Aplikasi DEEP untuk Pelayanan Diabetes yang Lebih Baik | ethicaldigest

Aplikasi DEEP untuk Pelayanan Diabetes yang Lebih Baik

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang banyak diderita di Indonesia. Atlas IDF (International Diabetes Federation) memperlihatkan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat, meski kini ada sedikit perlambatan. Peningkatan tajam terjadi  tahun 2011 (7,3 juta orang), 2013 (8,5 juta orang), dan 2015 (10 juta orang). Mulai 2017, ada perlambatan menjadi 10,3 juta orang. “Diharapkan, perlambatan berlanjut dan akan mencapai zero increase. Sesuai dengan indikator diabetes dalam target global action plan, pada penyakit tidak menular 2020,” tutur dr. Prima Yosephine, MKM, dari Kementrian Kesehatan, dalam pembukaan Indonesia Diabetes Leadership Summit (IDLS) di Medan, 18-19 Agustus 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PB PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengungkapkan, pelayanan diabetes di negara maju seperti Denmark, sudah optimal di tingkat layanan kesehatan primer. Komplikasi bisa dicegah lebih awal, dan biaya bisa ditekan.

PERKENI sebagai organisasi profesi bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan, masyarakat dan pihak swasta agar pelayanan diabetes di Indonesia menuju ke arah seperti di negara maju. Tentu, butuh usaha luar biasa. Salah satu caranya yakni dengan edukasi. “Forum seperti IDLS, sangat penting untuk meningkatkan kualitas keilmuan dalam hal pelayanan diabetes bagi dokter di layanan primer, sekunder, dan  tersier,” papar Prof. Suastika.

PT Sanofi Indonesia bekerjasama dengan PERKENI mengembangkan digital mobile apps DEEP (Diabetes Education for Engaged Partnership). Semua dokter bisa menggunakan aplikasi ini. Setelah diinstal, lakukan registrasi. Selanjutnya ada proses review dan approval, untuk memastikan bahwa yang melakukan registrasi adalah dokter, karena semua konten ditujukan untuk dokter. Aplikasi DEEP bisa diakses di android maupun iPhone.

Kepala IT Sanofi Indonesia Mohammad Wisaksono menjelaskan, aplikasi DEEP terbagi tiga modul: Discover, Learn, dan Forum. Discover dirancang untuk membantu dokter mengakses dengan cepat artikel dan jurnal terbaru, seputar tatalaksana diabetes. “Tidak hanya berbentuk teks, tapi video,” terangnya. Untuk mencari artikel, tinggal ketik kata kunci yang diinginkan. Artikel bisa disimpan dengan bookmark, sehingga bisa langsung dilihat di fitur ‘favorit’ pada kesempatan berikutnya.

Pada modul Learn, terdapat berbagai program kursus dengan aneka topik. Bila tertarik silakan mendaftar, lalu ikuti kursusnya dari sesi 1 sampai selesai. Kursus dilengkapi dengan video, tak sekadar artikel. “Setelah sesi terakhir, ada assessment yang perlu dikerjakan. Kalau sudah selesai, bisa mendapat credit point yang dikirim melalui email,” jelas Wisak. Modul ini bisa diakses kapan saja, dengan materi berkualitas karena sudah terakreditasi IDI.

Modul Forum berbentuk diskusi interaktif, memungkinkan para ahli sebagai narasumber berdiskusi dan menyampaikan materi langsung dengan dokter di seluruh daerah. Ada jadwal diskusi yang selalu diperbarui. Untuk mengikuti, tinggal mendaftar. Pada hari H, akan ada notifikasi sebagai pengingat. Nantinya, narasumber akan memaparkan penjelasannya, diikuti diskusi. Peserta bisa mengetik pertanyaan, langsung akan dijawab oleh narasumber dalam bentuk audio. Jawaban akan tersimpan di dalam sistem, sehingga bisa kembali diakses kapan saja.

Aplikasi DEEP memungkinkan dokter di berbagai daerah menambah ilmu dan wawasan lebih cepat dan jauh lebih murah. “Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Digitalisasi meningkatkan efisiensi dan penghematan biaya. Pengembangan aplikasi DEEP ini cukup lama, 18 bulan. Kami harus memastikan bahwa ini tidak melanggar peraturan, kode etik, dan cukup aman terkait kerahasiaan (data)” ujar Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD.

Pelayanan diabetes haruslah terintegrasi dan komprehensif. Yang tadinya monodisiplin, kini bergeser menjadi multidisiplin. Multidisiplin selain melibatkan sesama pekerja medis, juga melibatkan IT; digitalisasi.

Menjadi bagian dari edukasi ilmiah untuk kepentingan pasien, adalah komitmen Sanofi Indonesia. Bagaimanapun, ada keterbatasan berupa hambatan field cost untuk mempertemukan para ahli dengan dokter di seluruh Nusantara. “Untuk itu, kami luncurkan aplikasi DEEP yang bisa diakses semua dokter, mengenai tatalaksana diabetes yang benar, terbaru, dan berimbang,” ucap Amson Nainggolan, Direktur Business Unit Sanofi Indonesia.

Dengan cara ini, diharapkan bisa terjadi pemerataan wawasan di kalangan dokter. Dokter di layanan primer, juga di daerah yang jauh dari kota besar, bisa memiliki pengetahuan yang sama dengan dokter di layanan sekunder/tersier di kota-kota besar. (nid)

 

DEEP Mobile APP dapat diunduh di Google play dan App store

https://scnv.io/DEEP?qr=1

SAID.DIA.18.09.0391a (09/18)

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.