Kombinasi Klindamisin dan Benzoil Peroksida  pada Acne Vulgaris | ethicaldigest

Kombinasi Klindamisin dan Benzoil Peroksida  pada Acne Vulgaris

Acne vulgaris merupakan satu dari sekian banyak penyakit kulit yang sering dijumpai di klinik. Meski tidak mengacam nyawa, kondisi ini sangat mengganggu bagi penderita. Acne vulgaris  terjadi akibat peradangan menahun unit pilosebasea, dengan gambaran klinis polimorfik yang terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa: komedo, papul, pustul, nodul dan jaringan parut. Penderita umumnya mengeluh akibat erupsi kulit pada tempat-tempat predileksi, yakni muka, bahu, leher, dada, punggung bagian atas dan lengan atas.

Acne vulgaris merupakan penyakit yang kompleks (multifaktorial) dengan elemen patogenesis, yaitu hiperproliferasi folikuler epidermal, produksi sebum berlebihan, inflamasi dan adanya aktivitas P. acne.

Pada wanita, Acne vulgaris berkembang lebih awal daripada pria, yaitu pada saat premenarke. Lesi awal Acne vulgaris dapat terlihat pada usia 8-9 tahun dan kurang lebih 50-60% penderita menyatakan acne muncul pada usia remaja. Puncak insiden pada wanita dijumpai di usia 14-17 tahun sedangkan pada pria antara usia 16- 19 tahun.

Hampir 85% anak SMA yang berusia 15-18 tahun, laki-laki maupun perempuan menderita acne dengan berbagai derajat keparahan. Klasifikasi derajat Acne vulgaris dibagi menjadi derajat ringan, sedang, berat dan sangat berat. Yang dinilai dalam klasifikasi antara lain jumlah komedo, jumlah pustul, jumlah kista, inflamasi dan jaringan parutnya.

Saat ini, terapi kombinasi menggunakan klindamisin dan benzoil peroksida telah menjadi standar terapi pada kasus Acne vulgaris. Benzoil peroksida dapat digunakan untuk menangani acne inflamasi superfisial. Senyawa ini merupakan antibakteri nonantibiotik, yang berperan sebagai bakteriostatik terhadap P. acnes.

Benzoil peroksida diuraikan pada kulit oleh sistein sehingga membebaskan radikal bebas oksigen, yang akan mengoksidasi protein bakteri. Senyawa tersebut meningkatkan laju pengelupasan sel epitel dan melepaskan struktur gumpalan pada folikel, sehingga berdampak pada aktivitas komedolitik. Preparat ini dapat kita temukan dalam sediaan sabun, losion, krim dan gel  dengan konsenstrasi 2,5% hingga 10%. Indikasi pemakaian obat ini adalah pada Akne vulgaris papula dan pustula yang berat (John C.Hall, 2008).

Salah satu terapi sistemik acne adalah penggunaan antibiotik. Antibiotik topikal digunakan untuk jerawat dengan tingkat keparahan ringan sampai sedang. Beberapa sediaan topikal yang ada dipasaran termasuk eritromisin, tetrasiklin dan klindamisin, cukup berguna untuk kebanyakan pasien. Tetrasiklin banyak digunakan untuk acne inflamasi. Meskipun tidak mengurangi produksi sebum, tetapi dapat menurunkan konsentrasi asam lemak bebas dan menekan pertumbuhan P. acnes.

Akan tetapi tetrasiklin tidak banyak digunakan lagi, karena angka resistensi P. acnes yang cukup tinggi. Resistensi dapat dicegah dengan menghindari penggunaan antibiotik monoterapi, membatasi lama penggunaan antibiotik, dan menggunakan antibiotik bersama benzoil peroksida.

Klindamisin sebagai salah satu antibiotik, bekerja secara apik pada 50-an sub unit ribosom bakteri, menghambat sintesis protein yang selanjutnya memiliki sifat antibakteri yang baik. Klindamisin juga memiliki efek anti inflamasi, yang diinduksi oleh P. acnes.

Pariser dan kawan-kawan dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap klindamisin dan benzoil peroksida, mampu dan superior digunakan sebagai terapi Acne vulgaris derajat sedang hingga berat. Kombinasi dosis tetap ini juga mampu memperbaiki lesi inflamasi akibat acne, setelah pengobatan selama kurang lebih 12 minggu.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.