rencana. Lebih kepada jalan yang diberikan tuhan untuk saya,” jelas dr. Panondang Pangabean, SpB.

Lulus FKUI tahun 2000, ia langsung melanjutkan studi S2. “PTT saat itu tidak wajib lagi. Saya memilih studi ke Jerman,” jelas dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG,  yang saat di SMA tertarik di bidang teknologi instrumentasi (IT). “Saya mengambil obstetric dan ginekologi.” 

Anak adalah generasi masa depan. Kelak anak-anak akan menjadi pemimpin bangsa. “Itu yang membuat saya tertarik menjadi dokter spesialis anak,” ujar dr. Luszy Arijanti SpA, dari RS Gading Pluit, Jakarta.

Pages