Bermacam Manfaat Amlodipine | ethicaldigest

Bermacam Manfaat Amlodipine

Selain untuk pengobatan hipertensi, Amlodipine memiliki berbagai keunggulan lain seperti penggunaan pada kasus angina.

Amlodipin adalah obat golongan dihydropyridine Calcium Channel Blocker (CCB). Banyak penelitian yang menyokong penggunaan amlodipin pada hipertensi, namun amlodipin juga dapat digunakan pada berbagai kondisi lain seperti penyakit jantung koroner. Obat ini bekerja pada otot polos dinding arteri, sehingga terjadi penurunan resistensi perifer dan pada akhirnya menurunkan tekanan darah. Amlodipin menginhibisi influx ion calcium pada sel membran, yang diperlukan untuk kontraksi otot polos vaskular dan otot jantung.

Farmakokinetik amlodipin

Amlodipin merupakan obat dengan durasi kerja yang lama dan mencapai kadar puncak 6-12 jam setelah konsumsi. Dengan waktu paruh cukup panjang, obat ini dapat dikonsumsi sekali sehari. Penggunaan sebanyak satu kali sehari dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam berobat, mengingat hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Amlodipin dimetabolisme di hepar menjadi metabolit inaktif. Kadar plasmanya dapat meningkat pada penggunaan kronik. Waktu paruh eliminasi dari Amlodipin berkisar antara 35 - 48 jam. Pada pasien usia lanjut, dapat dijumpai penurunan bersihan Amlodipin sehingga penyesuaian dosis diperlukan. Tidak seperti Verapamil dan Nifedipin, Amlodipin tidak berinteraksi dengan digoxin dan cimetidine.

Hipertensi

Salah satu penelitian yang mempelajari efek Amlodipin dalam penurunan tekanan darah, adalah studi ALLHAT (Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial). Uji acak buta ganda (randomized double-blind) ini melibatkan 42,418 pasien hipertensi risiko tinggi berumur ≥55 tahun. Populasi penelitian adalah pasien dengan hipertensi derajat 1 dan 2, ditambah setidaknya satu faktor risiko penyakit jantung koroner.

Hasil penelitian ini menyatakan, Amlodipin memberikan hasil yang sebanding dengan obat lain seperti diuretik dan ACE-inhibitor dalam kejadian penyakit jantung fatal dan nonfatal. Selain itu terjadi penurunan angka diabetes pada kelompok Amlodipin, namun terdapat peningkatan angka gagal jantung.             

Penelitian besar lainnya yang mempelajari penurunan tekanan darah dengan Amlodipin adalah studi VALUE. Dalam studi ini Amlodipin dan Valsartan, obat golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) memberikan keuntungan yang sebanding pada populasi dengan hipertensi. Dalam penelitian oleh Packer M dkk, Amlodipin tidak meningkatkan morbiditas atau mortalitas terkait kardiovaskular. Pada pasien dengan kardiomiopati iskemik, pemberian Amlodipin memberikan penurunan risiko sebesar 31% untuk kejadian fatal dan nonfatal (P=0,04), dan memberikan penurunan risiko mortalitas sebesar 46% (P<0,001).

Pemberian amlodipin dapat dimulai dengan dosis tunggal sebanyak 5 mg, dan dapat ditimgkatkan menjadi 10 mg. Pada sebuah penelitian berskala besar (penelitian TOMH), Amlodipin 5 mg merupakan pengobatan yang paling baik ditoleransi, dibandingkan α-blocker, β-blocker, diuretik dan ACE-inhibitor.

Penyakit jantung koroner

Amlodipin telah banyak diuji untuk penyakit jantung koroner. Pada penelitian CAMELOT, obat ini diberikan selama 2 tahun kepada 663 pasien dengan penyakit jantung koroner secara angiografi. Amlodipin menurunkan kejadian kardiovaskular sebanyak 31% dibandingkan enalapril, walau pun kedua obat ini memberikan penurunan tekanan darah yang sama. Pemberian amlodipin juga dihubungkan dengan penurunan volume atheroma.

Pitt B et al dalam penelitian PREVENT, mempelajari hubungan penggunaan Amlodipin dengan progesivitas lesi atherosklerosis pada 825 pasien dengan penyakit jantung koroner. Setelah pemantauan selama tiga tahun, Amlodipin tidak memperburuk keadaan lesi atherosklerosis dan sebanding dengan plasebo dalam hal progesivitas atherosklerosis koroner. Namun Amlodipin menyebabkan penurunan angka rawat inap untuk angina tidak stabil dan jumlah revaskularisasi. Terdapat penurunan sebesar 31% pada angka mortalitas dan morbiditas terkait kardiovaskular.

Davies RF et al dkk mendokumentasikan, Amlodipin lebih efektif dalam menurunkan derajat iskemi yang dicetuskan oleh olah raga dibandingkan atenolol. Pada iskemia jantung, setelah pemberian nitrat pada pasien dengan nyeri angina, fraksi ejeksi mengalami “postischemic stunning” dan membutuhkan 30 menit agar fungsinya kembali normal. Pemberian Amlodipin dapat memperbaiki fenomena “postischemic stunning”. Hal ini dapat dijelaskan berdasarkan hipotesis bahwa overload kalsium adalah dasar dari peristiwa ini.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan Amlodipin memiliki berbagai keunggulan dalam pengobatan hipertensi. Selain penurunan tekanan darah yang baik, juga terbukti bermanfaat dalam penanganan kasus penyakit jantung koroner.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.