Obat Topikal Nyeri Neuropatik | ethicaldigest

Obat Topikal Nyeri Neuropatik

Nyeri neuropatik merupakan keadaan kompleks dari nyeri kronis, yang biasanya disertai cidera pada jaringan. Pada kondisi ini, serat-serat saraf mungkin rusak, disfungsional, atau cedera. Serat saraf yang rusak akan mengirim sinyal yang salah ke pusat-pusat rasa sakit lain. Nyeri neuropatik mengenai 2-3% dari populasi, membutuhkan biaya pengobatan yang mahal dan menyulitkan  penderita dalam beraktivitas.

Nyeri ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderita, dengan gejala yang digambarkan berupa kesemutan atau seperti ditusuk paku dan jarum, atau gejala nyeri lebih seperti membakar. Nyeri saraf dapat dikaitkan dengan sejumlah kondisi medis, seperti neuropati diabetika dan neuralgia pasca herpes.

Rasa geli dan sensasi terbakar nyeri saraf, sangat berbeda dari rasa sakit dan nyeri yang dirasakan dari nyeri otot. Nyeri otot disebabkan oleh cedera fisik, seperti terjatuh, akan menghilang setelah cedera sembuh. Tapi, nyeri neuropati yang tidak disebabkan oleh trauma, sering menghasilkan rasa sakit terus-menerus. Over-the-counter-pain seringkali tidak cukup kuat untuk membuat nyeri saraf pergi.

Nyeri kronis terkait dengan nyeri neuropatik yang tidak mendapatkan pengobatan dengan segera, akan berkembang menjadi lebih parah dan menetap. Penundaan medikasi akan berefek pada sejumlah keadaan, meliputi degenerasi presinaptik terminal pada saraf tulang belakang, penurunan efektivitas sistem penghambatan yang mengontrol transmisi nyeri di saraf pusat, mempercepat terjadinya apoptosis pada sel saraf atau sel-sel glial, serta perubahan sintesa Oksida Nitrit (NO).

 

Antidepresan Trisiklik Topikal.

Antidepresan trisiklik merupakan obat penting dalam pengobatan nyeri neuropati. Efek analgesik yang dimiliki terlepas dari aktivitas antidepresan, dan biasanya diberikan dengan dosis rendah dengan onset kerja yang cepat dalam mengurangi rasa nyeri. Efek analgesik yang dimiliki antidepresan trisiklik timbul sebagai akibat penghambatan norepinephrine dan pengambilan serotonin. Sehingga, meningkatkan penghambatan tonus neurotransmitter di tingkat tulang belakang.

Walau antidepresan trisiklik oral sudah dibuktikan memiliki efikasi yang baik pada nyeri neuropatik, penggunaannya sering menimbulkan efek samping seperti mengantuk,  gangguan fungsi kognitif, dan efek pada kardiovaskuler. Efek samping ini dialami hampir oleh satu dari tiga pasien yang menggunakan agen oral ini. Antidepresan trisiklik tidak mengatasi penyakit penyebab nyeri atau memperlambat progresi neuropati, tapi hanya memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Suatu efek analgesik dari antidepresan trisiklik yang diberikan secara topical, yaitu doxepin hydrochloride (Sagalon), pada nyeri neuropatik kronis telah dibuktikan dalam beberapa penelitian baru-baru ini. Doxepin HCL diketahui memiliki efek antihistamin H1 dan H2 yang kuat. Obat topikal ini diindikasikan untuk digunakan dalam jangka pendek (sampai 8 hari) dalam mengurangi pruritus, yang dihubungkan dengan eczematous dermatoses.

Beberapa penelitian menunjukkan, doxepin yang diberikan secara topical aman. Penyerapan doxepin topikal melalui kulit sangat minimal, sehingga kadar dalam plasma hanya berkisar dari 0 sampai 47ng/mL. Tapi jika digunakan secara oral, kadar plasmanya bisa mencapai 30 sampai 150ng/mL.

Pada suatu penelitian acak, plasebo terkontrol, buta ganda, yang melibatkan 200 pasien dewasa menunjukkan, pemberian topical doxepin memiliki efek analgesik pada nyeri neuropatik dengan efek samping lebih sedikit dibanding jika diberikan secara oral. Doxepin dapat ditoleransi dengan baik dan memiliki efek samping lebih sedikit, daripada doxepin yang diberikan secara oral.

Penelitian lain membandingkan doxepin HCL 5% dua kali sehari dengan plasebo, pada empat puluh pasien dengan nyeri neuropatik. Dari 75% pasien yang dapat dievaluasi ditemukan adanya penurunan skor nyeri yang signifikan, pada mereka yang diberi doxepin hydrochloride topikal dibandingkan yang mendapat plasebo.

Dari sini bisa disimpulkan, doxepin topikal dapat menjadi alternative dan merupakan pengobatan yang relative aman, untuk mengurangi nyeri neuropati pada pasien dengan neuropati diabetic dan neuralgia pasca herpes. Terutama pada pasien yang berkontraindikasi dengan pengobatan sistemik.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.