Willem Johan Kolff, Pelopor HD | ethicaldigest

Willem Johan Kolff, Pelopor HD

Willem Johan "Pim" Kolff (11 Februari 1911 – 14 Februari 2009) adalah seorang pionir di bidang hemodialisis dan di bidang organ buatan. Dia anggota dari marga Kolff, suatu marga di Negeri Belanda yang memiliki hak untuk melakukan kegiatan politik. Dia berhasil menemukan teknik dialisis pada penderita gagal ginjal, saat berlangsungnya perang dunia kedua.

Pada tahun 1950, dia bermigrsi ke Amerika Serikat (AS) dan berhasil mendapatkan kewarganegaraan AS pada 1955. Berikutnya, ia mendapat sejumlah penghargaan dan pengakuan secara luas untuk penelitian-penelitian yang dilukukannya.

Terlahir di Leiden, Belanda, Kolff adalah anak tertua dari 5  bersaudara.  Kolff belajar ilmu kedoktern di kampung halamannya, di Universitas Leiden, dan meneruskan studi sebagai seorang residen di Departemen Penyakit Dalam Universitas Groningen. Salah satu dari orangtua Kolffs ada yang mengalami gagal ginjal. Hal ini mendorong Kolff untuk melakukan penelitian, mengenai pengganti fungsi ginjal buatan. Saat bertugas sebagai residen, Kolff mengorganisir bank darah pertama di Eropa (pada 1940-an).

Selama perang dunia kedua, dia ditempatkan di Kampen, dan ikut aktif berjuang melawan pendudukan Jerman. Secara simultan, Kolff membuat ginjal buatan pertama. Dia menangani pasien pertamanya pada 1943, dan pada 1945 dia berhasil menyelamatkan nyawa pasien dengan hemodialisa. Pada 1946, dia mendapat gelar PhD dengan predikat summa cum laude dari Universitas Groningen, atas temuannya tersebut. Ini menandai dimulainya pengobatan yang dapat menyelamatkan jutaan pasien gagal ginjal akut atau kronis.

Tidak lama, pada 1950, dia meninggalkan Belanda, karena merasa ada kesempatan untuk berkarir di Amerika. Di klinik Cleveland Clinic, dia terlibat dalam pembuatan mesin jantung-paru, yang berfungsi mempertahankan fungsi paru-paru dan jantung selama operasi jantung. Dia juga memperbaiki mesin dialisis ciptaannya.

Di  Brigham and Women's Hospital, dia mengembangkan produksi ginjal buatan pertamanya, Kolff Brigham Artificial Kidney, bersama dengan Edward A. Olson Co. di Boston Massachusetts, dan kemudian Travenol Twin-Coil Artificial Kidney. Dia menjadi Kepala Divisi Organ Buatan dari Institut Teknik Biomedis, Universitas Utah, pada 1967. Di sana dia terlibat dalam pengembangan jantung buatan. Jantung buatan pertama ditanamkan pada 1982, kepada pasien bernama Barney Clark, yang dapat bertahan hidup selama empat bulan, dan jantungnya masih tetap berfungsi saat Clark meninggal dunia.

Kolff dianggap sebagai “Bapak Organ Buatan” dan menjadi dokter paling penting di Abad 20. Dia mendapatkan lebih dari 12 gelar doktor kehormatan dari universtas di dunia, dan lebih dari 120 penghargaan internasional. Di antaranya adalah Harvey Prize pada 1972, AMA Scientific Achievement Award pada 1982, Japan Prize pada 1986,  Albert Lasker Award untuk riset medis klinis  pada  2002, dan Russ Prize pada 2003.

Pada tahun 1990, majalah Life memsukkannya ke dalam 100 orang paling penting di abad 20. Dia juga pernah dinominasikan bersama William H. Dobelle untuk penghargaan Nobel di bidang fisiologi atau kedokteran pada 2003. Robert Jarvik, yang bekerja di laboratorium Kolff di Universitas Utah di awal 1971, memberikan penghargaan kepada Kolff karena telah menginspirasinya mengembangkan jantung buatan permanen yang pertama.

Kolff meninggal dunia tidak berapa lama setelah ulang tahunnya yang ke 98, pada 14 Februari 2009, di pusat perawatan di Philadelphia.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.