Pengobatan EGb761 untuk Dimensia | ethicaldigest

Pengobatan EGb761 untuk Dimensia

Dimensia menimbulkan dampak yang besar. Bukan hanya kepada penderitanya, tetapi juga kepada yangh merawatnya. Penderita tidak dapat merawat dirinya sendiri, sehingga muncul komplikasi-komplikasi yang membutuhkan perawatan. Pada stadium yang sangat lanjut, penderita butuh perawatan di nursing home. Ini akan berakibat munculnya permasalah sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Sebenarnya, dimensia adalah suatu sindroma klinik. “Berdasar kriteria DSM IV, dimensia merupakan suatu simtomatologi. Jadi, diagnosis dari dimensia hanya berdasarkan gangguan klinik,” ujar dr. Diantri Nari Lastri, Sp.S. Kriterianya terdiri dari gangguan memori plus salah satu dari: gangguan berfikir abstrak, gangguan penilaian, gangguang fungsi kortikal lain seperti afasia, apraksia dan agnosia, dan perubahan kepribadian.

Sebuah penelitian di Kanada menyebutkan, sekitar 64% kasus dimensia adalah tipe alzheimer. Sementara 19%-nya adalah dimensia vaskuler. Sedangkan pada penelitian Lobo dan kawan-kawan terlihat, alzheimer memiliki prevalensi 53,7% sementara dimensia vaskuler 15%. Perlu diperhatikan bahwa terkadang penderita dimensia alzheimer juga disertai gangguan vaskuler. “Jarang sekali ada penderita VaD tanpa patologi AD,” kata dr. Diantri.

Dimensia juga bisa disebabkan adanya gangguan pada daerah white matter. Salah satu penyebabnya adalah multiple sklerosis. Lebih dari 23% penderita akan mengalami dimensia. Namun, pada pasien-pasien ini penurunan fungsi kognitif kadang tidak bisa diketahui dengan jelas. Itu k besarnya penurunan kognitif, sering tidak berhubungan dengan ketidakmampuan neurologis. Sementara pemeriksaan dengan MMSE tidak sensitif.

Pengobatan standar terhadap pasien-pasien ini adalah dengan cholinesterase inhibitor (ChE-I)  yang bekerja memperbaiki perilaku, fungsi institusionalisasi dan ADL, serta fungsi kognitif pada penderita dimensia alzheimer. Obat ini juga bermanfaat untuk dimensia vaskuler. Obat ini memiliki efek samping berupa mual, muntah, diare, kolik. Obat ini juga tidak efektif pada MCI dan mahal.

EGB 761

EGB 761 merupakan ekstrak kering terstandarisasi dari daun ginkgo biloba. Senyawa ini bekerja  melindungi saraf dengan menangkap radikal bebas, mencegah peroksidasi membran, melindungi terhadap hipoksia dan menghambat apoptosis. Selain itu, obat ini mengoptimalkan fungsi saraf dengan memperbaiki metabolisme energi saraf, karena adanya perbaikan oksigenisasi dan suplai glukosa. Obat ini juga memperbaiki kondisi hemodinamik dan haemoreologis dengan menurunkan rigiitas sel darah merah, menurunkan viskositas darah dan plasma, memperbaiki serebral dan sirkulasi periferal.

Semua penelitian awal menunjukkan manfaat EGB 761 untuk pasien dimensia, dimensia alzheimer dan tipe vaskuler. Beberapa penelitian paling baru melibatkan jumlah pasien yang lebih besar, menunjukkan hasil berbda-beda. Tapi, sebagian besar menunjukkan hasil positif dengan pembertian EGB 761. Penelitian paling besar dilakukan oleh DeKosky, melibatkan 3069 pasien. Hasilnya EGB tidak banyak berpengaruh mencegah perkembangan MCI menjadi dimensia. “ini memberikan alasan bahwa EGB baik diberikan lebih awal, untuk mencegah dimensia,” ujar dr. Ho King Hee dari Gleneagles Medical Center, Singapura.

Satu penelitian One Tablet A DAT (GOTADAY) melibatkan 410 pasien dengan dimensia ringan sampai berat. EGB 761 diberikan dosis satu kali sehari, dengan dosis 240mg selama 24 minggu. Hasilnya ada perbaikan fungsi kognitif, gejala neuropsikiatri, aktivitas kehidupan sehari-hari dan kualitas hidup. EGb 761 juga terbukti aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

“Sebuah meta analisa dari enam penelitian yang saya lakukan menyimpulkan, Egb 761 memiliki hasil positif pada penderita dimensia,” ujar dr. Ho. Bahkan pada penelitian Schulz tahun 2003 yang melihat pada 9 penelitian, menyimpulkan EGb 761 dan ChE-I memiliki efikasi yang setara. Sementara, Bricks tahun 2009 menyimpulkan EGb tidak memiliki efek samping.

Ada beberapa meta analisa membandingkan EGb 761 dengan pengobatan standar ChE I. Penelitian meta analisa terbesar dilakukan oleh Wettstin tahun 2000, yang menunjukkan EGb 761 memiliki efektifitas yang sama dengan ChE-I. Sementara Kurs dan Van Baelen melakukan analisa data cochrane dan menyimpulkan, Egb kurang efektif dibanding obat standar tetapi dapat ditoleransi lebih baik. Dua penelitian tunggal lainnya menunjukkan efikasi yang setara antara EGb 761 dan ChE-I.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.