Penting, Vaksin HPV pada Anak | ethicaldigest

Penting, Vaksin HPV pada Anak

Di Indonesia, angka kejadian kanker serviks cukup tinggi dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Data menunjukkan, kanker serviks menempati urutan pertama sebagai kasus kanker terbanyak pada wanita dengan 2500 kasus. Dan data dari Surabaya menunjukkan, tahun 2007 angka kejadian kanker serviks mencapai 3698 kasus.

Dr. Hartono Gunardi, Sp.A menyatakan, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi kronik Human Papiloma Virus (HPV). “Sekitar 50-80% wanita pernah terinfeksi virus HPV semasa hidupnya, 50% di antaranya bersifat onkogenik,” ujar Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Indonesia ini.

Meski demikian, tidak semua wanita yang terinfeksi HPV mengalami kelainan sel mukosa serviks. Sekitar 80% bersifat sementara, asimtomatis dan sembuh secara spontan. Kanker serviks terjadi jika infeksi yang terjadi bersifat persisten (menetap) dan penderita memiliki faktor risiko (multiparitas, pasangan seksual yang berganti-ganti dan merokok).

Yang menjadi perhatian saat ini, ternyata infeksi HPV tidak hanya terjadi pada wanita dewasa, tetapi juga remaja putri dan wanita dewasa muda. Bahkan, dari beberapa penelitian ditemukan, insiden puncak infeksi HPV terjadi pada usia remaja dan dewasa muda. Penelitian Kahn JA et al. dan publikasi ACOG Committee on Adolescent Health Care menunjukkan, wanita usia 15-19 tahun adalah yang paling banyak terpapar infeksi HPV.

Diperlukan vaksinasi HPV sejak dini, yang dapat memberi perlindungan dalam jangka waktu lama. Penelitian Block SL, Nolan T, Sattler C, et al. yang membandingkan respon antibodi setelah pemberian vaksinasi HPV pada kelompok umur 10-15 tahun dan 16-23 tahun menemukan, antibodi yang dihasilkan pada usia 10-15 tahun lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan usia yang lebih tua.

Penelitian lain oleh Elbasha EH et al menunjukkan, vaksinasi rutin pada usia sebelum masuk usia remaja akan dapat mengurangi penyakit akibat infeksi di waktu yang akan datang. Bila vaksinasi diberikan pada kelompok usia yang lebih muda, yaitu <10 tahun, maka CIN 2/3 yang disebabkan HPV 6/11/16/18 akan menurun pada usia berikutnya. Demikian juga angka kejadian kutil kelamin (genital warts) yang disebabkan oleh HPV 6/11.

Di beberapa negara, Vaksin HPV diberikan pada usia anak-anak. Australia menganjurkan vaksinasi pada rentang usia 10 - 45 tahun. Sementara Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan imunisasi HPV diberikan pada remaja putri usia 11-12 tahun dan catch-up pada umur 13-26 tahun.

Mengapa vaksinasi dianjurkan pada usia dini? Dalam sebuah survey yang menyebarkan 400 pertanyaan kepada dkter keluarga dan dokter anak (dengan rata-rata respon 59%), anak usia 9–12 tahun lebih sering bertemu dengan tenaga medis (dokter keluarga dan dokter anak), dibandingkan remaja dengan usia yang lebih tua ( usia >13 tahun). Sehingga, diharapkan cakupan vaksinasi dapat lebih luas.

Di Indonesia, salah satu vaksin HPV yang telah mendapat ijin edar, mempunyai imunogenitas yang baik, aman dan efektif untuk mencegah kanker serviks adalah Gardasil® (HPV tipe 6/11/16 dan 18). Vaksin ini digunakan untuk pencegahan dan bukan pengobatan. Para pakar menganjurkan untuk memberikan vaksin HPV pada saat remaja, sebelum masa aktivitas seksual.

Gardasil aman dan efektif untuk mencegah infeksi HPV dan kanker serviks, bila diberikan sesuai pedoman yang dianjurkan. Vaksin Gardasil juga bisa mencegah genital wart (kutil kelamin) yang disebabkan HPV tipe 6 dan 11. Satgas Imunisasi IDAI sepakat merekomendasikanvaksin HPV pada remaja puteri sejak usia 10 tahun. Ada kesepakatan antara IDA, POGI dan PAPDI untuk mencantumkan jadwal imunisasi HPV dalam jadwal imunisasi rekomendasi IDAI.

“Vaksinasi HPV merupakan tindakan pencegahan primer, yang diberikan pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual,” ujar Prof. dr. Nugroho Kampono, Sp.OG-KOnk. Itu karena Gardasil tidak dibuat untuk tindakan teraputik, tetapi sebagai tindakan pencegahan atau profilaksis. Efikasi pencegahan terhadap lesi pra-kanker serviks (LG-SIL dan HG-SIL) mendekati 100% pada penelitian klinik fase III. Dan, yang terpenting, seperti diutarakan Prof. Nugroho, Gardasil menunjukkan profil keamanan yang baik dalam berbagai studi klinik dan survei post marketing.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.