Manfaat Astaxanthin untuk Lansia | ethicaldigest

Manfaat Astaxanthin untuk Lansia

Usia harapan hidup semakin meningkat di Asia, tidak terkecuali di Indonesia.  Ini menyebabkan jumlah populasi orang berusia lanjut semakin meningkat. Namun, meningkatnya harapan hidup ini harus dibarengi dengan semakin meningkatnya jumlah penderita penyakit degenerative, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2005 menunjukan, 30% total kematian pada tahun itu disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, diikuti penyakit kanker dan diabetes mellitus. Sebab itu, meningkatnya usia harapan hidup ini harus dibarengi dengan usaha-usaha mencegah penyakit degenerative dan komplikasinya.

Bila melihat health pendulum theory, ada suatu proses dari kondisi sehat menuju penyakit degenerative (jantung, diabetes, hipertensi, kanker, osteoporosis obesitas, AMD dan sebagainya). Diawali dengan munculnya reactive oxygen species (ROS). Kemudian, ROS ini kemudian  menstimulasi terjadinya inflamasi  yang menyebabkan terjadinya disharmoni seluler. Gangguan fungsi mitokondria sangat dominan.

Itulah mengapa pada orang usia lanjut dengan diabetes mellitus tipe 2, misalnya, pemberian obat yang dapat mengendalikan gula darah tidak cukup untuk mencegah penyakit jantung dan komplikasi lainnya. Bahkan, dr. Dante Saksono Sp,PD-KEMD dari FKUI menyebutkan,  hiperglikemia tidak ada hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler pada usia lanjut. “Karena itu pengobatan gula darah saja tidak cukup pada orang usia lanjut,” kata dr. Dante.

Pada sebuah penelitian oleh Turnbull dan kawan-kawan terlihat, tidak ada perbedaan bermakna pada orang usia lanjut yang mendapatkan kontrol gula darah  intensif dengan yang kurang intensif untuk kejadian komplikasi makrovaskuler, seperti infark miokard, gagal jantung dan CVA. Karena yang terjadi para orang tua, sistim mitokondria sudah tidak bisa mengendalikan energi secara efektif.

Hiperglikemia pada penderita diabetes akan merusak mitokondria, sehingga pembakaran tidak sempurna, terbentuklah ROS. “ROS pada penderita diabetes adalah salah satu faktor yang membuat penderita merasa tidak nyaman,” ujar dr. Dante. Baik itu karena pengaruh diabetesnya secara langsung ataupun karena pengaruh usia. “Mau tidak mau, stress oksidatif yang terjadi di mitokondria itu harus kita atasi. Salah satunya adalah dengan memberikan antioksidan,” tambahnya.

“Astaxanthin memilikii peran menetralkan ROS,” kata dr. Vincent Wood, M.Res.,PhD dari Fuji Chemical Industry Co.,Ltd, Jepang. Untuk masyarakat usia lanjut, Astaxanthin sangat penting. Dari berbagai penelitian, astaxantine dapat memperbaiki metabolisme lemak, adiponektin dan dislipidemia. Selain itu Asthazanthine juga dapat melindungi terhadap diabetes tipe 2, nefropati dan disfungsi mitokondria. Sementara pada hipertensi, Astaxanthin memodulasi relaksasi dan kontraksi, serta kondisi pembuluh darah.

Astaxanthin adalah antioksidan yang bukan prooksidan. Seperti vitamin E, antioksidan yang prooksidan justru dapat menstimulasi pembentukan ROS, sehingga radikal bebas justru meningkat. Astaxanthin masuk golongan karotenoid dan termasuk golongan xanthophyll. “Bedanya dengan karotenoid lain adalah pada gugus oksigennya, kata dr. Yulita Lea dari PT SOHO Industri Pharmasi. Artinya semakin banyakmemiliki gugus oksigen, semakin kuat mengikat radikal bebas. Pada kelompok xanthophyll, Astaxanthin adalah yang paling banyak gugus oksigennya.

Astaxanthin dan Penuaan Dini

Dari berbagai penelitian, Astaxanthin mampu menjaga keseimbangan antioksidan alamiah kulit, mencegah hilangnya nutrisi kulit, mencegah kerusakan DNA sehingga mencegah kanker dan memiliki efek antiinflamasi, yaitu mengurangi bengkak dan radang pada kulit. Astaxanthin juga dapat melindungi dermis akibat stress oksidatif dan membantu proses penyembuhan jaringan kolagen dan mengurangi kerutan kulit.

Pada satu penelitian yang dilakukan dr. Titi Fauzia Moertolo Sp.KK, oral Astaxanthin 2x4mg/hari+topical Astaxanthin gel 0,02% memiliki efek lebih cepat dan lebih baik. Karena dalam waktu 4 minggu, pigmentasi tidak terlihat lagi pada 14 subyek (93,3%). “Topikal astaxanthin gel 0,02% juga memiliki efek yang menjanjikan karena pigmentasi tidak terlihat lagi pada 12 subyek (80%),” kata dr Titi. Dengan begitu, Astaxanthin efektif mencegah penuaan dini.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.